sistem tanam jajar legowo (jarwo) merupakan sistem tanam yang memperhatikan larikan tanaman dan merupakan tanam berselang seling antara dua atau lebih baris tanaman padi dan satu baris kosong. tujuannya agar populasi tanaman per satuan luas dapat dipertahankan bahkan dapat ditingkatkan. salah satu tujuannya agar populasi tanaman per satuan luas dapat dipertahankan bahkan dapat ditingkatkan. tanaman padi yang berada di pinggir akan mendapatkan sinar matahari yang lebih banyak, sehingga menghasilkan gabah lebih tinggi dengan kualitas yang lebih baik. pada cara tanam legowo 2:1, setiap dua baris tanaman diselingi satu barisan kosong dengan lebar dua kali jarak barisan, namun jarak tanam dalam barisan dipersempit menjadi setengah jarak tanam aslinya. sistem tanam jajar legowo memiliki jumlah rumpun per satuan luas lebih banyak dibandingkan cara tanam tegel yang setara, misalnya tanam tegel 25 cm x 25 cm memiliki populasi 160.000 rumpun per ha, sedangkan legowo 2:1 yang setara dengan 25-50 cm x 12,5 cm memiliki populasi 213.333 rumpun. kelebihan keuntungan dalam penerapan sistim tanam jajar legowo adalah penangkapan cahaya oleh tanaman dan dapat meningkatkan hasil biji. jarak tanam yang optimum akan memberikan pertumbuhan bagian atas tanaman dan pertumbuhan bagian akar yang baik sehingga dapat memanfaatkan lebih banyak cahaya matahari serta memanfaatkan lebih banyak unsur hara. sebaliknya, jarak tanam yang terlalu rapat akan mengakibatkan terjadinya kompetisi antar tanaman yang sangat hebat dalam hal cahaya matahari, air, dan unsur hara. akibatnya, pertumbuhan tanaman terhambat dan hasil tanaman rendah. kelemahan kelemahan sistem tanam jajar legowo, adalah senyawa fenolat yang bersifat allelopati dalam jerami dan akar tanaman. yang berpotensi menjadi penghambat pertumbuhan tanaman pada jarak tanam rapat, maupun residunya bagi pertanaman berikutnya. selain itu, pada sistem tanam jajar legowo, persaingan perakaran tanaman dalam penyerapan air dan hara berlangsung intensif. oleh sebab itu, varietas padi yang toleran kekeringan atau adaptif pada tanah dengan tingkat kesuburan rendah berpotensi menghasilkan gabah yang lebih tinggi pada cara tanam jajar legowo dibandingkan dengan cara tegel. varietas padi yang relatif toleran kekeringan dapat diketahui secara cepat berdasarkan uji daya tembus akar ke lapisan lilin. pada dasarnya sistim tanam legowo membutuhkan tenaga tanam yang lebih banyak dan waktu tanam yang lebih lama, membutuhkan benih yang lebih banyak dengan semakin banyaknya populasi dan biasanya pada bagian lahan yang kosong di antara barisan tanaman akan lebih banyak ditumbuhi rumput. apabila menggunakan tanaga manusia, cara tanam jajar legowo memerlukan waktu lebih lama dibandingkan dengan tanam cara tegel. hal ini disebabkan oleh lebih banyaknya benih yang harus ditanam atau spot yang harus ditanami pada cara jajar legowo. jumlah benih yang digunakan juga lebih banyak sekitar 1,5 kali. pada daerah dimana tenaga kerja kurang atau kecepatan kerja petani/buruh tani rendah, maka tanam jajar legowo lebih sulit diadopsi petani. pada daerah seperti ini perlu diintroduksi mesin tanam, baik tanam benih langsung maupun tanam pindah (bibit). dalam hal ini perlu dipertimbangkan kepuasan petani pengadopsi cara tanam jajar legowo, sehingga selanjutnya akan menikmati kemudahan operasional dan perawatan tanaman, seperti pemupukan, penyiangan, penyemprotan hama penyakit dan gulma yang dapat dilakukan secara lebih cepat dan efektif. tabela salah satu dasar dikembangkannya sistem ini adalah untuk meningkatkan efisiensi produksi, terutama efisiensi dalam penggunaan tenaga kerja tanam. sistem tanam benih langsung (tabela) merupakan sistem penanaman tanaman padi tanpa melalui persemaian dan pemindahan bibit. sistem tabela pada dasarnya dibedakan atas dua cara, yaitu tanam benih langsung dalam larikan atau tanam benih langsung secara merata (broad cast) pada areal pertanaman. cara tanam benih langsung dalam larikan tidak banyak mengubah cara budi daya yang telah berlangsung selama ini karena dalam penerapannya tetap menggunakan larikan dengan jarak antar barisan antara 22-25 cm, tergantung varietas yang ditanam. sedangkan caratanam dengan penyebaran benih secara merata pada areal pertanaman mampu menurunkan curahan tenaga kerja sekitar 28%. sementara itu, cara pengolahan tanah dan perawatan dalam budidaya padi tabela ini pun pada dasarnyajuga sama dengan budidaya padi pada umumnya. hasil di lapangan menunjukkan bahwa sistem tanam jajar legowo dapat meningkatkan produktivitas petani sebesar 5.460,00 kg/ha sedangkan dengan menggunakan sistem tanam non jajar legowo menghasilkan produktivitas sebesar 5.073,00 kg/ha. sedangkan dengan menggunakan dengan tabela produktifitas petani sekitar 5.200,10 kg/ha. berdasarkan hasil percontohan lokasi sekolah lapang penerapan sistim tanam jajar legowo tahan terhadap organisme penganggu tanaman (opt) dibandingkan dengan sistim tanam table dan sisitim hambur. penulis asniar k, sp (ppl kec. tellu siattinge)