Loading...

Peran Strategis POPT dan Penyuluh Pertanian dalam Pengawalan Budidaya Padi dari Awal hingga Panen

Peran Strategis POPT dan Penyuluh Pertanian dalam  Pengawalan Budidaya Padi dari Awal hingga Panen

Rangsang Pesisir - Keberhasilan usaha budidaya tanaman padi tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan sarana produksi, tetapi juga oleh pendampingan teknis yang berkelanjutan. Dalam hal ini, Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) dan Penyuluh Pertanian memiliki peran strategis dalam mengawal setiap tahapan budidaya padi, mulai dari persiapan lahan hingga panen.

Penyuluh pertanian berperan mendampingi petani dalam penerapan teknologi budidaya, mulai dari pengolahan lahan, pemilihan varietas, persemaian, pemupukan, hingga panen dan pascapanen. Sementara itu, POPT melaksanakan pengamatan, peramalan, dan pengendalian OPT berdasarkan prinsip Pengendalian Hama Terpadu (PHT). Sinergi POPT dan penyuluh pertanian memastikan tanaman padi tumbuh optimal, serangan OPT terkendali, dan risiko kehilangan hasil dapat ditekan. Pendampingan yang tepat menjadi kunci peningkatan produktivitas padi dan keberlanjutan usaha tani.

Pada tahap persiapan lahan, penyuluh pertanian berperan memberikan arahan mengenai teknik pengolahan tanah yang baik, pengelolaan air, serta kesiapan lahan sesuai kondisi agroekosistem setempat. Pengolahan lahan yang tepat akan menciptakan kondisi fisik dan biologis tanah yang mendukung pertumbuhan awal tanaman. Pada tahap ini, POPT juga berperan mengidentifikasi potensi awal organisme pengganggu tumbuhan (OPT) yang dapat berkembang sejak awal musim tanam.

Pada tahap persemaian dan penanaman, penyuluh pertanian membimbing petani dalam pemilihan varietas unggul, penggunaan benih bermutu, serta teknik persemaian dan tanam yang dianjurkan. Sementara itu, POPT melakukan pengamatan dini terhadap kemungkinan serangan hama dan penyakit pada bibit, sehingga tindakan pencegahan dapat dilakukan lebih awal sebelum serangan meluas.

Memasuki fase pertumbuhan vegetatif, peran penyuluh pertanian semakin penting dalam memberikan rekomendasi pemupukan berimbang, pengaturan air, dan pengendalian gulma. Pada tahap ini, POPT melakukan pengamatan rutin OPT di lapangan, menentukan tingkat serangan, serta memberikan rekomendasi pengendalian berdasarkan prinsip Pengendalian Hama Terpadu (PHT). Pengamatan yang intensif pada fase ini sangat penting untuk mencegah ledakan hama dan penyakit yang dapat menurunkan produktivitas.

Pada fase generatif hingga pengisian gabah, penyuluh pertanian terus mengawal penerapan teknik budidaya yang tepat agar tanaman dapat berproduksi optimal. POPT berperan memastikan pengendalian OPT dilakukan secara tepat sasaran dan bijaksana, sehingga serangan pada fase kritis tanaman dapat ditekan tanpa merusak keseimbangan lingkungan.

Menjelang panen, penyuluh pertanian memberikan pendampingan terkait penentuan waktu panen yang tepat, teknik panen yang efisien, serta penanganan pascapanen untuk menjaga mutu gabah. Di sisi lain, POPT tetap melakukan pengamatan untuk mengantisipasi serangan OPT akhir musim yang berpotensi menimbulkan kehilangan hasil.

Sinergi antara POPT dan penyuluh pertanian dalam setiap tahapan budidaya padi menjadi kunci penting dalam meningkatkan produktivitas, menekan risiko gagal panen, serta mendukung pertanian yang berkelanjutan. Melalui pengawalan yang intensif dari awal hingga panen, diharapkan petani mampu menerapkan teknologi budidaya yang tepat dan menghasilkan produksi padi yang optimal. (RD)