Tujuan perbanyakan bibit salak unggul secara klonal adalah untuk memperoleh bibit berjumlah banyak pada waktu yang relatif singkat, sifat bibit sama dengan induknya dan perakaran bibit tumbuh cepat. Teknik perbanyakan bibit secara klonal sesuai dilaksanakan pada penyiapan bibit berskala besar. Prosedur perbanyakan. bibit salak secara klonal prinsipnya hampir sama dengan cangkokan anakan tetapi pelaksanaan secara klonal hanya dilakukan pada induk pilihan. Kemudian anakannya dikembangbiakkan terns dari generasi ke generasi berikutnya hingga diperoleh jumlah bibit yang diinginkan. Tata cara perbanyakan bibit salak secara klonal meliputi tahap-tahap sebaga berikut. a. Pilih tanaman induk yang produktif, berasal dai-i varietas atau kultivar unggul, dan pertumbuhannya sehat. b. Cangkoklah anakan yang ada pada tanaman induk tadi dengan tata cara yang umum dipraktekkan untuk mencangkok anakan. Biarkan bibit cangkokan anakan selama 4-7 bulan agar tumbuh tunas dan akar barn. c. Potong (pisahkan) bibit cangkokan anakan dari tanaman induknya dengan menggunakan pahat dan palu, kemudian bibit tersebut ditanam dalam polybas berukuran besar. Biarkan bibit cangkokan tersebut tumbuh sehat selama kurang lebih 3-4 bulan hingga muncul tmbus daun muda (pucuk baru). d. Cabutlah tunas tengahnya, kemudian pada titik tumbuh bekas pencabutan tadi ditetesi minyak solar 0.1 ml. Titik tumbuh tadi akan segera mati tetapi pengaruh pernberian solar dapat merangsang pertumbuhan sejumlah tunas samping barn atau cucuan dari pangkal batang anakan tadi. Jika telah tumbuh sejumlah cucuan yang sehat dengan beberapa helai daun maka cucuan ini dapat dicangkok pada ukuran masih kecil. Tanaman salak dapat hidup dengan baik jika ditanam di tempat yang teduh dengan intensitas penyinaran 50. Oleh karena itu, sebelum lahan ditanami salak, pohon pelindung hams sudah tumbuh dengan baik. Bibit salak ditanam dengan membuat lubang tanam di tengah tanah yang diinkubasi. Sumber : - Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Riau, Puslitbang Sosial Ekonomi Pertanian, Badan Litbang Pertanian, Salak, 2003