Loading...

PERAN AKTIF BPTP NTT DALAM LOKAKARYA MEMBANGUN SDM PETERNAKAN SAPI DI PROVINSI NTT DALAM MENDUKUNG SWASEMBADA DAGING 201

PERAN AKTIF   BPTP NTT DALAM  LOKAKARYA  MEMBANGUN SDM PETERNAKAN SAPI DI PROVINSI  NTT DALAM MENDUKUNG SWASEMBADA DAGING 201
Permasalahan klasik yang dihadapi oleh peternak khususnya petani peternak sapi di NTT adalah minimnya ketersediaan pakan di musim kemarau dan sebaliknya melimpah di musim hujan. Sehingga sangat dibutuhkan sebuah strategi yang mampu memecahkan permasalahan tersebut yang diantaranya dapat dicapai dengan teknologi pengawetan pakan. Namun, untuk mendiskusikan secara mendalam mengenai strategi tersebut maka telah dilakukan sebuah lokakarya dengan topik kegiatan membangun SDM Peternakan Sapi di Provinsi NTT dalam mendukung swasembada daging 2014 di Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Noelbaki, Kamis tanggal 6 Maret 2012. BPTP NTT sebagai salah satu sumber teknologi di NTT telah berpartisipasi aktif dalam kegiatan lokakarya tersebut berupa pameran teknologi yang diantaranya mengenai teknologi biogas dari kotoran ternak sapi dan alat pengawetan pakan yang dikenal sebagai Hay Press. Teknologi biogas yang dipamerkan tersebut telah dikaji oleh tim Pengkaji BPTP NTT di beberapa daerah atau kabupaten di NTT sehingga telah dikenal oleh hampir sebagian besar penghasil ternak sapi seperti Kupang, TTS, TTU, Belu, Ende, Ngada, Nagekeo, Sumba Timur. Biogas yang dihasilkan sangat bervariasi antara beberapa kabupaten tersebut, misalnya di kabupaten Kupang berasal dari kotoran ternak sapi, demikian pula di TTS, TTU, Belu, Ngada dan Nagekeo. Namun di Ende, selain dari kotoran ternak sapi, juga dari kotoran ternak kambing dan babi. Saat ini BPTP NTT menjalin kerja sama dengan Bapeldalda Propinsi NTT, Nakertrans Propinsi NTT dan Undana. Khusus kerja sama dengan Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Noelbaki-Kupang, BPTP NTT telah bekerja sama terutama berperan sebagai narasumber atau pelatih/instruktur pada diklat - diklat yang diselenggarakan baik bagi petugas pertanian maupun petani. Wujud nyata hasil latihan adalah telah terpasangnya 1 (satu) unit biogas yang berasal dari kotoran ternak sapi di lahan BBPP Noelbaki tersebut oleh teknisi dari BPTP NTT yaitu Agustinus Dule Mata. Demikian halnya mengenai teknologi pengawetan pakan. Berbagai teknologi juga telah disampaikan pada diklat yang diadakan. Selain itu, khusus dalam lokakarya tersebut, BPTP NTT berperan sebagai Nara Sumber mengenai Pengelolaan Hijauan Pakan Untuk Mengatasi Kebutuhan Pakan Musim Kemarau oleh Dr. Jacob Nulik sebagai seorang ahli dalam bidang pakan ternak di BPTP NTT. Sedangkan mengenai materi pameran pada lokakarya tersebut, selain biogas, juga dipamerkan alat pembuatan hay yakni Hay Press hasil modifikasi teknisi BPTP NTT serta beberapa media informasi teknologi hasil kajian BPTP NTT dalam bentuk poster dan folder. Lokakarya dibuka secara resmi oleh Wakil Gubernur NTT dan ditutup oleh Kepala BBPP Noelbaki. Penulis : Ir. Onike T. Lailogo (Penyuluh Pertanian Madya, BPTP NTT)