Penyuluh Pertanian Sebagai Ujung Tombak Swasembada Beras
Penyuluh pertanian menjadi ujung tombak dan garda terdepan Kementerian Pertanian dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, khususnya petani, sebagai pelaku utama pada sektor pertanian untuk mengoptimalkan kegiatan budidaya pertanian dari hulu hingga hilir yang nantinya akan bermuara pada peningkatan produktivitas dan efisiensi dalam berusaha tani, serta akan mamantik terwujudnya swasembada pangan di Indonesia. Selain itu, penyuluh pertanian juga berperan mendorong terciptanya inovasi dan modernisasi pertanian bagi para petani yang menjadikan peranan penyuluh makin penting dan strategis. Peningkatan produktivitas usaha tani yang dilakukan petani tersebut akan sejalan dengan pemenuhan kebutuhan masyarakat terhadap pangan yang terus meningkat sepanjang tahun, sekaligus mendorong terwujudnya swasembada pangan. Swasembada pangan merupakan kondisi di mana suatu negara mampu memenuhi kebutuhan pangan dalam negeri tanpa mengandalkan impor pangan dari negara lain. Hal ini makin mengharuskan penyuluh menjalankan peran dan eksistensinya sebaik mungkin untuk mewujudkan tujuan tersebut Mengingat upaya memantapkan swasembada pangan beras mencakup aspek produksi dan konsumsi, maka strategi kebijakan yang disarankan juga terbagi atas upaya peningkatan produksi padi dan penurunan pangsa konsumsi beras sebagai sumber karbohidrat. Strategi Peningkatan Produksi Padi a. Program intensifikasi melalui kegiatan yang diarahkan untuk peningkatan produktivitas padi. Rencana aksi yang dapat dilakukan antara lain: Penyediaan sarana produksi, utamanya benih dan pupuk, secara 6 tepat. Oprasionalisasi rencana aksi ini melalui perubahan fokus kegiatan bantuan benih dan penyediaan pupuk bersubsidi di daerah yang tingkat produktivitasnya masih rendah (di bawah 5 ton/ha). Optimalisasi bantuan alsintan (pra panen, panen, dan pascapanen) dan/atau rencana bantuan alsintan diarahkan pada daerah yang tingkat produktivitasnya masih rendah. Perbaikan penanganan pascapanen gabah (penjemuran dan penggilingan). Kehilangan hasil selama proses penjemuran masih sekitar 5%, sehingga apabila dapat kurangi menjadi sekitar 3% maka ada potensi tambahan produksi gabah 2%. Untuk penggilingan, modernisasi RMU dapat meningkatkan rendemen gabah ke beras dan kualitas beras. Operasionalisasi kegiatan ini dapat bekerja sama dengan Persatuan Penggilingan Padi Indonesia (Perpadi) b. Program ekstensifikasi melalui (utamanya) peningkatan indeks panen. Rencana aksi yang dapat dilakukan antara lain: Perbaikan tata kelola (termasuk penyediaan) sumber daya air. Operasionalisasi rencana aksi ini dilakukan melalui optimalisasi bantuan pompa air dan pemanfaatan embung yang telah dibangun sebelumnya. Perbaikan jaringan irigasi untuk memperluas jangkauan layanan air. Kegiatan ini dapat dipadukan dengan program padat karya. Penggunaan benih padi berumur pendek (genjah) untuk mengoptimalkan ketersediaan air; dan disertai dengan pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT).