Loading...

PENYULUH PERTANIAN BERKINERJA BINTANG

PENYULUH  PERTANIAN BERKINERJA  BINTANG
Liberalisasi ekonomi global (GATT, WTO, European Union, APEC, NAFTA, AFTA dan SAARC) merupakan tantangan yang menarik dalam peningkatan persaingan tenaga kerja di pasar kerja yang makin ketat, yang mendorong Indonesia lebih meningkatkan kemampuan profesional sumberdaya manusia di semua sektor pembangunan, termasuk sektor pertanian. Globalisasi pasar kerja akan diwarnai oleh persaingan kualitas, profesionalisme, dan kompetensi tenaga kerja. Dengan demikian pasar kerja ke depan akan lebih terspesialisasi pada bidang-bidang profesi dan kompetensi tertentu pula. Revitalisasi pertanian diharapkan menjadikan pertanian sebagai tumpuan soko guru perekonomian nasional menciptakan lapangan kerja bagi penduduk perdesaan, dan mengurangi kemiskinan. Revitalisasi pertanian dilaksanakan melalui pembangunan pertanian yang mengedepankan tumbuhnya usaha-usaha agribisnis, baik di hulu, on-farm, hilir maupun usaha jasa penunjang. Usaha hulu, antara lain; meliputi agroindustri benih, bibit, pupuk, pestisida nabati dan alat-alat mesin pertanian. Usaha on-farm meliputi; produksi tanaman pangan, hortikultura, perkebunan dan peternakan. Usaha hilir mencakup; agroindustri pengolahan hasil, standarisasi, grading, pengemasan, transportasi dan pemasaran. Sedangkan usaha jasa penunjang meliputi; perbankan, perkreditan, pergudangan, pendidikan, pelatihan, penyuluhan dan penelitian. Penyuluhan pertanian sebagai bagian dari sistem pembangunan pertanian mempunyai kedudukan yang sangat strategis dalam pembangunan sumberdaya manusia pertanian, khususnya pemberdayaan pelaku utama dan pelaku usaha yang berada di willayah pedesaan. Penyuluh Pertanian adalah salah satu komponen esensial dalam suatu sistem penyuluhan pertanian. Melalui kegiatan penyuluhan dikembangkan kemampuan dan kemandirian pelaku utama dan pelaku usaha, agar mampu mengelola usahataninya secara produktif, efektif dan efisien. Sehingga mempunyai daya saing tinggi yang dicirikan dengan tingginya produktivitas, mutu dan efisiensi usaha. Mengingat pentingnya peranan dan efektivitas penyuluhan pertanian, implementasi program-program tersebut melibatkan Penyuluh Pertanian yang akan bertindak sebagai pendamping pelaku utama dan pelaku agribisnis lainnya yang menjadi sasaran program tersebut. Untuk mengetahui tingkat keberhasilannya kita evaluasi kinerjanya dengan tolok ukur yang jelas. Kinerja merupakan gambaran mengenai tingkat pencapaian sasaran ataupun tujuan instansi Pemerintah sebagai penjabaran dari visi, misi dan strategi Pemerintah yang mengenai kondisi tingkat keberhasilan dan pelaksanaan kegiatan-kegiatan sesuaidengan program dan kebijakan yang ditetapkan indicator kinerja kegiatan. Bagaimana agar Penyuluh berkinerja bintang ? Kita hendaknya bekerja dengan etos kerja yang tinggi, yaitu; (1) Memiliki tanggung jawab; (2) Memiliki kepedulian (Emphati) terhadap penderitaan/ masalah orang lain, khususnya klien ; (3) Mampu memilih kata yang bijak dan tepat dalam berkomunikasi dengan sasaran ; (4) Mampu memberikan solusi yang tepat dan cepat, jangan hanya mengritik; (5) Memiliki rasa humor, senyum simpatik dan ramah tamah kepada pasien ; (6) Mampu menjadi pendengar yang baik; dan (7) Mampu memberi penghargaan terhadap setiap kemajuan dan keberhasilan klien. Disamping itu, agar Penyuluh lebih berhasil dalam menjalankan tugasnya, antara lain; (1) Memiliki rasa cinta, kasih sayang dan ikhlas dengan sepenuh hati dalam bekerja tanpa pamrih, sehingga mampu mengubah penghidupan dan kehidupan pelaku utama menjadi lebih baik; (2) Mampu berkomunikasi secara dialogis untuk menyelesaikan masalah secara konstruktif; (3) Mampu tampil cerah, beripikir positif, dan optimis ditengah krisis yang dihadapi Klien (pelaku utama); (4) Mampu mengembangkan sikap dan jiwa sebagai seorang pemimpin; dan (6) Meningkatkan kualitas hidupnya. Oke, selanjutnya masih ada pertanyaan yang berkecamuk dalam hati,! bagaimana meningkatkan kualitas hidup kita; ?, ada yang berpendapat; (1) Jangan menunda untuk mengembangkan diri; (2) Bagaimana kita berusaha keras melupakan masa lalu; (3) Membiasakan cepat belajar; (4) Kita harus berani meninggalkan zona kenyamanan yang selama ini kita nikmati; (5) Kita harus berani berbuat salah, orang sukses pasti pernah mengalami kesalahan (bukan mencari kesalahan); (6) Aktif membina hubungan yang sudah terjalin dengan baik; (7) Berupaya secara terus-menerus meningkatkan pengetahuan, ketrampilan, sikap, dan keahlian; dan (8) Senantiasa meningkatkan keimanan dan ketagwaan kepada Alloh SWT (Tuhan Yang Maha Esa). Bagaimana merubah sikap menjadi suatu tindakan, yaitu antara lain; (1) Memahami kekuatan sikap; (2) Memiliki rasa bertanggung jawab terhadap hidup anda; (3) Mampu memulai kesadaran diri untuk menemu-kenali sikap yang mendorong anda kedepan atau menarik anda kebelakang; (4) Mampu Memperbaiki sikap buruk anda; (5) Menemu-kenali tujuan dan semangat anda; (6) Mengembangkan sikap proaktif ( memahami pentingnya bersikap siap tidak mengenal menyerah, tak mengenal berhenti dan tahu bahwa anda akan mampu ) mengatasinya; (7) Mampu menemukan bagaimana cara memotivasi diri sendiri, agar anda terus melaju menyuplai energi dan bangun hubungan yang mendukung; dan (8) Mampu melihat perubahan sebagai peluang; (9) Mampu meninggalkan wawasan abadi anda akan mengungkap kekuatan, mengubah sikap menjadi tindakan dengan mengetahui pentingnya membuat perbedaan dalam hidup orang lain dengan imbalan yang membahagiakan; dan (10) Para pelaku motivasi menginginkan mereka yang sedang dimotivasi mendapat kepuasan nyata dari yang mereka perbuat. Penyelenggaraan penyuluhan agar dapat berjalan efektif dan efisien sangat memerlukan jalinan kerjasama dengan semua pihak/stake holders. Supaya kerjasama sukses, kita hendaknya mengetahui persyaratannyan; (1) Mengerti kepentingan orang lain; (2) Adanya kebersamaan dan rasa senasib sepenanggungan; (3) Adanya keterbukaan semua pihak; (4) Menghargai orang lain; (5) Adanya kesamaan tujuan; (6) Mekanisme (peranan dan tugas) siapa berbuat apa; dan (7) Tahu tugas dan kewajiban orang lain. Bagaimana Penyuluh Pertanian merancang suatu keberhasilan, dengan bersinergi dengan kliennya, antara lain; (1) Mengidentifikasi bidang ketidakpuasan yang dihadapi klien dan menciptakan peta wilayah; (2) Mengidentifikasi prioritas perubahan (ubah visi anda menjadi tantangan); (3) Menetapkan dan mencapai tujuan; (4) Mengidentifikasi kriteria kesuksesan; (5) Menyingkirkan rintangan kesuksesan; (6)Mengidentifikasi stakeholders penting; (7)Mengidentifikasi langkah pertama (8) Mengevaluasi jenis tindakan lain;(9) Merencanakan suatu kegiatan/Proyek; (10) Belajar dari kegagalan dan mensyukuri kesuksesan yang telah dicapai; (11) Mempengaruhi stakeholders kunci; dan (12) Mengerahkan segala kemampuan sumberdaya yang dimiliki secara optimal. Selain itu, seorang Penyuluh dalam meraih keberhasilan menjalankan tugasnya, yakni; (1) Merumuskan kesuksesan, cita-cita atau impian anda; (2) Menghilangkan kelemahan dan melihat posisi anda; (3) Mengenali kecerdasan sebagai potensi diri; (4) Mengembangkan mental plus (kompetensi kepribadian); (5) Mengembangkan kecerdasan emosi; (6) Mengembangkan kecerdasan keuletan; (7) Mengembangkan kecerdasan keahlian plus; (8) Mengembangkan kecerdasan dalam pengelolaan keuangan; (9) Mengembangkan kecerdasan mengelola waktu; (10) Mengembangkan kecerdasan sosial (kompetensi sosial); (11) Mengembangkan kecakapan hidup; (12) Mengembangkan keahlian profesi (kompetensi profesi); (13) Mengembangkan kondisi kesehatan fisik plus; (14) Menggunakan strategi unggul untuk meraih sukses; (15) Mengembangkan kecerdasan mengelola kesuksesan; dan (16) Kita harus belajar