Loading...

Peran Dan Penggunaan PGPR Pada Pengendalian OPT Tanaman Cabai

Peran Dan Penggunaan PGPR Pada Pengendalian OPT Tanaman Cabai
Peran dan penggunaan PGPR pada pengendalian OPT tanaman cabaiDengan adanya dampak negatif dari pestisida, maka diperluakan teknologo alternatif yang aman bagi lingkungan untuk meningkatkan produksi pertanian yang lebih aman. Seperti contoh dikembangkannya PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria). PGPR merupakan teknologi alternatif yang ramah lingkungan yang merupakan bakteri pemacu pertumbuhan tanaman. Bakteri yang terdapat di dalam PGPR adalah sejenis bakteri yang biasa hidup di dalam akar tanaman.Bahan Biang PGPR:1. 100 gram akar bambu 2. 100 gram akar putri malu3. 100 gram rumput gajah4. 100 gram akar alang-alang5. 100 gram sereh6. 100 gram kecambah kacang hijauKeenam bahan tersebut bisa digunakan semua atau salah satu diantaranya. (akar-akaran dicuci tapi tidak terlalu bersih)Cara membuat :1. Cacah atau potong kecil-kecil semua bahan ± 1 cm sebanyak 10 gram dimasukkan kedalam 100 ml air steril / aquades.2. Rendam selama 1-3 hari, kemudian saring dan hasil saring / larutan yang encer digoyang-goyangkan secara horizontal selama 20 menit atau menggunakan centrifuge selama 5 menitBAHAN PEBANYAKAN PGPR1. 400 gram gula pasir2. 200 gram trasi3. 1 kg dedak halus4. 10 liter airCara membuat1. Rebus bahan 1 s/d 4 selama 20 menit2. Sebelum dingin saring airnya dan masukkan ke dalam jerigen3. Seteleh dingin campurkan biang PGPR yang sudah disiapkan tadi kedalam jerigen dan tutup rapat. Setelah 15 hari PGPR siap digunakanAplikasi PGPR pada tanaman cabai yaitu PGPR 1 gelas air mineral diecerkan 10 Liter air baru dikocorkan atau disemprot ke tanaman. Waktu aplikasi pagi sebelum jam 09.00 ataupun sore setelah jam 17.00.