Loading...

Penyuluh Pertanian Gunakan Berbagai Media Untuk Menyampaikan Informasi dan Materi Penyuluhan

Penyuluh Pertanian Gunakan Berbagai Media Untuk Menyampaikan Informasi dan Materi Penyuluhan
Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi terutama teknologi internet menyebabkan perubahan besar cara hidup masyarakat di dunia dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Kondisi ini menuntut peran dan fungsi pelayanan penyuluhan untuk mampu melakukan berbagai penyesuaian dan perubahan dalam penyelenggaraan penyuluhan pertanian baik melalui media cetak maupun media elektronik. Para penyuluh pertanian harus bisa memanfaatkan kemajuan teknologi informasi dalam mendukung penyebarluasan data, informasi dan materi penyuluhan, baik melalui Simluhtan, media online (Cyber Extension) maupun media sosial”, demikian disampaikan Kepala Sub Bidang Informasi dan Materi Penyuluhan Pusluhtan, Erwin Zulkarnaen, saat menyampaikan materi dihadapan sekitar 50 orang peserta Apresiasi Petugas Admin SMIPP se-Sulawesi Selatan yang diselenggarakan di Hotel Grand Palace Makassar (19/04/2018). Apresiasi yang diselenggarakan oleh UPT Pelatihan Sumber Daya Manusia Pertanian, Dinas Ketahanan Pangan,Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sulawesi Selatan berlangsung selama 3 hari (18 s.d 20 April 2018) bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan mengoptimalkan peran admin SMIPP dalam mengaplikasikan program pelayanan data dan informasi yang cepat dan akurat. Verifikasi data kelembagaan petani dan anggotanya dilakukan oleh masing-masing penyuluh di wilayah kerjanya, selanjutnya divalidasi oleh Kepala BPP/Koordinator Penyuluh di Kecamatan dan disampaikan ke Dinas yang menyelenggarakan fungsi penyuluhan di kabupaten/kota serta diunggah ke dalam Simluhtan oleh petugas admin. Selain itu penyuluh pertanian bisa memanfaatkan media online seperti Cyber Extension maupun media sosial untuk menyampaikan informasi dan materi penyuluhan. Dalam menyampaikan materi penyuluhan, hendaknya didasari niat yang tulus dan ikhlas untuk membagikan ilmu yang dimilikinya agar bisa dimanfaatkan oleh sesama penyuluh lainnya, para petani maupun masyarakat lainnya di Indonesia. Jangan sampai ilmu yang dimiliki para penyuluh pertanian hanya tersimpan di dalam otak laptop, flasdisk maupun tempat penyimpanan file lainnya”, pesan Erwin selanjutnya. Sementara itu Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Prov. Sulsel, Ir. Hj. Fitriani, MP dalam sambutannya mengatakan pemanfaatan teknologi informasi dalam mengembangkan sistem penyuluhan pertanian sangat diperlukan, khususnya dalam percepatan proses penyelenggaraan penyuluhan pertanian di berbagai tingkatan. Penguasaan teknologi informasi tersebut memerlukan program yang sistematis, terencana dengan baik dan berkesinambungan serta dapat dipertanggungjawabkan”.Aplikasi Simluhtan sangat penting karena digunakan sebagai basis data dan menjadi salah satu acuan dalam pengambilan kebijakan dari perencanaan dan penyusunan anggaran. Untuk itu dalam penguatan dan keberlanjutan penggunaan Simluhtan dan Cyber Extension ini diperlukan sumber daya manusia yang handal untuk mengelola aplikasi tersebut. Melalui kegiatan ini diharapkan petugas admin mengetahui tahap-tahap pengisian format data melalui program simluh, meningkatkan kapasitas admin dalam mengaplikasikan program yang berfokus pada data base kelembagaan, ketenagaan penyuluhan dan kelembagaan pelaku utama serta penyediaan materi dan informasi penyuluhan melalui cyber extension. Kami berharap petugas admin agar mengikuti apresiasi ini dengan baik sehingga dapat mengimplementasikan di daerah masing-masing”, lanjut Hj. Fitriani mengakhiri sambutannya. (Purwanto Nugroho)