Loading...

PERANAN LIMBAH PABRIK KELAPA SAWIT

PERANAN LIMBAH PABRIK KELAPA SAWIT
PERANAN LIMBAH PABRIK KELAPA SAWIT Peranan Limbah Cair Pabrik Kelapa Sawit Peranan limbah cair pabrik kelapa sawit bagi tanah, yaitu Sebagai sumber hara tanaman, seperti N, P, K, Ca dan Mg yang dibutuhkan oleh tanaman. Sebagai sumber air bagi tanaman, terutama pada tanaman perkebunan yang terdapat Land aplication Sebagai bahan organik tanah, lumpur dari endapan LCPKS menjadi sludge yang memperbaiki tekstur tanah. Sebagai media tumbuh bagi mikroorganisme tanah yang membantu penguraian bahan organik tanah (Fauzi, dkk. 2005). Peranan hara nitrogen pada tanaman yaitu sebagai penyusun klorofil yang menyebabkan daun berwarna hijau, sintesa klorofil dan fotisintesis. membantu dalam proses pembentukan protein. Peranan hara fosfor pada tanaman yaitu pembelahan sel dan pembentukan lemak dan albumin, pembentukan bunga, buah dan biji. Kematangan tanaman melawan efek nitrogen, merangsang perkembangan akar. Meningkatkan kualitas hasil tanaman dan ketahanan terhadap hama dan penyakit. Pembentukan ATP, ADP, AMP (Damanik, dkk, 2006). Hara Ca berperan dalam pembentukan lamella tengah sel, sintesis kalsium pektat, membantu permeabelitas membran. Hara Mg berperan dalam menyusun klorofil, aktivator enzim dan transfer energi, meningkatkan keasaman pH dalam sel (Lakitan, 2010).Fosfor berperan dalam metabolisme tanaman seperti transfer energi Adenosin Triphosphate (ATP), Adenosin diphosphate (ADP), Adenosin Monophosphate (AMP). Peranan hara kalium pada tanaman sebagai aktivator dari berbagai enzim yang esensial dalam reaksi-reaksi fotosintesis dan respirasi, serta untuk enzim yang terlibat dalam sintesis protein dan pati. Mengendalikan membuka dan menutupnya stomata, meningkatkan transport hasil fotosintesis ke bagian penyimpanan Peranan Limbah Padat Pabrik Kelapa Sawit Tandan kelapa sawit yang diubah menjadi kompos berguna memperbaiki struktur organik pada lapisan tanah, terutama pada kondisi tanah tropis. Kompos merupakan sumber Fosfor (P), Kalsium (ca), Magnesium (Mg), dan Karbon (C). Perlu diketahui bahwa pada proses pengomposan TKKS tidak menggunakan cairan asam dan bahan kimia lain sehingga tidak terdapat pencemaran atau polusi. Proses pengomposan pun tidak menghasilkan limbah. Dibawah ini ditampilkan beberapa gambar pengomposan (Tim Penulis. 2006). Kompos TKKS dapat dimanfaatkan untuk memupuk semua jenis tanaman. Kompos TKKS memiliki beberapa sifat yang menguntungkan antara lain sebagai memperbaiki struktur tanah berlempung menjadi ringan, membantu kelarutan unsur-unsur hara yang diperlukan bagi pertumbuhan tanaman, bersifat homogen dan mengurangi resiko sebagai pembawa hama tanaman merupakan pupuk yang tidak mudah tercuci oleh air yang meresap kedalam tanah dan dapat diaplikasikan pada sembarang musim (PPKS, 2008). Pengolahan Limbah Cair Pabrik Kelapa Sawit (LCPKS) Menurut Tim Penulis (2006) Limbah cair pabrik kelapa sawit (PKS) dihasilkan dari 3 tahap proses, yaitu : Proses sterilisasi (pengukusan) untuk mempermudah perontokan buah daritandannya, mengurangi kadar air, dan untuk inaktifasi enzim lipase dan oksidase. Proses ekstraksi minyak untuk memisahkan minyak daging buah dari bagian lainnya. Proses pemurnian (klarifikasi) untuk membersihkan minyak dari kotoran lain. Sedangkan teknik pengolahan limbah cair yang biasanya diterapkan di Pabrik kelapa sawit menurut PPKS (2008) adalah : Kolam pengumpul (fatfit) Kolam ini berguna untuk menampung cairan-cairan yang masih mengandung minyak yang berasal dari air kondensat dan stasiun klarifikasi, kemudian dimasukkan ke unit deoiling ponds untuk dikutip minyaknya dan diturunkan suhunya dari 700C – 80 0C menjadi 400C -45 0C melalui menara ataubak pendingin. Kolam Pengasaman Pada proses ini digunakan mikroba untuk menetralisir keasaman cairanlimbah, pengasaman bertujuan agar limbah cair yang mengandung bahan organik lebih mudah mengalami biodegradasi dalam suasana anaerobik. Limbah cair dalam kolam ini mengalami asidifikasi yaitu terjadinya kenaikan konsentrasi asam-asam yang mudah menguap. Waktu penahanan hidrolisis (WPH) limbah cair dalam kolam pengasaman ini selama 5 hari. Kemudian sebelum diolah di unit pengolahan limbah kolam anaerobik, limbah dinetralkan terlebih dahulu dengan menambahkan kapur tohor hingga mencapai pH antara 7,0-7,5. Kolam anaerobik primer Pada proses ini memanfaatkan mikroba dalam suasana anaerobik atau aerobik untuk merombak BOD (Biological Oxygen Demand) dan biodegradasi bahan organik menjadi senyawa asam dan gas. WPH dalam kolam ini mencapai 40 hari. Kolam anaerobik sekunder Adapun WPH limbah dalam kolam ini mencapai 20 hari, kebutuhan lahan untuk kolam anaerobik primer dan sekunder mencapai 7 ha untuk PKS dengan kapasitas 30 ton TBS/jam. Kolam Pengendapan Kolam pengendapan ini bertujuan untuk mengendapkan lumpur-lumpur yang terdapat dalam limbah cair, WPH limbah dalam kolam ini berkisar 2 hari. Biasanya ini merupakan pengolahan terakhir sebelum limbah dialirkan kebadan air dan diharapkan pada kolam ini limbah sudah memenuhi standar baku mutu air sungai. Limbah Cair Pabrik Kelapa Sawit (LCPKS) dari pabrik PKS dihasilkan dari ± 55% dari tandan buah segar (TBS) yang diolah pabrik. LCPKS berasal dari satu unit pengukus 12%, klarifikasi 50%, dan buangan dari hidrosiklon 5% dalam bentuk cairan (Fauzi, dkk. 2005). Limbah cair kelapa sawit berasal dari unit proses pengukusan (sterilisasi), proses klarifikasi dan buangan dari hidrosiklon. LCPKS berasal dari satu unit pengukus 12%, klarifikasi 50%, dan buangan dari hidrosiklon 5%. Pada umumnya, limbah cair kelapa sawit mengandung bahan organik yang cukup tinggi sehingga potensial mencemari air tanah dan badan air (Utomo danWidjaja, 2004). Limbah Cair Pabrik Kelapa Sawit (LCPKS) mengandung unsur hara yang tinggi seperti N 454 ppm, P2O5 170 ppm, K2O 1.641 ppm, Mg 334 ppm, dan Ca 249 ppm, pH 6,55. BOD (Biologycal Oxygen Demand) 2,555 ppm, COD (Chemical Oxygen Demand) 14, 345 ppm, Oil and Grease 0,11%, Total alkalinity 2.763 ppm, total solid 1,64 ppm, volatile fatty acid yaitu 579 ppm sehingga limbah cair tersebut berpeluang untuk digunakan sebagai sumber hara bagi pertumbuhan berbagai jenis tanaman, dari tanaman perkebunan seperti kelapa sawit dan karet sampai ke tanaman pangan (jagung, kedelai) serta tanaman sayur-sayuran (Fauzi, dkk. 2005). Limbah cair yang digunakan yaitu limbah cair yang berada di kolam LA (Land Aplication) berada di lahan atau areal perkebunan kelapa sawit, kolam LA letaknya di pasar mati tanaman kelapa sawit. Limbah cair kelapa sawit yang dialir kan ke LA, berasal dari kolam IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah). IPAL berada di dekat pabrik kelapa sawit yang fungsinya menampung air limbah dan mengolah dekomposisi bahan limbah sehingga bisa diaplikasikan ke tanaman.