Loading...

PERBAIKAN KUALITAS BUAH SIRSAK

PERBAIKAN KUALITAS BUAH SIRSAK
Buah sirsak yang dihasilkan dari penyerbukan alami memiliki bentuk dan ukuran yang bervariasi, sehingga akan mempengaruhi kualitas dan harga. Dengan adanya diversivikasi pemanfaat buah sirsak yang menuntut penggunaan mesin pengolah atau pengupas buah, maka tuntutan kualitas dan ukuran makin tinggi. Adanya teknik untuk memperbaiki bentuk dan ukuran buah menjadi kebutuhan mendesak. Di Malaysia, MARDI (Lembaga Penelitian dan Pengembangan Pertanian Malaysia) telah berhasil melakukan penyerbukan buatan pada sirsak yang menghasilkan bobot buah 1,5-3 kg, bentuknya membujur dan simetris, tidak melengkung dan prosentase pembentukan buahnya meningkat dari 5 menjadi 30. Di Indonesia juga telah berhasil dilakukan perbaikan bentuk buah, sehingga bobotnya bertambah 500 dengan tubuh buah simetris. Hal ini dilakukan oleh Dr. Lilik Setyobudhi dengan melakukan penyerbukan buatan menggunakan kuas gambar. Hal itu dilakukan saat bunga betina telah siap dibuahi, tetapi kelopaknya belum jatuh bila dibuka, dan kepala putik masih berlendir. Bunga jantan (serbuk sari) diperoleh dari bunga lain yang telah mekar. Penyerbukan dilakukan dengan mengoleskan serbuk sari tersebut menggunakan kuas secara merata di kepala putik. Bila bunga tidak rontok, penyerbukan tersebut berhasil dan sekitar 2 bulan kemudian pertumbuhan dan bentuk buah akan terlihat. Setelah 4-5 bulan sejak penyerbukan, buah telah mencapai ukuran maksimal dengan volume dan berat buah lebih besar daripada buah hasil penyerbukan alami. Dengan rekayasa tersebut keberhasilan pembuahan meningkat dari 17 menjadi 90, dengan kualitas lebih baik. Sumber : Ir. Juhaedi, Sirsak Budidaya dan Pemanfaatannya, Bandung, 1996