Fungsi penyuluh antara lain adalah memfasilitasi proses Pembelajaran Pelaku Utama Dan Pelaku Usaha; dan memfasilitasi pengembangan Ekonomi Yang Berdaya Saing Tinggi, Produktif, Menerapkan Tata Kelola Berusaha Yang Baik, Dan Berkelanjutan; Membantu Menganalisis Dan Memecahkan Masalah Serta Merespon Peluang Dan Tantangan Yang Dihadapi Pelaku Utama Dan Pelaku Usaha Dalam Mengelola Usaha; Berkaitan dengan hal tersebut, aktifitas penyuluh pertanian mulai bergeliat khususnya pada Kecamatan Soppeng Riaja yang dimotori oleh Muhammad Yunus, Safri dan Arma dalam memfasilitasi kelompok untuk pengembangan usaha. Menurut penyuluh yang bertugas di lokasi tersebut, kegiatan yang berkembang tidak lepas dari support Camat Sopeng Riaja Charlie Fischer. Hal ini terungkap dalam kunjungan yang dilakukan oleh Kepala Kantor Pelaksana Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Jon Rantepadang di kelompok Tani Bunga Wellu desa Lawallu. Kelompok Wanita Tani Bunga Wellu merupakan kelompok tani yang bergerak pada kegiatan pemanfaatan pekarangan. Mereka nemanfaatkan waktu luang untuk mengelola halaman yang ada di sekitar rumahnya termasuk kolong rumah karena rumah mereka rata-rata rumah panggung. Pembentukan kelompok yang beranggotakan 20 orang didasari atas faktor hobi dan kebiasaan untuk menanam sayuran di halaman rumah masing-masing dengan maksud memenuhi kebutuhan konsumsi sayur di rumah. Karena anggota mereka adalah perempuan sehingga mereka nama bunga dan wellu adalah sesuai nama desanya Lawallu, dengan harapan semoga kelompok ini membukakan harapan kesejahteraan untuk masyarakat yang ada di desa tersebut. Seiring dengan semakin sempitnya lahan pertanian akibat pertambahan jumlah penduduk yang pesat, membuat tuntutan ekonomi masyarakat juga semakin meningkat. Hal ini diperlukan suatu kerja keras dan kreativitas yang tinggi untuk menjawab semua tantangan tersebut. Salah satu yang dilakukan oleh kelompok wanita tani Bunga Wellu adalah dengan mengubah paradigma berpikir dalam hal pengelolaan pemanfaatan pekarangan dengan berorientasi pada agribisnis dan pemenuhan kebutuhan pangan keluarga yang sehat/aman untuk dikonsumsi. Meskipun pada awalnya produksi yang diperoleh melalui pemanfaatan pekarangan hanyasekedar tambahan untuk kebutuhan pangan rumah tangga juga belum memperhatikan faktor gizi dan keamanan pangan. Namun berkat bimbingan dari berbagai pihak terutama penyuluh pendamping, kepala desa, camat dan aparat pemerintah lainnya, maka kelompok wanita tani Bunga Wellu telah memproduksi tanaman yang bersifat organik. Meskipun hasilnya produksinya secara kuantitas belum maksimal, namun suadah dapat dijual di pasar lokal bahkan sudah menembus pasar swalayan / supermarket. Menurut Kepala KP4K, pengembangan usaha yang telah dilakukan mudah-mudahan dapat direplikasi ke lokasi lainnya karena kegiatan seperti ini akan berdampak sangat besar dalam memenuhi kebutuhan keluarga dan bahkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. oleh : Muhammad Yunus, S.Pi (Penyuluh Perikanan BP3K Kec. Soppeng Riaja)