Loading...

Perbanyakan pada Tanaman Salak

Perbanyakan pada Tanaman Salak
Tanaman salak merupakan salah satu tanaman buah yang banyak digemari oleh masyarakat Indonesia dengan citarasanya yang legit dan sedikit manis. Tanaman salak relatif mudah untuk dibudidayakan, tanaman ini mempunyai beberapa keunggulan diantaranya nilai ekonomis dan gizi yang cukup tinggi, buah dapat dimakan secara langsung maupun dibuat olahan, dapat dipanen dua kali dalam setahun, dan mempunyai daya saing yang tinggi. Peluang pengembangan tanaman salak di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung masih sangat terbuka, ketersediaan lahan yang cukup luas masih berpotensi untuk pengembangan areal baru, namun tantangannya adalah perubahan iklim yang semakin ekstrim dan maraknya buah impor membuat buah ini sedikit terpinggirkan. Tanaman salak dapat tumbuh dengan baik pada ketinggian tempat 200 m - 700 m diatas permukaan laut, dengan sinar matahari yang cukup 50 - 70 % dan memerlukan adanya tanaman peneduh. Suhu 20 - 30 C, dengan pH 6-7. Tanaman salak membutuhkan tingkat kelembaban yang tinggi dengan curah hujan rata-rata 200 - 400 mm/bulan. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian melalui Balai Penelitian Tanaman Buah Tropika (Balitbu) telah banyak menghasilkan varietas unggul diantaranya salak pondoh, salak bali, salak gula pasir, salak madu, salak sidempuan merah, dan salak sari intan. Tanaman salak dapat diperbanyak secara generatif dan vegetatif. Perbanyakan secara generatif diperbanyak melalui biji. Keuntungan dari perbanyakan melalui biji ini adalah pengerjaan mudah dan murah, diperoleh bibit yang banyak, tanaman mempunyai perakaran yang kuat sehingga tahan rebah dan kekeringan. Namun perbanyakan melalui biji juga mempunyai kelemahan yaitu kualitas buah yang dihasilkan tidak persis sama dengan pohon induk karena mungkin terjadi penyerbukan silang. Sedangkan perbanyakan vegetatif tanaman salak dapat diperbanyak melalui cangkok. Perbanyakan Vegetatif Tanaman Perbanyakan vegetatif tanaman salak dengan cangkok mempunyai beberapa persyaratan untuk pohon induk diantaranya merupakan varietas unggul, sudah pernah berbuah minimal 2-3 kali, bebas dari hama dan penyakit, jumlah anakan yang dapat dicangkok pada satu pohon induk idealnya dua tunas, pohon induk dipelihara secara optimal terutama pada pemeliharaannya. Sedangkan persyaratan untuk tunas anakan dengan cara dicangkok yaitu tunas sehat tidak terserang hama dan penyakit dan memiliki pelepah daun 3 - 4 pelepah. Teknik Pencangkokan Bibit yang dipilih dalam pencangkokan tanaman salak adalah dipilih tunas anakan yang sehat, kemudian dibersihkan bonggol, tunas anakan dibuang tunas tapas dan pelepah daun yang kuning. Bonggol diolesi dengan 500 - 3000 ppm IBA, atau 50 mg Rootone F atau limbah bawang merah 75 gr, tujuannya adalah untuk merangsang perakaran. Wadah untuk cangkokan dapat berupa pot bambu, botol aqua, botol bekas infus. Wadah diisi dengan media campuran tanah dengan pupuk kandang dengan perbandingan 1:1 atau dapat juga menggunakan media campuran pupuk kandang, sekam, pasir dengan perbandingan 1:1:1. Selama proses pencangkokan media harus tetap dalam keadaan lembab. Pada umur 4 - 6 bulan bonggol tunas anakan sudah berakar dan siap dipisahkan dari induknya. Tunas anakan yang telah dipisah dipindahkan ke keranjang bambu atau polibag dengan media tumbuh campuran tanah dan pupuk kandang dengan perbandingan 1:1. Untuk mengurangi penguapan dan menghindari stress daun sedikit dikurangi dan bibit diletakan pada tempat terlindung dari hujan dan sinar matahari langsung. Bibit diberi pupuk NPK 7,5 gr/pot dan kelembaban harus terus terjaga, setelah 1 - 2 bulan bibit sudah siap dipindahkan kelapangan. Penanaman Penanaman dengan bibit dari cangkok harus bibit yang bersertifikat dengan pertumbuhan bibit yang lurus, sehat,seragam,kekar, tinggi ± 80 cm dan jumlah pelepah 2 - 3 buah. Ukuran lubang tanam yang digunakan yaitu 50 x 50 x 50 cm atau 60 x 60 x 60 cm, dimana setiap lubang tanam diberi pupuk kandang 5 - 7 kg. Jarak tanam salak yang direkomendasikan adalah 2,5 x 2,5 m atau 2 m x 3 m dimana diantara tanaman tersebut ditanam tanaman pelindung. Tanaman salak membutuhkan sinar matahari antara 50 - 70%, sehingga tanaman ini memerlukan adanya tanaman peneduh antara lain lamtoro, dadap, turi, durian, rambutan dan sebagainya. Pada awal pertumbuhan naungan yang dibutuhkan berkisar 70 - 80%, dan satu tahun setelah tanam dikurangi menjadi 40 - 50%. Tanaman peneduh ini ditanam satu tahun sebelum tanaman salak ditanam.