Loading...

Peranan Mikoriza Dalam Dunia Pertanian Dalam Mengatasi Kekeringan

Peranan Mikoriza Dalam Dunia Pertanian Dalam Mengatasi Kekeringan
Cekaman kekeringan yang berdampak merugikan bagi pertumbuhan tanaman merupakan ancaman dalam budidaya tanaman terutama dalam musim kemarau yang berkepanjangan. Perlu investasi tinggi untuk membuat sistem irigasi teknis dalam upaya mempertahankan ketersediaan air di lahan pertanian. Oleh karena itu aplikasi mikoriza merupakan suatu alternatif yang dapat dikembangkan untuk mengatasi terbatasnya ketersediaan air. Penggunaan mikoriza sebagai alat bioogis dalam bidang pertanian dapat memperbaiki pertumbuhan,produktivitas dan kualitas tanaman tanpa menurunkan kualitas ekosistem tanah. Selain itu aplikasi mikoriza dapat membantu rehabilitasi lahan kritis dan meningkatkan produktivitas tanaman pertanian,perkebunan,kehutanan pada lahan-lahan marginal dan pakan ternak. Mikoriza merupakan bentuk hubungan simbiosis mutualistik antara fungi dengan akar tumbuhan tingkat tinggi,tanaman inang memperoleh hara nutrisi sedangkan fungi memperoleh senyawa karbon hasil fotosintesis (Smith dan Read 2008). Istilah tersebut pertama kali diperkenalkan oleh Frank pada tahun 1877 di Jerman (Brundrett 2004). Saat ini diketahui 7 tipe mikoriza yaitu 1)arbuskular mikoriza, 2)ektomikoriza, 3)ektendomikoriza, 4)arbutoid mikoriza, 5)monotropoid mikoriza, 6)ericoid mikoriza, 7)orchid mikoriza. Pembagian ini didasarkan pada karakter-karakter 1)ada/tidaknya septa, 2)intraseluler kolonisasi, 3)keberadaan mantel Hartig net serta 4)acrophyl (Smith dan Read 2008). Beberapa manfaat mikoriza bagi pertumbuhan tanaman antara lain: 1)meningkatkan penyerapan unsur hara tanaman dari lahan tanah. Hal ini disebabkan mikoriza secara efektif dapat meningkatkan penyerapan unsur hara makro dan beberapa unsur hara mikro. Eksplorasi hifa pada media tumbuh juga lebih luas dibandingkan dengan akar tanaman (Satomura et al.2006; Santoso et al.2007) ,meningkatkan ketahanan terhadap kekeringan. Pada akar bermikoriza kerusakan jaringan kortek tidaka akan bersifat permanen. Akar bermikoriza akan cepat pulih,karena hifanya masih mampu menyerap air pada pori tanah,dan penyerapan hifa yang luas akan dapat menyerap air lebih banyak (Querejeta et al.2003). (Penulis :Asri Mahmud S.ST, PPL Desa Mamampang Kecamatan, Tombolopao, Kabupaten Gowa, Provinsi Sulawesi Selatan)