Pengendalian hama tanaman dapat dilakukan dengan cara yang lebih bijak dan ramah lingkungan dengan mengesampingkan penggunaan pestisida kimiawi melalui metode Pengendalian Hama Terpadu (PHT). Salah satu cara pengendalian hama terpadu adalah dengan menggunakan musuh alami. Trichoderma sp adalah salah satu jenis jamur antagonis yang dapat digunakan sebagai fungisida hayati bagi tanaman. Jamur ini telah banyak diuji efetivitasnya dalam mengendalikan jamur patogen tumbuhan. Beberapa jenis jamur patogen yang dapat dihambat perkembangbiakannya oleh trichoderma sp antara lain Rigdiforus lignosus (penyakit jamur akar putih), Fusarium oxysporum (penyakit busuk batang fusarium), Rizoctonia solani (penyakit busuk pelepah pada jagung), Fusarium monilifome (penyakit layu fusarium), dan penyakit busuk batang dari jamur Sclerotium rolfsii. Menyadari betapa pentingnya manfaat dari menggunakan agen hayati dalam pengendalian hama dan penyakit pada tanaman, Kelompok Wanita Tani (KWT) Cendana yang beralamat di jalan Tuanku Tambusai Gg Beringin KM 007 RT 009 Kelurahan Bukit Timah Kecamatan Dumai Selatan pada hari Rabu (22/9) lalu melaksanakan pelatihan perbanyakan agensia hayati Trichoderma sp. Pelatihan yang diikuti 12 orang anggota KWT Cendana diselenggarakan dirumah ketua kelompok. Bertindak sebagai nara sumber pelatihan adalah Koordinator BPP Kecamatan Dumai yang merangkap sebagai POPT Kecamatan Dumai Selatan (Yulia, SP., M.Si). Pada pertemuan tersebut, peserta diberikan materi Agens Hayati Pengendali Trichoderma dan Cara Perbanyakannya. Setelah materi selesai, masing-masing peserta mempraktikkan cara memperbanyak Trichoderma, sesuai dengan prosedur yang telah disampaikan oleh narasumber. Bahan utama yang digunakan untuk memperbanyak Trichoderma adalah jagung, air bersih dan inokulum Trichoderma. Sedangkan alat yang digunakan antara lain kantong plastik tahan panas, hekter kecil, dandang, kompor, nampan, sendok, lilin, korek api, dan anti septic (hand sanitizer). Selama praktik, peserta sangat menjaga kondisi supaya tetap steril agar perbanyakan Trichoderma dapat berhasil sesuai dengan yang diharapkan.