Perbanyakan kayu manis (Cinnamomum zeylanicum) dengan cara vegetatif selain dapat dilakukan melalui stek juga dapat dilakukan melalui tunas. Perbanyakan kayu manis di Indonesia khususnya di Sumatera barat (Kabupaten Tanah Datar dan Kabupaten Agam) 57% berasal dari tunas. Kelebihan cara ini adalah pertumbuahn tanaman cepat dan tanaman mempunyai sifat sama dengan tanaman induk, namun kelemahan perbanyakan secara vegetatif melalui tunas mempunyai tingkat hidup sangat kecil. Untuk itu perlu mendapat perhatian secara intensif antara lain asal pohon induk yang baik dan cara pengambilan tunas agar tunas dapat tumbuh dengan baik. Alasan perbanyakan dengan tunas Ada beberapa alasan para petani memilih perbanyakan kayu manis tidak secara generatif (melalui biji) tapi dengan tunas, hal ini antara lain dengan mempertimbangkan: 1) umumnya petani memanen kayu manis sebelum tanaman menghasilkan buah, sehingga bila ingin menanam bibit yang berasal dari biji, maka harus mendapatkan biji dari tempat lain; 2) karena batang pokok tanaman yang tersisa dikebun dapat menumbuhkan tunas yang dapat ditanam sebagai bibit; 3) tunas lebih mudah didapat dan langsung bisa ditanam sebagai bibit. Pemilihan pohon induk Untuk mendapat bahan stek yang bermutu, harus dipilih dari pohon induk yang baik antara lain dengan kriteria sebagai berikut: a) pohon mempunyai pertumbuhan dan penampilan yang baik; b) berdiamter batang besar; c) pohon induk sudah berumur lebih dari 10 tahun; d) tanaman sehat tidak terserang hama dan penyakit; dan e) kulit kayu beraroma baik dan mengandung kadar asiri yang tinggi. Perawatan pohon induk Pohon induk yang dipilih selanjutnya dirawat dengan baik hingga ditumbuhi tunas. Perawatan pohon induk dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut: 1) pohon induk ditimbun dengan tanah subur berupa tanah yang dicampur dengan kompos dengan perbandingan 1:2. Penimbunan ini dimaksudkan agar dapat merangsang pertumbuhan akar pada tunas tanaman; 2) pohon induk disiram dua hari sekali; dan 3) agar pertumbuhan tunas tidak terganggu, gulma yang tumbuh disekitar pohon induk harus dibersihkan. Setelah dirawat beberapa bulan, dari pohon induk tumbuh tunas yang dapat mencapai 10-12 tunas. Untuk menjaga pertumbuhan tunas secara maksimal, sebaiknya tunas yang dipelihara cukup 4-7 tunas saja dipilih tunas yang mempunyai pertumbuhan dan perakaran yang baik. Tunas ini dirawat hingga berumur sekitar 6 bulan dengan tinggi tunas tanaman mencapai 50-60 cm. Pengambilan tunas Pengambilan tunas harus hati-hati agar perakarannya tidak rusak. Adapun cara pengambilan tunas sebagai berikut: 1) memotong dan memisahkan tunas dari pohon induk dengan menggunakan pisau yang benar-benar tajam, usahakan akar jangan sampai terputus dan pada saat pengambilan tunas - tanah yang menutupi perakaran sebaiknya diikutkan; 2) bungkus perakaran dan tanah tersebut dengan pelepah pisang atau plastik.saat untuk menjaga perakaran tidak rusak; dan 3) tunas dapat ditanam di kebun. Pembibitan dengan tunas yang dilakukan petani Srilanka Di Srilanka, petani memperbanyak tanaman kayu manis melalui biji dan tunas. Khususnya dengan tunas, umumnya bibit diperloeh dari tanaman yang dipangkas. Pemangkasan dilakukan sejak tanaman berumur dua tahun. Letak pangkasan denkat dengan tanah dan batang pokok atau tunggul yang tersisa kemudian ditimbun dengan tanah. Setelah 1-2 bulan, akan muncul tunas baru. Dari tunas baru yang tumbuh tersebut selanjutnya dipilih 4-6 tunas baru yang pertumbuhannya bagus, berbatang kokoh dan besar untuk dipelihara. Setelah setinggi 60 cm, tunas tersebut diambil dan dipindahkan ke kebun. Cara tanam Penanaman bibit kayu manis dilakukan dengan terlebih dahulu membuat lubang tanaman 1-2 bulan sebelum bibit ditanam. Diamater lubang sekitar 50 cm dengan kedalaman 50 cm. Kemudian bibit dimasukkan kedalam lubang tanam dengan posisi ditengah, lalu ditimbun. Timbunan tanah harus padat agar kuat menahan terpaan angin dan hujan, kemudian bibit di beri ajir. Untk mencegah penguapan yang berlebihan sebaiknya jumlah daun dikurangi. Waktu tanam Waktu yang tepat untuk pelaksanaan penanaman adalah saat musim hujan mengingat kayu manis beberapa bulan setelah penanaman masih memerlukan naungan dan jumlah air yang cukup. Untuk itu penanaman pada saat musim hujan adalah paling tepat selain tanaman tidak memerlukan naungan air dapat dipenuhi dari air hujan. Pemeliharaan bibit Selain penyiraman, tanaman muda ini memerlukan tambahan pupuk berupa urea dengan dosis satu sendok teh setiap bibit yang diberikan disekeliling bibit tanaman. Untuk mendapatkan pertumbuhan tanaman yang baik, sebelum dilakukan pemupukan sebaiknya di bersihkan dulu dari gulma. Oleh : Ir.Sri Puji Rahayu, MM/ yayuk_edi@yahoo.com Sumber : Rismunandar dan Farry B.Paimin, "Kayu Manis-Budi Daya dan Pengolahan", Penebar Swadaya 2001.