Loading...

Peran Jaringan Irigasi dalam Meningkatkan Produktivitas Pertanian

Peran Jaringan Irigasi dalam Meningkatkan Produktivitas Pertanian
Peran Jaringan Irigasi dalam Meningkatkan Produktivitas Pertanian Budidaya padi merupakan salah satu kegiatan pertanian yang sangat bergantung pada ketersediaan air. Di tengah tantangan perubahan iklim dan keterbatasan sumber daya air, pengelolaan air yang efisien menjadi kunci keberlanjutan produksi padi. Strategi hemat air tidak hanya membantu menjaga lingkungan, tetapi juga meningkatkan efisiensi produksi dan ketahanan pangan. Sistem irigasi tradisional sering kali menggunakan metode genangan terus-menerus yang menyebabkan pemborosan air, peningkatan emisi gas rumah kaca, dan penurunan efisiensi penggunaan air. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan baru yang lebih adaptif dan hemat air. Irigasi atau pengairan merupakan upaya yang dilakukan manusia untuk mengairi lahan pertanian. Dalam dunia modern, saat ini sudah banyak model irigasi yang dapat dilakukan manusia. Pada zaman dahulu, jika persediaan air melimpah karena tempat yang dekat dengan sungai atau sumber mata air, maka irigasi dilakukan dengan mengalirkan air tersebut ke lahan pertanian. Namun, irigasi juga biasa dilakukan dengan membawa air dengan menggunakan wadah kemudian menuangkan pada tanaman satu per satu. Irigasi adalah : Suatu sistem untuk mengairi suatu lahan dengan cara membendung sumber air. Usaha penyediaan, pengaturan, dan pembuangan air irigasi untuk menunjang pertanian yang jenisnya meliputi irigasi permukaan, irigasi rawa, irigasi air bawah tanah, irigasi pompa, dan irigasi tambak. Jaringan irigasi adalah : Saluran, bangunan, dan bangunan pelengkapnya yang merupakan satu kesatuan yang diperlukan untuk penyediaan, pembagian, pemberian, penggunaan, dan pembuangan air irigasi. Jaringan irigasi primer adalah bagian dari jaringan irigasi yang terdiri dari bangunan utama, saluran induk/primer, saluran pembuangannya, bangunan bagi, bangunan bagi-sadap, bangunan sadap, dan bangunan pelengkapnya. Jaringan irigasi sekunder adalah bagian dari jaringan irigasi yang terdiri dari saluran sekunder, saluran pembuangannya, bangunan bagi, bangunan bagisadap, bangunan sadap, dan bangunan pelengkapnya. Jaringan irigasi tersier adalah jaringan irigasi yang berfungsi sebagai prasarana pelayanan air irigasi dalam petak tersier yang terdiri dari saluran tersier, saluran kuarter dan saluran pembuang, boks tersier, boks kuarter, serta bangunan pelengkapnya. Maksud dan Tujuan Irigasi antara lain : Memberantas hama, Gangguan hama pada tanaman seperti tikus, wereng dan ulat dapat diberantas dengan cara menggenangi permukaan tanah tersebut dengan air sampai batas tertentu. Mengatur suhu tanah, Mengatur suhu tanah, misalnya pada suatu daerah suhu tanah terlalu tinggi dan tidak sesuai untuk pertumbuhan tanaman maka suhu tanah dapat disesuaikan dengan cara mengalirkan air. Membersihkan tanah, Membersihkan tanah, dilakukan pada tanah yang tidak subur akibat adanya unsur-unsur racun dalam tanah. Mempertinggi permukaan air tanah. Mempertinggi permukaan air tanah dan memungkinkan tanaman untuk mengambil air melalui akar-akar meskipun permukaan tanah tidak dibasahi. Fungsi Irigasi : Memasok kebutuhan air tanaman Menjamin ketersediaan air. Menurunkan suhu tanah. Mengurangi kerusakan akibat frost. Melunakkan lapis keras pada saat pengolahan tanah. Fungsi Saluran Irigasi secara spesifik antaralain untuk: Mengambil air dari sumber (divering) Membawa/mengalirkan air dari sumber ke lahan pertanian (conveying). Mendistribusikan air kepada tanaman (distributing). Mengukur dan mengatur aliran air (regulating and measuring) Sumber: Dari berbagai Sumber dan Pengalaman Penulis Penyusun: Dr. Robinson Putra, SP., M.Si (Penyuluh Pertanian BRMP Lampung)