Loading...

Perbanyakan Tanaman dan Penanaman Vanili

Perbanyakan Tanaman dan Penanaman Vanili
Pengembangan tanaman vanili perlu mendapat perhatian karena vanili mempunyai nilai ekonomi tinggi dan dapat menjadi sumber pendapatan petani dan sebagai komoditi ekspor yang cukup besar perannya dalam menghasilkan devisa bagi Negara. Tanaman vanili dapat diperbanyak secara vegetatif dan generatif. Secara vegetatif dapat dilakukan menggunakan setek pendek atau setek panjang, sedangkan secara generatif dari biji. Namun penggunaan setek lebih baik karena sifat-sifat pohon induknya dapat dipertahankan, cepat berproduksi, mudah dilaksanakan dan relatif murah. Namun demikian keberhasilan perbanyakan secara stek di pembibitan diantaranya dipengaruhi oleh teknologi budidaya dan kondisi lingkungan, sehingga harus menerapkan teknologi budidaya yang tepat serta memperhatikan kesesuaian lingkungan yang memenuhi persyaratan tumbuh tanaman panili. Menyiapkan bahan setek Bahan setek yang baik yaitu yang mempunyai buku-buku yang agak rapat, berwarna hijau segar, muda dan berasal dari tanaman yang subur. Bahan Setek diambil dari pohon induk yang merupakan varietas unggul dan sehat. Setek didiamkan selama kurang lebih satu minggu agar luka bekas pangkasan kering dan patogen tidak mudah masuk. Varietas Pania 1 dan Pania 2 dapat digunakan sebagai pohon induk karena memiliki potensi produksi dan ketahanan terhadap faktor lingkungan. . Setek yang digunakan yaitu diambil dari ruas ke-4 sampai ke-12 dari pucuk. Bahan setek diambil dari sulur-sulur yang belum pernah mengeluarkan bunga pada pertanaman yang sudah pernah berbuah. Pengambilan bahan setek sebaiknya pada pertengahan musim hujan. Agar setek mempunyai daya tumbuh baik, maka 20 cm bagian pucuknya dibuang atau dipotong, agar karbohidrat, asam-asam amino, vitamin dan zat pengatur tumbuh tidak banyak terpakai untuk pertumbuhan dan tertimbun dibagian sulur tanaman. Pengambilan sulur dilakukan 4 sampai 6 minggu setelah pemotongan sulur. Sulur yang telah diambil dipotong-potong, akar- akar lekat dibuang sehingga menjadi setek pendek atau setek satu ruas berdaun tunggal. Bahan tanam untuk pembibitan yaitu berupa setek 1 sampai 3 ruas dengan panjang 1 ruas setek 12 sampai 15 cm. Bibit yang sudah siap tanam, ditanam pada lahan dengan berbagai jarak tanam yaitu 2.5 m x 1.5 m, 2 m x 1.5 m, 1.5 m x 1.5 m, 2 m x 1 m, dan 1.5 m x 1 m. Untuk menanggulangi keterbatasan bahan setek dapat digunaan setek pendek Media tanam Media tanam merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi pertumbuhan tanaman sebagai tempat tumbuh, media perakaran, dan sumber unsur hara. Media tanam yang tepat merupakan salah satu syarat keberhasilan pertumbuhan tanaman khususnya penanaman dalam wadah.. Karakteristik media tanam yang baik memiliki sifat fisik dan sifat kimia yang mampu menopang fisik tanaman dan mampu menyuplai kebutuhan hara tanaman. . Media tanam yang baik harus memiliki kemampuan menahan air, struktur gembur, aerasi dan drainase yang baik, pH yang sesuai dengan jenis tanaman dan mengandung unsur hara penting yang tersedia untuk mendukung pertumbuhan tanaman. Pembibitan Pembibitan panili secara umum menggunakan polybag ukuran 20 x 15 cm yang berisi media tanam yang terdiri atas komposisi tanah, arang sekam dan pupuk kandang dengan perbandingan (volume) 2:1:1. Komposisi media tanam tersebut harus memberikan lingkungan tumbuh yang sesuai dan dapat mendukung pertumbuhan setek tanaman vanili. Keberhasilan pertumbuhan tanaman ditentukan oleh pertumbuhan dan perkembangan akarnya. Akar tanaman hendaknya berada pada suatu lingkungan yang mampu memberi dukungan struktural yang memungkinkan absorbsi air, drainase, dan ketersediaan nutrisi. Untuk meningkatkan hara dalam tanah di pembibitan vanili dengan penggunaan abu janjang sawit (mengandung K) dengan dosis 12 g/stek vanili atau kapur dolomit (Ca Mg (CO3)2 sebanyak 6 g. Penggunaan abu janjang sawit dan kapur dolomit dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman vanili. Penanaman Bibit yang tumbuh setelah 4 bulan atau mempunyai 5 sampai 7 ruas dari setek 1 ruas di pembibitan, dapat ditanam di lapang. Sulur tanaman panili yang sehat dipotong menjadi setek satu ruas. Bagian pangkal setek dipotong di bawah bagian buku (tanpa daun) dan bagian ujung dipotong di atas buku yang berdaun. Setek disortir dengan cara membuang setek yang berpenampilan jelek. Sebelum ditanam setek-setek dicuci terlebih dahulu dengan air, kemudian direndam dalam larutan fungisida dengan konsentrasi 0.2%-0.3% selama 20-30 menit dan dikering anginkan selama 1 sampai 2 hari agar luka bekas potongan mengering sehingga dapat mengurangi pembusukan batang ketika ditanam.Untuk merangsang dan mempercepat pembentukan akar serta untuk meningkatkan jumlah kualitas akar pada setek vanili dapat digunakan zat pengatur tumbuh auksin. Apabila langsung ditanam di lapangan dengan setek panjang, maka waktu pengambilan setek dilakukan menjelang waktu tanam. (Sri Wijiastuti, Pusluhtan). Sumber: Jurnal Agroekoteknologi, Program Studi Agroekoteknologi, Universitas Trunojoyo, Madura. Sirkuler Informasi Teknologi Tanaman Rempah dan Obat, Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat.