OLEH KURNIA AGUSTINI, SP DAN MEGA PURNAMA Perbanyakan atau perkembangbiakan tanaman dapat dilakukan melalui cara vegetatif dan generatif, kedua cara perkembangbiakan ini memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing, sehingga dalam penerapannya seringkali didasari pada tujuan utama perkembang biakan. Perkembang biakan Vegetatif umumnya dilakukan jika kita menginginkan anakan yang baru menyerupai nduknya dan cepat menghasilkan buah/bunga. Sayangnya perbanyakan Vegetatif tidak dapat dilakukan dengan mudah pada semua jenis tanaman, ada beberapa tanaman yang memerlukan perlakuak khusus jika diperbanyak secara vegetatif. Namun tidak sedkit tanaman yang dengan mudah diperbanyak dengan cara vegetatif. Biasanya tanaman yang mudah diperbanyak dengan cara ini adalah anaman yang sukulen/ tanaman tidak berkayu, an salah stunya adalah tomat.Dalam uji coba yang telah kami lakukan, tanaman tomat sangat cocok diperbanyak dengan cara vegetatif. Cara ini sangat ekonimis dan efisien unuk diterapkan, dimana anakan yang diperoleh akan sama persisi dengan induknya, umur panen yang jauh lebih cepat dan yang paling utama adalah memanfaatkan tunas air yang biasanya kita buang begitu saja pada saat pemangkasan tunas tanaman tomat. Namun keberhasilan metode ini sangat tergantung pada kesuburan media tanam dan kondisi tanaman induk ( tanaman induk harus subur dan bebas hama penyakit)Cara pelaksanaan perbanyakan tomat dengan tunas air ini sangat gampang, dengan langkah-langkah sebagai berikut :1. Siapkan media tanam yang subur, media tanam bisa dalam polibag atau bedengan khusus untuk persemaian. Media tanam sebaiknya ditambahkan kompos yang mengandung trichoderma, sp agar menjamin bibit tidak terinfeksi jamur fusarium dari media tanam.2. Jika media tanam sudah siap, pilih tunas air pada tanaman tomat, dengan kondisi baik/subur dan lurus dengan panjang telah mencapai 6-8 cm. Potong sepanjang 5 sampai 7 cm.3. Tanam tunas yang telah dipotong kedalam media tanam, usakan terdapat bagian buku tanaman tertanam.4. Pelihara tunas dengan melakukan pengairan 1 kali sehari atau sampai kondisi media tanam tetap lembab dan tidak tergenang.5. Dalam wakti 10 – 14 hari tunas akan mengeluarkan akar dan siap di pindahkan ke lahan pertanaman.Dari hasil uji coba yang telah dilakukan, perbanyakan dengan tunas ini akan menghasilkan buah lebih cepat dari penanaman dengan menggunakan biji, bahkan pada kondisi media yang subur dalam 4-5 minggu setelah tanamam, tanaman tomat akan mulai berbunga. Sementara bagian tanaman tomat yang dapat digunakan sebagai bahan perbanyak tidak hanya tunas air, namun juga bisa menggunakan pucuk tanaman tomat, namun secara ekonomis penggunaan tunas air lebih ekonomis, mengingat tunas air biasanya di buang untuk mengoptimalkan pembuahan.