Loading...

PERBANYAKAN KAYU MANIS (Cinnamomum zeylanicum) DENGAN BIJI

PERBANYAKAN KAYU MANIS (Cinnamomum zeylanicum) DENGAN BIJI
Kayu manis (Cinnamomum zeylanicum) dapat diperbanyak dengan dua cara yaitu generatif (dengan biji) dan vegetatif (stek dan tunas). Perbanyakan dengan biji lebih banyak digunakan karena lebih mudah dilakukan dalam jumlah banyak, mempunyai perakaran kuat/tunggang namun sifat tanaman tidak sama dengan induknya. Perbanyakan secara vegetatif kurang dipergunakan karena tanaman mempunyai perakaran yang kurang kuat/akar serabut. Kelebihan cara ini adalah pertumbuahn tanaman cepat dan tanaman mempunyai sifat sama dengan tanaman induk. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam perbanyakan dengan biji antara lain benih harus berasal dari pohon induk yang baik, dipilih biji yang bermutu, perlakuan biji sebelum disemai, penyiapan tempat penyemaian, dan penyemaian biji. Pemilihan pohon induk Untuk mendapat biji yang bermutu, harus dipilih dari pohon induk yang baik antara lain dengan kriteria sebagai berikut: a) pohon mempunyai pertumbuhan yang baik dan berbatang besar; b) pohon induk harus sudah berumur lebih dari 10 tahun, sehat (tidak terserang hama dan penyakit serta kulit beraroma baik, kulit kayu mengandung kadar asiri yang tinggi. Pemilihan biji bermutu Biji yang akan disemaiak harus berasal dari buah yang benar-benar masak pohon atau masak fisiologis (kulit buah berwarna biru kehitaman). Buah berasal dari pohon yang berasal dari pohon yang berumur diatas 7 tahun. Biji yang berasal dari buah yang masak pohon mempunyai daya kecambah terbaik. Untuk penyemaian dibutuhkan buah dalam jumlah banyak yaitu sekitar 2.500 - 4.000 buah dalam satu hektar tergantung jarak tanam yang digunakan. Perlakuan biji sebelum di semai Setelah daging buah dikelupas, biji kayu manis harus segera ditanam karena biji kayu manis tergolong biji berumur pendek yang sangat cepat kehilangan daya kecambahnya. Untuk mempertahankan daya kecambah yang tinggi, biji sebaiknya ditimbun atau dtutup dengan lembar plastik selama beberapa hari. Dengan perlakuan tersebut, biji mengalami fermentasi sehingga lendirnya mudah dibuang melalui pencucian. Selanjutnya biji dicampur dengan abu sebelum disebarkan di pesemaian. Yang perlu diperhatikan adalah, biji kayu manis tidak tahan lama disimpan (lebih dari seminggu) pada suhu kamar (27-28 derajat celcius) atau lebih dari empat minggu pada suhu rendah (15-20 derajat celcius). Penyiapan tempat penyemaian Penyemaian biji dapat dilakukan langsung di lahan bedengan atau di polibag. Penggunaan polibag lebih praktis karena memudahkan pemindahan bibit ke kebun. Penyemaian di bedengan, harus memenuhi syarat yaitu lokasi pesemaian dekat dengan jalan, dekat sumber air, mudah pembuangan airnya, dekat dengan daerah penanaman, tanahnya subur (remah, berhumus dan tidak banyak bebatuan), dan lokasinya datar. Sebelum dibentuk bedengan, lahan harus bersih dari gulma kemudian dicangkul agar tekstur tanah menjadi remah. Untuk pembenihan perlu dibuat dua macam bedengan masing-masing untuk pesemaian dan pembiakan. Biji yang disemai di bedeng penyemaian dibiarkan tumbuh sehingga berumur 1-2 bulan atau tumbuh sekitar dua helai daun. Dari bedengan penyemaian kemudian bibit dipindahkan ke bedengan pembiakan hingga bibit sudah siap ditanam di kebun. Bedengan dibuat dengan arah utara-selatan. Pembuatan arah utara-selatan ini dimaksudkan agar bedengan dapat menyerap cukup sinar matahari. Lebar bedengan 100-120 cm dan panjang disesuaikan dengan keadaan lahan. Setiap bedengan dibatasi dengan saluran pembuangan air yang sekaligus berfungsi sebagai jalan untuk memudahkan penanaman, perawatan dan pemindahan bibit. Lebar saluran sekitar 30 cm dengan kedalaman 20 cm. Agar tanah bedengan tidak runtuh, sebaiknya dinding di kuatkan dengan batu bata atau potongan bambu yang tersusun rapi. Agar bibit tumbuh dengan baik, tanah bedengan dicampur dengan pupuk kandang yang matang sebanyak 10 kg/meter persegi dan bagian atas bedengan dilapisi pasir setebal 5 cm dengan tujuan mempercepat perkecambahan biji. Penyemaian dengan polibag, dapat dilakukan dengan mengisi polibag (kantong plastik hitam dengan diameter 10 cm dan tinggi 15 cm) yang sudah dilubangi sebanyak 10 lubang dengan media semai berupa campuran tanah dan pupuk kandang matang dengan perbndingan 1:2. Hal ini dimaksudkan untuk mempercepat pertumbuhan bibit. Penyemaian biji Biji disemai pada bedengan dengan jarak 5 cm, dengan kedalaman penanaman sekitar 0,5-1 cm dari permukaan tanah, kemudian ditutup dengan tanah. Biji akan mulai berkecambah setelah 5-15 hari dengan daya kecambah dipesemaian sekitar 80-85%. Untuk melindungi bibit yang masih muda dari panas matahari langsung, bedengan pesemaian di beri naungan atau pengatapan. Bila penyemaian dilakukan dengan polibag, maka masing-masing polibag diisi dengan satu biji, kemudian ditutup dengan tanah setebal 0,5-1 cm. Selanjutnya polibag disusun rapi ditempat yang teduh/ternaungi. Naungan dapat dibuat dengan sederhana yaitu menggunakan kerangka bambu dan atapnya dapat menggunakan jerami atau daun kelapa. Untuk mendapatkan matahari yang cukup, naungan dibuat menghadap ketimur dengan tinggi 150 cm dibagian timur dan 100 cm dibagian barat. Penyiraman dilakukan dua hari sekali. Pemindahan semaian Setelah dipelihara selama 1-2 bulan atau memiliki dua helai daun, semaian dipindahkan ke bedengan atau polibag pembiakan. Di bedengan atau polibag pembiakan, bibit dipelihara selama delapan bulan sebelum kemudian dipindahkan ke kebun. Pada bedengan pembiakan, semaian ditanam dengan jarak 20-25 cm, sedang pada polibag, semaian dapat langsung ditanam dengan dengan jumlah satu semaian setiap polibag. Dipersemaian kedua, semaian masih memerlukan naungan dan penyiraman sehari sekali. Selain penyiraman, semaian juga mamerlukan pupuk berupa urea dengan dosis satu sendok teh setiap bibit yang diberikan disekeliling batang tanaman. Untuk mendapatkan pertumbuhan bibit yang sehat, saat semaian berumur 3 bulan, semaian pada polibag diperjarang dan sebelum pemupukan sebaiknya di bersihkan dari gulma. Setelah bibit di pesemaian sudah berumur 8 bulan, bibit dapat dipindah ke kebun. Oleh : Ir.Sri Puji Rahayu, MM/ yayuk_edi@yahoo.com Sumber : Rismunandar dan Farry B.Paimin, "Kayu Manis-Budi Daya dan Pengolahan", Penebar Swadaya 2001.