dari orang-orang sukses. Sebagai Penyuluh, kita diharapkan oleh pelaku utama; (1) Menjadi pribadi yang menarik dan menyenangkan; (2) Menjadi profesional yang maksimal; (3) Meningkatkan karier di saat krisis; (4) Pentingnya memahami etika dan moral di lokasi tugas/lapangan; (5) Bersikap dewasa dan berpikir matang di tempat bertugas/lapangan; (6) Menjadi pribadi yang berwibawa dan menyejukkan di tempat bertugas/lapangan; (7) Sukses dan cerdas bergaul di tempat bertugas/lapangan; (8) Menciptakan suasana nyaman dan menyenangkan (kondusif) di tempat kerja/lapangan; (9) Memanfaatkan waktu seefisien mungkin dan lebih banyak menangani informasi yang masuk dari pada informasi yang keluar; (9) Mempromosikan organisasi anda bukan pribadi anda; dan (10) Menggunakan talenta yang anda miliki dengan kemungkinan pendekatan yang seluas-luasnya. Dalam penyelenggaraan penyuluhan perlu kita kembangkann prinsip pelayanan prima, antara lain : (a) meningkatkan mutu dan produktivitas di bidang pelayanan penyuluhan pertanian dalam rangka pelaksanaan tugas pokok dan fungsi Penyuluh Pertanian; (b) mendorong upaya mengefektifkan sistem dan tatalaksana pelayanan penyuluhan pertanian, sehingga dapat diselenggarakan secara lebih berdaya guna dan berhasilguna (mangkus dan sangkil); dan (c) mendorong tumbuhnya kreativitas, sportivitas, prakarsa, inovasi, produktivitas, partisipasi pelaku utama, dan pelaku usaha dalam pembangunan pertanian,serta meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan pelaku utama dan pelaku usaha. Untuk mewujudkan pelayanan prima seorang Penyuluh Pertanian hendaknya perlu melakukan kegiatan secara terpadu yang bersifat : (1) Kesederhanaan; artinya prosedurnya singkat, cepat, tepat (tepat persyaratan, biaya, prosedur dan lokasi pelayanan) dan lancar (pelayanan yang diberikan harus ikhlas dan sepenuh hati), tidak berbelit-belit, mudah dipahami, serta mudah dilaksanakan; (2) Keterbukaan; artinya informasi disampaikan secara jujur, luas, lewat brosur, penyuluhan, media TV, Radio dan lewat internet; (3) Keamanan; hasil pelayanan harus aman dan memberikan kenyamanan,serta kepastian hukum;(4) Lengkap; artinya pelayanan diberikan secara lengkap disatu tempat pelayanan;(5) Wajar; artinya tidak ada tambahan diluar ketentuan yang mendasari; (6) Ekonomis dan terjangkau, yaitu biaya pelayanan wajar dengan mempertimbangkan kondisi kemampuan masyarakat yang kita layani. Dengan catatan, apabila dalam pelayanan penyuluhan yang diatur sesuai dengan ketentuan yang berlaku harus membayar hendaknya murah dan mudah . Namun apabila biaya tidak diatur dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku. Maka penyuluhan harus dilakukan secara gratis; (7) Kejelasan dan kepastian; hak dan kewajiban bagi yang melayani dan yang dilayani diatur jelas dan dilaksanakan dengan konsisten; (8) Efisien; persyaratan pelayanan hanya yang berkaitan langsung dengan pelayanan yang tidak diulang-ulang; (9) Keadilan yang merata; perlakuan yang sama terhadap semua permintaan pelayanan; dan(10) Ketepatan waktu; batas waktu yang dijanjikan untuk setiap layanan dapat dipenuhi. Disamping itu, seorang Penyuluh Pertanian harus ditunjang dengan jiwa kepemimpinan yang kuat, antara lain; (1) Memiliki rasa tanggung jawab melebihi panggilan tugas; (2) Mengesampingkan kepentingan pribadi dan golongan; (3) Memiliki nilai yang sangat tinggi (memiliki kesabaran dan kesetiaan untuk memimpin); (4) Memiliki keseimbangan antara intuisi (perasaan) dan nalar (pikiran); (5) Banyak bekerja sedikit berbicara; (6) Menjadi motivator, fasilitator, dan dinamisator yang baik; (7) Mampu bekerjasama dengan orang lain. Kesuksesan dalam memimpin dapat dilihat bagaimana kesuksesan yang dicapai oleh orang yang dipimpinnya. MASRUKIN,SP. Penyuluh Pertanian pada Kelompok Jabatan Fungsional Penyuluh Pertanian, pada Dinas Pertanian Daerah Kabupaten Nganjuk,Jatim.