Regenerasi Petani/SDM Pertanian menjadi salah satu fokus program Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertani (BPPSDM), Program ini dimaksudkan untuk mencari bibit-bibit petani muda yang tidak hanya menguasai teknologi pertanian, namun juga memiliki kompetensi dibidang informasi pertanian. Salah satu titik lemah pertanian di Indonesia adalah sulitnya mempertahankan kualitas produksi dan memasarkan produk-produk hingga keluar negeri. Disisi lain, lahan pertanian semakin berkurang, dan petani pun semakin berkurang. Untuk itu mengatasi permasalahan diatas, Gerakan Regenerasi Petani/SDM Pertanian ini harus disikapi dengan baik dan dikerjakan dengan fokus agar progam aksi ini betul-betul dapat melahirkan petani muda yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan dunia usaha dan dunia industri, sehingga pertanian menjadi profesi bagi para petani. Guna percepatan penumbuhan petani muda, maka BPPSDMP mengambil langkah konkrit untuk semua unit kerja lingkup Badan PPSDMP untuk bahu membahu menghasilkan petani muda yang mau bergerak/berusahatani mulai dari hulu hingga hilir. Disela-sela Rakernas Pertanian yang dilaksanakan di Hotel Bidakara pada tanggal 5 Januari 2017, Kepala BPPSDMP, Pending Dadih Permana menyatakan bahwa kedepan diharapkan setiap penyuluh dapat melahirkan minimal 5 orang petani muda yang dibimbing secara intensif di Balai Penyuluhan Pertanian.Ditambahkan oleh Kabadan, Sistem Penyuluhan Pertanian harus tetap berjalan, walaupun pada saat ini masih terjadi transisi kelembagaan di Provinsi dan Kabupaten/Kota, namun fungsi penyuluhan sudah terakomodasi dalam urusan bidang pertanian. Untuk mendukung kinerja penyuluh pertanian, maka sarana prasarana penyuluhan dan SDM Penyuluh Pertanian di provinsi, kab/kota dan kecamatan tidak dialihfungsikan dan dialihtugaskan. Jika terjadi alih tugas, agar tidak sampai mengganggu penyelenggaraan penyuluhan pertanian. Untuk mengatasi terbatasnya sumberdaya penyuluh, maka penggunaan cyber extension dapat dioptimalkan dalam penyebaran informasi pertanian sebagai upaya untuk mengatasi kekurangan tenaga penyuluh. Penyuluh swadaya dan swasta juga harus dioptimalkan. Selain itu Pemanfaatan media elektronik (TV) dapat digunakan untuk meningkatkan opini publik, diseminasi teknologi dan penumbuhan minat generasi muda terhadap sektor pertanian. (Nurlaily).