PENYULUH PERTANIAN SEBAGAI UJUNG TOMBAK MENGATASI KETERTINGGALAN DAN KEMISKINAN
Isu sentral pembangunan Kabupaten Kaur adalah ketertinggalan dan kemiskinan dari kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dan rendah produktifitas, diperlukan penanganan sungguh-sungguh agar terlepas dari ketertinggalan dan kemiskinan. Berdasarkan data BAPPEDA Kabupaten Kaur tahun 2004 Kabupaten Kaur 10.395 KK Miskin sebesar 43,74 % dan pada tahun 2006 meningkat menjadi 60,00 %. Sistem penyelenggaraan penyuluhan pertanian yang tersusun dalam programa penyuluhan pertanian 2009 diharapkan mampu menghadapi semua ketertinggalan dan kemiskinan dalam rangka pelaksanaan kebijakan dan otonomi dan mampu bersaing dalam erah globalisasi. Penyelenggaraan penyuluh pertanian meliputi fungsi pengelolaan mulai dari perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, pengendalian dan evaluasi serta penggunaan sumber daya. Perencanaan dalam programa penyelenggaraan penyuluhan pertanian diarahkan pada penetapan tujuan yang ingin dicapai adalah : - Pembangunan pertanian yang berwawasan agribisnis - Kelestarian lingkungan - Ketahanan pangan - Prioritas pembangunan pertanian yang ada dilapangan Untuk menghadapi ketertinggalan itu di Badan Ketahanan Pangan Pelaksanaan Penyuluhan Pertanian perikanan dan Kehutanan (BKP5K) Kabupaten Kaur memiliki jumlah tenaga penyuluh pertanian sampai dengan tahun 2010 berjumlah 85 orang yang terdiri dari 33 PNS dan 52 orang THL TB PP. Tenaga penyuluh itu tersebar di tiga BPP yaitu BPP Muara Tetap, BPP Tanung Harapan dan BPP Tanjung Ganti. (Sumber: Programa Tahun 2010)