Loading...

Penyuluh Mendampingi Panen Gambas, Pare dan Mentimun

Penyuluh Mendampingi Panen Gambas, Pare dan Mentimun
Pada Tanggal 15 Mei 2024, PPL Khalil Rahman, SP mendampingi Kelompok Tani Sejahtera melakukan panen sayuran. Poktan Sejahtera berdomisili di Jalan Lingkar, Dusun Kampung Batu, Desa Sungai Selari. Ketua kelompok tani bernama Pak Akiong, bapak paruh baya beretnis Tionghoa. Pak Akiong bersama anggota Poktan Sejahtera memilih menanam tiga komoditi sayur andalan, yaitu Gambas, Pare dan Mentimun. Ketiga sayuran tersebut merupakan produk hortikultura yang banyak dibutuhkan oleh masyarakat. Permintaan pasar sangat tinggi, sebab kebiasaan penduduk untuk menu sayur sehari-hari. Penyuluh Khalil bertugas di UPT Balai Penyuluhan Pertanian (BPP), Kecamatan Bukit Batu. UPT BPP tersebut di bawah naungan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan, Kabupaten Bengkalis. Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Khalil membentuk kelompok tani (Poktan) Sejahtera. Pada data Balai Penyuluhan, Poktan Sejahtera menanam sayuran di lahan pertanian seluas dua hektar. Lanjut disampaikan bahwa hortikultura sejenis sayuran mentimun, pare dan gambas memerlukan penanaman dan pemeliharaan yang baik dan benar. Umur tanaman tersebut sekitar 30 sampai 35 hari setelah tanam (HST), sudah bisa dilakukan panen perdana. Masa petik memetik sayuran itu sendiri bisa hingga tiga bulan. Artinya dengan sekali tanam, masa panen bisa berulang kali, hasilnya kemungkinan bertambah. Dalam setahun, Poktan Sejahtera melakukan empat kali tanam sayuran. Hasilnya dinilai lebih menguntungkan karena dari sisi pendapatan tanaman ini lebih cepat berkembang. Menurut catatan penyuluh, Poktan Sejahtera sudah tiga kali memanen, hasilnya yaitu 800 Kg Gambas, 900 Kg Pare dan 700 Kg Mentimun. Ditambahkan bahwa harga komoditi hortikultura saat ini cukup bagus. Harga gambas saat ini berada pada kisaran 8.000 Rupiah. Harga pare dan timun ditingkat petani usai petik kebun adalah 7.000 Rupiah per-Kilogram, sedangkan dipasaran bisa mencapai 8.000 per-Kilogram. Hasil panen untuk memenuhi kebutuhan pasar lokal dan dikirim ke Pulau Bengkalis, Kotamadya Dumai dan Ibukota Provinsi Riau, Pekanbaru.