PERAN ISLAM DALAM PERTANIAN
BAB I
PENDAHULUAN
1. Latar Belakang
Sebagian besar penduduk indonesia bermata pencaharian sebagai petani, maka dari itu, indonesia disebut negara agraris. Dengan tingkat kesuburan lahan no 4 didunia indonesia disebut-sebut salah satu surga dunia.
Tetapi pada kenyataannya kesejahteraan petani indonesia masih jauh dari kata sejahtera, negara kita masih menjadi pengimpor besar terbesar di asia, hal ini berbanding terbalik dengan apa yang telah digembargomborkan, bahwa negara kita adalah negara agraris.
2. Rumusan Masalah
Ada apa dengan indonesia, apa yang salah dengan negara ini?
Apakah tanah negara kita sudah tidak subur lagi?
Apakah Petani kia sudah lupa cara bercocok tanam?
Apakah aparatur pemerintahan khususnya para penyuluh pertanian yang salah
BAB II
PEMBAHASAN
2.1. Perkembangan ilmu pertanian
Ilmu pertanian adalah ilmu yang mempelajari segala sesuatu yang berhubungan dengan cara- cara pembudidayaan tanaman dan ternak, baik yang berkaitan dengan aspek fisik, ekonomi, dan sosial kelembagaan yang berubungan dengan pemecahan masalah-masalah pertanian dalam arti luas
Ilmu pertanian salah satu ilmu yang tertua yang ada di bumi ini , sejak nabi Adam as diturunkan kebumi ini dibekali oleh Alloh SWT dengan kemampuanbercock tanam agar dapat bertahan di bumi.
.Agama Islam merupakan agama Samawi yang penyampaian Syariat nya melalui perantara Rasul-rasul-Nya. Ajarannya membimbing umat agar selamat di dunia dan di akhirat dengan kehidupan yangseimbang antara keduanya. Untuk mewujudkan hal tersebut, maka Allah membekali Nabi Muhammad sebagai Rasul terakhir dengan kitab suci al-Quran.Firman Allah Swt: “Al Quran ini adalah pedoman bagi manusia, petunjuk dan rahmat bagikaum yang meyakini”. (Q.S. al-Jatsiyah [45] : 20)
Islam sebagai agama yang memiliki banyak dimensi, mulai dari dimensi keimanan, akal pikiran, ekonomi, politik, ilmu pengetahuan, lingkungan hidup,sejarah, sampai pada kehidupan rumah tangga dan masih banyak lagi. Untuk memahami berbagai dimensi tersebut, kita memerlukan berbagai pendekatan yangdigali dari berbagai disiplin ilmu.
2.2. Peranan islam dalam pertanian
Islam menaruh perhatian pada bidang pertanian, karena dengan pertanian atau bercocok tanam inilah dapat menghasilkan pangan untuk memenuhi kebutuhan umat manusia maupun sebagai bekal dalam rangka pengambdi/ibadah kepada Alloh SWT. Rasulullah SAW memberikan apresiasi positif kepada kaum Muslimin yang berprofesi sebagai petani. Rasulullah pernah berkata, “Tidak seorang Muslim pun yang bercocok tanam, lalu tanamannya dicuri orang, dimakan binatang liar atau burung, ataupun hilang, maka semua itu dianggap sedekahnya.” (Riwayat Bukhari dan Muslim). Hadits ini menegaskan bahwa semua yang dihasilkan dari aktivitas pertanian yang selama ini dianggap tidak berharga, justru dinilai mulia oleh Alloh SWT.
Manusia didunia ini dalam rangka menjalakan tuga-tugas yang telah diberikan oleh Alloh SWT kepada umat manusia. Diantara sekian banyak tugas yang harus dikerjakan manusia, bisa digolongkan menjadi dua tugas besar, sebagai berikut:.
1, tugas manusa selaku hamba/abid
2, tugas manusa selaku kholifah/Pemimpin/pengurus bumi
Ketika seorang hamba sedang melakukan ibadah ritual, maka seorang hamba itu sedang berperan sebagai hamba, tetapi ketika seorang hamba sedang melaksanakan tugas keprofesian, maka seorang hamba tersebut sedang melaksanakan tugas sebagai kholifah.
Seorang petani melakukan kegiatan mengolah lahan, becocok tanam, beternak dan sebagainya, sesungguhnya ia sedang melaksanakan perintah Alloh dalam melaksanakan tugas sebagai seorang kholifah.
Dalam pelaksanaan kegiatan bertani, Islampun mengajarkan agar para petani menghasilkan produk-produk yang baik, bermutu, ramah lingkungan, dan halalan toyyiban.
Dalam perjalanannya Islam tak mengekang umatnya untuk menghasilkan atau tidak formula terbaru di bidang pertanian. Itu sebabnya, dalam catatan sejarah, pertanian Islam pernah mengalami masa kejayaan, bahkan bisa disebut sebagai pelopor pertanian modern.
Abad ke 8 telah terjadi revolusi yang mengubah wajah pertanian dunia ( Revolusi Hijau). Umat Islam mampu melakukan revolusi hijau atau revolusi pertanian. Saat itu, umat Islam mampu melakukan perubahan fundamental di sektor pertanian. Revolusi ini dimulai dari bagian paling timur dunia Islam (Asia), hingga merambah ke Spanyol (Eropa).Dampak revolusi ini sungguh luar biasa., berdampak positif pada produksi pertanian.
2.3. Paradigma pembangunan pertanian.
Paradigma merupakan kumpulan tata nilai yang membentuk pola pikir seseorang sehingga mempengaruhi citra subyektif seseorang mengenai realita dan dapat menentukan bagaimana seseorang menanggapai realita tersebut. Sedangkan pembangunan adalah proses jangka panjang untuk meningkatkan pendapatan nasional yang pada dasarnya butuh perubahan dan pertumbuhan.
Paradigma pembangunan adalah cara pandang terhadap suatu persoalan pembangunan yang di pergunakan dalam penyelenggaraan pembangunan dalam arti pembangunan baik secara proses maupun sebagai metode untuk mencapai peninggkatan kualitas kehidupan manusia, kesejahteraan bagi masyarakat petani.
Paradigma pembangunan di indonesia telah mengalami perubahan di awali dari pembangunan berkelanjutan dimana pembangunan pertanian ini dapat memberikan kontribusi penting terhadap penyediaan lapangan kerja, peningkatan pendapatan petani, mendorong pemerataan pendapatan dan pemerataan kesempatan berusaha dan pelestarian sumber daya alam. Mengingat paradigma pembangunan berkelanjutan berupaya memenuhi kebutuhan masa kini, tanpa mengurangi kebutuhan generasi masa depan.
Pembangunan pertanian pada masa lampau yang lebih menekankan pada pertumbuhan ekonomi, telah menimbulkan dampak negatif terhadap ketersediaan sumber daya alam dan kualitas lingkungan. Akibatnya, setelah hampir empat dasawarsa pembangunan berlangsung , kondisi pertanian nasional masih di hadapkan pada berbagai masalah, diantaranya :
Ø Menurunnya kesuburan dan produktifitas lahan
Ø Berkurangnya daya dukung lingkungan
Ø Meningkatnya konversi lahan pertanian produktif
Ø Meluasnya lahan kritis
Ø Meningkatnya pencemaran dan kerusakan lingkungan
Ø Meningkatnya jumlah penduduk
Melihat masalah-masalah yang terjadi ini semakin menunjukkan bahwa paradigma pembangunan selalu dan harus berubah dari waktu ke waktu, sesuai dengan tuntutan zaman dan permasalahannya. Paradigma pembangunan di indonesia dalam bidang pertanian harus mengubah paradigma lama. Paradigma profitabilitas harus segera di gantikan oleh paradigma berkelanjutan juga dengan paradigma keseimbangan, selain itu paradigma efisiensi lingkungan harus lebih di kedepankan dari pada paradigma efisiensi teknis.
2.4 . pembangunan pertanian berkelanjutan dan ramah lingkungan.
Paradigma berkelanjutan adalah pembangunan yang memenuhi kebutuhan masa kini tanpa mengurangi kemapuan generasi mendatang, membentuk petani yang mandiri, dapat memenuhi kebutuhan mereka sendiri dan terciptanya ketahanan pangan secara nasional.
Pertanian berkenjutan (sustainable agricuture) merupakan implementasi dari konsep pembangunan. Selain itu pembangunan pertanian tidak boleh mengabaikan kelestarian lingkungan, tidak mengakibatkan dampak buruk terhadap lingkungan, aspek kearifan lokal, dan tidak berbenturan dengan norma/nilai budaya, sehingga diperlukan cara-cara baru yang, sehingga perlu langkah-langkah sebagai berikut:
Ø Konsep penyuluhan yang Praktis dan berorientasi pada kepentingan petani
Ø Konsep budidaya berwawasan lingkungan
Ø Budidaya tanaman sehat untuk tanaman pangan
Ø Pengendalian penggunaan pestisida
Ø Penggunanaan dan penggalaan pestisida nabati
Ø Penggunaan pupuk organik
Ø Gerakan nasional GO Organik
Ø Menemukan bibit unggul yang sesuai dengan karakteristik lahan
Ø Kebijakan pemerintah yang memihak petani
Ø Payung hukum budidaya ramah lingkungan
Ø Standarisasi konsep bubidaya ramah lingkungan
Ø Pengendalian alih fungsi lahan
Dengan cara/langkah tersebut diharapkan terwujudnya masyarakat madani, dan negara yang baldatun toyyibatun waa robbun gofur seperti yang dicia-citakan Rosululloh SAW
BAB III
PENUTUP
Pembangunan pertanian pada masa lampau yang lebih menekankan pada pertumbuhan ekonomi, telah menimbulkan dampak negatif terhadap ketersediaan sumber daya alam dan kualitas lingkungan.
Dengan memperhatikan persoalan yang dihadapi di sektor pertanian ke depan yang semakin kompleks, baik dari aspek globalisasi ekonomi, lingkungan maupun dampak pemanasan global, maka tampaknya tidak ada pilihan lain untuk mengubah paradigma lama.
Proses pembangunan industri didasari atas teknologi padat karya dengan sektor pertanian sebagai sektor pemimpin yang akan menciptakan pertumbuhan seiring dengan perluasaan kesempatan kerja, peningkatan kinerja ekonomi dan pendapatan petani.
DAFTAR PUSTAKA
Ø http://ihsanramadhan18.blogspot.in/2015/09/perkembangan-ilmu pertanian -dalam-islam.html?m=1
Ø Shalikhi. A karwan.sistem pembangunan berkelanjutan.hal 1- 10.
diperta.jabarprov.go.id