Salah satu indikator kesuburan tanah adalah kadar pH tanah. Tanah pertanian memiliki kadar pH yang berbeda-beda. Kadar pH tanah memiliki kisaran pH dari 1-14 skala pH. Untuk tanah yang memiliki pH dibawah 7 dalam kisaran 1-6 maka pH dalam tanah tersebut asam. Tanah yang pH diatas 7 yaitu kisaran 8-14 maka tanah termasuk dalam golongan basa. Tanah yang netral berada pada pH 7. PH tanah sangat penting karena larutan tanah mengandung unsur hara seperti Nitrogen (N), Kalium (K), dan Pospor (P) di mana tanaman membutuhkan dalam jumlah tertentu untuk tumbuh, berkembang, dan bertahan terhadap penyakit. Jika pH tanah meningkat hingga di atas 5,5, maka Nitrogen (dalam bentuk nitrat) menjadi tersedia bagi tanaman, Pospor akan tersedia bagi tanaman pada pH antara 6,0 hingga 7,0. Jika tanah terlalu masam, tanaman tidak dapat memanfaatkan N, P, K dan zat hara lain yang mereka butuhkan. Pada tanah masam, tanaman mempunyai kemungkinan yang besar untuk teracuni logam berat yang pada akhirnya dapat mati karena keracunan tersebut. Apabila pH tanah terlalu asam, maka perlu diperbaiki dengan menambahkan kapur (CaCO3) pada tanah tersebut sehingga pH-nya mendekati netral. Jika tanah bersifat basa caranya sama dengan jenis tanah yang asam, dengan tidak menggunakan kapur, melainkan menggunakan belerang. Senin 10 Maret 2025 dilakukan pengecekan pH tanah di Lokasi yang bakal ditanami jagung di Desa Kadur. Pengukuran pH tanah ini menggunakan alat pengukur pH meter dengan cara mengukur pada 5 sampel/titik pada lahan. Hasil pengukuran didapatkan skala pH tanah rata-rata 5,4. Dapat dismpulkan bahwa kondisi tanah tersebut asam. Untuk mengurangi tingkat keasaman dapat dilakukan pemberian dolomit (kapur pertanian). pemberian dolomit dengan dosis sesuai kebutuhan dapat dilakukan untuk menyesuaikan nilai ph tanah. Untuk penambahan jumlah kapur pertanian (dolomit) dapat dilakukan dengan perhitungan sbb: Diketahui pH tanah 5,4, sedangkan kita menginginkan ph 6,5 maka 6,5 – 5,5 = 1x 2 dengan demikian kebutuhan kapur pertanian (dolomit) yang diberikan adalah : 2ton / ha. Setelah pemberian kapur sebaiknya tanah di diamkan minimal 7-14 hari sebelum melakukan penanaman. Saat tanah memiliki pH yang optimal, yaitu sedikit di atas 5,5 (CaCl2), berbagai manfaat dapat dirasakan. Unsur hara menjadi lebih tersedia bagi tanaman. Mikroorganisme yang mendukung kesehatan tanah dapat berkembang dengan baik. Pertumbuhan tanaman menjadi lebih baik. Dan hasil panen lebih produktif.