Agensia Pengendali Hayati (APH) adalah organisme hidup yang digunakan untuk menekan populasi hama secara alami. APH dapat berupa:
Parasitoid (misal Trichogramma spp.)
Predator (misal Coccinellidae, laba-laba)
Patogen serangga: jamur (Beauveria bassiana, Metarhizium anisopliae), bakteri (Bacillus thuringiensis), virus NPV
Nematoda entomopatogen
Perbanyakan APH bertujuan menyediakan stok yang cukup untuk aplikasi lapangan.
Kualitas lebih penting daripada kuantitas
Menggunakan media dan inang yang sesuai
Lingkungan kultur harus bersih, steril, dan terkontrol
Hindari kontaminasi jamur/bakteri liar
Perbanyakan mengikuti SOP APH sesuai jenisnya
(Jamur entomopatogen untuk ulat, wereng, kumbang, dll.)
Biakan murni B. bassiana
Beras/jagung/beras jagung (media padat)
Air bersih
Alkohol 70% untuk sterilisasi
Autoklaf/dandang pengukus
Kantong plastik PP
Siapkan media
Cuci beras/jagung dan kukus 30–60 menit.
Dinginkan hingga suhu ruang.
Inokulasi
Masukkan media ke plastik PP, beri lubang kecil.
Tambahkan biakan murni B. bassiana (1–2 sendok).
Inkubasi
Simpan di ruang gelap, suhu 25–28°C.
Diamkan 10–14 hari hingga seluruh media memutih.
Pengeringan
Kering-anginkan 1–2 hari.
Penyimpanan
Simpan serbuk spora dalam botol kedap cahaya.
Bau jamur alami
Warna putih keabu-abuan
Tidak berbau busuk
(Jamur hijau untuk rayap, wereng, dan kumbang.)
Perbedaan:
Media jadi hijau tua saat matang
Suhu ideal 26–30°C
Telur inang (biasanya telur Corcyra cephalonica)
Kertas karton kecil
Tabung kultur
Siapkan telur Corcyra (disterilkan dengan UV).
Tempel telur pada kartu kecil (kartu trichogramma).
Masukkan kartu tersebut ke kotak kultur berisi induk Trichogramma.
Inkubasi 5–7 hari hingga telur berubah warna (tanda berhasil diparasit).
Kartu siap dilepas ke lapangan.
Biakan murni
Molase
Air bersih
Aerator
Jerigen 20 L
Larutkan molase + air.
Masukkan starter jamur.
Aerasi selama 3–5 hari.
Saring dan siap aplikasi.
(Untuk ulat pemakan daun)
Siapkan media cair (nutrien broth).
Sterilisasi botol.
Masukkan kultur Bt murni.
Inkubasi 2–3 hari pada 25–30°C.
Larutan keruh → siap dipakai.
Dosis: 100–200 gram spora/ha (atau 10–20 ml/liter untuk formulasi cair).
Waktu aplikasi: sore hari, kelembaban tinggi.
Hindari pencampuran dengan fungisida.
1–2 kartu per hektar.
Letakkan di bawah naungan daun.
Ulangi setiap 7–14 hari.
5–10 gram/liter.
Disemprot pada daun muda.
Aman untuk manusia & lingkungan
Tidak meninggalkan residu
Menekan biaya pestisida
Efektif mengendalikan hama sasaran
Menjaga musuh alami tetap hidup
❌ Media tidak steril → kontaminasi
❌ Pencampuran jamur APH dengan fungisida
❌ Penggunaan bahan kimia dekat waktu pelepasan APH
❌ Inkubasi tidak sesuai suhu/kelembaban
❌ Menggunakan starter yang sudah lemah atau rusak
Perbanyakan APH adalah strategi pengendalian hama yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Dengan teknik yang benar, petani dapat memproduksi APH secara mandiri dan mengurangi ketergantungan pada pestisida kimia.
Disusun Oleh Diago Fajar Saputra, S.P. (PPL ABUNG SURAKARTA)