Loading...

PERBANYAKAN KAYU MANIS (Cinnamomum zeylanicum) DENGAN STEK

PERBANYAKAN KAYU MANIS (Cinnamomum zeylanicum) DENGAN STEK
Perbanyakan kayu manis (Cinnamomum zeylanicum) dapat dilakukan dengan cara yaitu vegetatif (stek dan tunas). Kelebihan cara ini adalah pertumbuahn tanaman cepat dan tanaman mempunyai sifat sama dengan tanaman induk, namun kelemahan perbanyakan secara vegetatif adalah karena tanaman mempunyai perakaran yang kurang kuat/akar serabut sehingga tanaman kurang kuat. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam perbanyakan dengan cara stek antara lain stek harus berasal dari pohon induk yang baik, perlakuan bahan stek sebelum disemai, penyiapan tempat penyemaian, dan penyemaian. Pemilihan pohon induk Untuk mendapat bahan stek yang bermutu, harus dipilih dari pohon induk yang baik antara lain dengan kriteria sebagai berikut: a) pohon mempunyai pertumbuhan dan penampilan yang baik dan berbatang besar; b) pohon induk sudah berumur lebih dari 10 tahun, sehat (tidak terserang hama dan penyakit serta kulit beraroma baik, kulit kayu mengandung kadar asiri yang tinggi. Pemilihan bahan stek Stek diambil dari pucuk tanaman pohon induk yang baik dan sehat dengan cara memotong arah miring sepanjang 15-20 cm. Untuk mengurangi penguapan melalui daun, sebaiknya daun pucuk dikurangi dan disisakan 2-3 helai daun saja. Perlakuan bahan stek sebelum di semai Agar pertumbuahn akar dapat terpacu, diperlukan perlakuan dengan memberikan zat pengatur tumbuh (ZPT) yang dilarutkan dalam alkohol 95% dan diencerkan dengan air hingga konsentrasi tertentu (sesuai dengan petunjuk pada label kemasan). Larutan tersebut selanjutnya dituang dalam wadah agak datar berdiameter sekitar 2 cm. Kemudian ujung bahan stek dicelup sekitar satu jam, dan bahan stek siap ditanam ke media tanaman. Penyiapan tempat penyemaian Bahan stek yang sudah diberi ZPT dapat disemaikan langsung di lahan bedengan atau di polibag dengan jarak tanam 10 x 10 cm. Penggunaan polibag lebih praktis karena memudahkan pemindahan bibit stek ke kebun. Penyemaian di bedengan, harus memenuhi syarat yaitu lokasi pesemaian dekat dengan jalan, dekat sumber air, mudah pembuangan airnya, dekat dengan daerah penanaman, tanahnya subur (remah, berhumus dan tidak banyak bebatuan), dan lokasinya datar. Sebelum dibentuk bedengan, lahan harus bersih dari gulma kemudian dicangkul agar tekstur tanah menjadi remah. Penyemaian bahan stek di bedeng penyemaian dilakukan dengan menanam bahan stek dengan kedalaman 3-5 cm dan posisi miring 30-45 derajat celcius. Daun yang tersisa pada stek sebaiknya menghadap keatas, hal ini dimaksudkan agar daun dapat menyerap sinar matahari untuk proses fotosintesis. Bahan stek dibiarkan tumbuh sehingga berumur 4-5 bulan sehingga tumbuh tunas-tunas baru kemudian bibit siap dipindahkan ke kebun. Bedengan dibuat dengan arah utara-selatan. Pembuatan arah utara-selatan ini dimaksudkan agar bedengan dapat menyerap cukup sinar matahari. Lebar bedengan 100-120 cm dan panjang disesuaikan dengan keadaan lahan. Setiap bedengan dibatasi dengan saluran pembuangan air yang sekaligus berfungsi sebagai jalan untuk memudahkan penanaman, perawatan dan pemindahan bibit. Lebar saluran sekitar 30 cm dengan kedalaman 20 cm. Agar tanah bedengan tidak runtuh, sebaiknya dinding di kuatkan dengan batu bata. Agar bibit stek tumbuh dengan baik, tanah bedengan dicampur dengan pupuk kandang yang matang sebanyak 10 kg/meter persegi dan bagian atas bedengan dilapisi pasir setebal 5 cm dengan tujuan mempercepat perkecambahan biji. Penyemaian dengan polibag, dilakukan dengan mengisi polibag (kantong plastik hitam dengan diameter 10 cm dan tinggi 15 cm) yang sudah dilubangi sebanyak 10 lubang dengan media semai berupa campuran tanah dan pupuk kandang matang dengan perbandingan 1:2. Pencampuran pupuk kandang dimaksudkan untuk mempercepat pertumbuhan bibit stek. Bahan stek ditanam di polibag dengan kedalaman 3-5 cm dan posisi miring 30-45 derajat celcius. Agar daun dapat menyerap sinar matahari untuk proses fotosintesis, daun yang tersisa pada stek sebaiknya menghadap keatas. Selanjutnya bahan stek dibiarkan tumbuh sehingga berumur 4-5 bulan sehingga tumbuh tunas-tunas baru kemudian bibit siap ditanam kebun. Pemeliharaan bibit stek Untuk melindungi bibit yang masih muda dari panas matahari langsung, bedengan pesemaian di beri naungan atau pengatapan. Bila penyemaian dilakukan dengan polibag, maka masing-masing polibag diisi dengan satu bahan stek. Selanjutnya polibag disusun rapi ditempat yang teduh/ternaungi. Naungan dapat dibuat dengan sederhana yaitu menggunakan kerangka bambu dan atapnya dapat menggunakan jerami atau daun kelapa. Untuk mendapatkan matahari yang cukup, naungan dibuat menghadap ketimur dengan tinggi 150 cm dibagian timur dan 100 cm dibagian barat. Penyiraman dilakukan dua hari sekali. Selain penyiraman, semaian juga memerlukan tambahan pupuk berupa urea dengan dosis satu sendok teh setiap bibit yang diberikan disekeliling batang tanaman, namun sebelum pemupukan sebaiknya di bersihkan dulu dari gulma. Untuk mendapatkan pertumbuhan bibit yang sehat, saat semaian berumur 3 bulan, semaian pada polibag diperjarang dengan jarak 20 - 25 cm. Setelah berumur 4-5 bulan, bibit dapat dipindahkan ke kebun. Oleh : Ir.Sri Puji Rahayu, MM/ yayuk_edi@yahoo.com Sumber : Rismunandar dan Farry B.Paimin, "Kayu Manis-Budi Daya dan Pengolahan", Penebar Swadaya 2001.