Pertumbuhan tanaman dipengaruhi oleh media tanam (tanah) yang memiliki peran dalam menyediakan nutrisi untuk pertumbuhan tanaman. Untuk itu sifat tanah sebagai media tanam sangat mempengaruhi produktivitas tanaman. Salah satu upaya untuk memperbaiki sifat tanah baik sifat fisik, kimia dan biologi tanah dapat dilakukan melalui pemupukan. Sifat fisik tanah meliputi tekstur, struktur, konsistensi, warna, suhu, lengas, permeabilitas, porositas dan drainase tanah. Sifat kimia tanah meliputi bahan organik, unsur hara dan juga pH tanah. Sifat biologi tanah meliputi unsur yang dibutuhkan oleh tanaman dan organisme lain serta proses yang menghasilkan sifat biologi tanah. Dalam tulisan ini akan dibahas peranan unsur N, P dan K tanah terhadap sifat kimia tanah. Unsur N merupakan salah satu hara makro yang dibutuhkan tanaman dalam jumlah yang besar dengan waktu penyerapan hara N tersebar untuk tanaman tebu adalah pada saat memasuki fase awal pertumbuhan hingga 70%, terutama pada tebu ratun. Unsur N dibutuhkan oleh tanaman tebu pada fase vegetatif dalam pembentukan klorofil, organ daun, batang, anakan dan akar serta berbagai enzim pada fase vegetatif. Kekurangan unsur N akan menyebabkan tanaman menjadi kerdil dengan jumlah anakan sedikit dan produksi rendah. Sebaliknya kelebihan unsur N akan memperpajang masa vegetetif, menaikan kadar air, menurunkan kadar gula dan kualitas nira serta tanaman menjadi lebih peka terhadap serangan penyakit. Sumber N untuk tanaman tebu dapat diperoleh dengan memberikan pupuk ZA (Zwavelzure Amonia) dengan kebutuhan sebanyak 500 kg/ha dan sebaiknya dilakukan sebanyak dua kali, pertama setelah tanaman tebu di sulam berumur kurang lebih tiga minggu dan kedua dilakukan menjelang tanaman tebu berumur tiga bulan. Pemupukan kedua diusahakan pada waktu masih ada hujan karena pupuk ZA dapat bekerja efektif apabila ada air. Unsur P berperan dalam pertumbuhan sel, pembentukan akar dan rambut akar, memperkuat batang agar tanaman tidak mudah rebah, memperbaiki kualitas tanaman, pembentukan bunga, buah dan biji sehingga akan berpengaruh terhadap biomassa tanaman tebu. Kekurangan unsur P akan menyebabkan tanaman menjadi kerdil dengan sedikit anakan, daun-daun sempit berwarna hijau keunguan dan produksi rendah. Sumber unsur P untuk tanaman tebu dapat diperoleh dengan memberikan pupuk SP-36 dengan kebutuhan 215 kg/ha yang diberikan sebanyak satu kali pada saat pengolahan tanah. Unsur K berperan dalam pembukaan stomata, menjaga tekanan turgor sel dan yang paling penting untuk tanaman tebu adalah untuk translokasi gula dan sebagai aktivator beberapa enzim dalam metabolisme tanaman yaitu untuk sintesis protein dan karbohidrat serta meningkatkan translokasi fotosintat transportasi ke seluruh bagian tanaman. Kekurangan unsur K menyebabkan tanaman terhambat dengan batang tipis, perakaran terhambat, menghambat penyerapan air, kadar gula dan kualitas nira menurun. Tanaman tebu yang kekurangan unsur K tidak dapat digunakan untuk bibit. Sumber unsur K untuk tanaman tebu dapat diperoleh dengan memberikan pupuk KCl dengan kebutuhan 260 kg/ha yang diberikan sebanyak dua kali bersamaan dengan pemberian pupuk N. Selain unsur hara N,P dan K, tingkat keasaman dan kebasaan (pH) juga menjadi perhatian penting dalam budidaya tanaman. Hal ini dikarenakan pH akan mempengaruhi ketersediaan unsur hara didalam tanah untuk pertumbuhan tanaman. Tanaman tebu termasuk tanaman yang semi toleran terhadap tingkat kemasaman tanah. Tanaman tebu dapat tumbuh dengan kisaran pH 4,0 – 8,2 akan tetapi optimal pada pH 5,5 – 7,0. Hasil panen tanaman tebu akan berkurang jika di tanam pada tanah yang memiliki pH rendah dan tumbuh baik secara optimal pada pH netral. Mugi Lestari (PP BPPSDMP Kementan) Sumber : Mohammad Sujai Mualif dan Anna Kusumawati, 2021. Dampak Sifat Kimia Tanah Terhadap Produktivitas Tebu (Saccharum officinarum L) di Kulon Progo Yogyakarta. Jurnal Pengelolaan Perkebunan Vol 2 (2) September 2021. Daru Mulyono, 2009. Evaluasi Kesesuaian Lahan dan Arahan Pemupukan N, P dan K Dalam Budidaya Tebu Untuk Pengembangan Daerah Kabupaten Tulungagung. Jurnal Sains dan Teknologi Indonesia Vol 11 (1) April 2009.