Durian merupakan tanaman tropis dari wilayah Asia Tenggara dengan ciri khas kulit buahnya yang keras berlekuk-lekuk tajam menyerupai duri beraroma khas dan dengan sebutan populernya "raja dari segala buah" (King of Fruit). Di Indonesia, durian mempunyai plasma nutfah yang cukup banyak, dapat tumbuh dan berkembang pada kisaran AEZ yang cukup luas, ketersediaan pasar domestik dan luar negeri yang potensial, ketersediaan lahan yang cukup luas sehingga sangat memungkinan untuk pengembangan areal baru. Buah durian mempunyai kandungan gizi yang cukup tinggi. Nutrisi penting yang terkandung dalam durian terdiri atas :1. Phytonutrients yaitu bahan bio aktif alami yang bekerja bersama sama dengan vitamin, mineral dan serat untuk menjaga kesehatan (menonaktifkan zat penyebab kanker, meningkatkan sistem kekebalan tubuh, mencegah katarak dan menurunkan resiko terhadap penyakit penyakit kronis antara lain kanker, diabetes, jantung dan hipertensi)2. Omega 3 dan 63. Polyphenols dan anti oksidan4. Phytosterols yaitu memperbaiki reaksi anti tumor, memperbaiki kethanan terhadap kanker, secara langsung menghambat pertumbuhan tumor.5. Kaya protein trypthopan (mengurangi depresi, cemas, susah tidur, stress, rasa sakit dan lainnya)Di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tanaman durian dapat tumbuh dan berkembang dengan baik. Banyak durian lokal dengan kualitas unggul dihasilkan dari negeri serumpun sebalai ini, salah satunya adalah durian namlung. Durian namlung telah ditetapkan sebagai varietas unggul nasional melalui Keputusan Menteri Pertanian nomor 123/Kpts/T.P.240/2.2001. Durian ini mempunyai citarasa yang khas manis alkoholik, daging buah yang tebal berwarna putih kekuningan, tekstur daging buah halus dan biji gepeng. Walaupun harganya yang relatif mahal namun durian ini sangat digemari dan dicari oleh konsumen pencinta durian, sehingga peluang dan potensi untuk pengembangan perbanyakan durian namlung sangat luas di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Tanaman durian dapat diperbanyak secara generatif melalui biji atau dapat juga diperbanyak secara vegetatif. Perbanyakan secara vegetatif dapat dilakukan dengan cara sambung pucuk (grafting), okulasi/tempel, sambung sisip, sambung pucuk 1-2 mata, u-grafting, teknik akar ganda, dan teknologi top working. Produksi benih durian sehat a. Rumah pembibitan Rumah pembibitan dibuat jauh atau dihindarkan dari aliran air yang berasal dari kebun durian dewasa. Lantai terbuat dari beton dengan bak tempat benih diisi pasir batu dengan ketebalan minimal 7,5 cm atau bisa juga benih diletakkan diatas rak plastik. Rumah pembibitan membutuhkan cukup cahaya matahari kurang lebih 50%. Lokasi pembibitan harus dipagar dan aman dari gangguan ternak dan hindarkan lantai rumah pembibitan dari masuknya tanah kebun. Kondisi rumah pembibitan haruslah selalu steril untuk itu tidak boleh makan dan minum selama di pembibitan, jika perlu disediakan bak dan pancuran air di depan pintu untuk mencuci tangan dan kaki sebelum masuk. b. Persiapan biji untuk batang bawah Biji yang dipilih untuk batang bawah memiliki kriteria antara lain bernas dan utuh, berat lebih dari 15 gram/biji, biji masih baru dan masih segar. Biji yang telah dipilih ini kemudian dibersihkan dari sisa daging buah dengan cara dicuci dengan air mengalir sampai bersih, dapat juga biji direndam dalam larutan fungisida sebelum disemai. Persemaian biji untuk batang bawah dapat dilakukan dipasir terlebih dahulu dengan jarak tanam 4-6 cm atau bisa langsung disemai di polybag. c. Media Pembibitan Media pembibitan berupa pot/polybag yang telah diisi tanah/pasir (20%) bersifat porous dan kompos atau pupuk kandang (80%) yang banyak mengandung bahan organik. Pemberian pupuk dapat diberikan secara berkala. d. Bahan Tanaman Batang bawah dibuat hanya dari biji buah yang sehat yang belum tersentuh dengan tanah, sedangkan batas atas (entres) diambil dari cabang pohon yang bebas penyakit dan diambil dari ketinggian > 1 m. Benih yang telah tumbuh secara berkala diamati terhadap hama dan penyakit. Tanaman yang terserang hama/penyakit, segera disisihkan lalu segera dibakar. e. Pemilihan Pohon Induk Pohon indukan yang digunakan terdiri dari batang bawah dan batang atas. Kriteria batang bawah antara lain kompatibel dengan batang atas, tahan terhadap serangan hama dan penyakit terutama phytopthora, tahan terhadap faktor lingkungan (kekeringan atau genangan) dan memiliki sistem perakaran yang kuat. Sedangkan kriteria batang atas adalah produktivitas dan kualitas buah tinggi, pertumbuhan normal sehat dan tidak terserang hama dan penyakit, dan sudah dilepas sebagai varietas unggul oleh Menteri Pertanian. Perbanyakan vegetatif pada durian a. Sambung pucuk/grafting Sambung pucuk adalah menggabungkan dua bagian tanaman (organ dan jaringannya) yang masih hidup sedemikian rupa sehingga keduanya dapat bergabung menjadi satu tanaman yang utuh yang memiliki sifat kombinasi antara dua organ atau jaringan yang digabungkan tadi. Teknik sambung pucuk dengan menyatukan dua bagian tanaman yang pada umumnya antara batang bawah yang berasal dari biji dengan batang atas (entres). Tahapan pelaksanaannya adalah : 1. Ambil dan pilihlah entres durian yang sehat (bagian pucuk) sepanjang 7-10 cm sebagai batang atas.2. Bagian pangkal entres diruncingkan dari 2 sisi dengan menggunakan pisau cutter yang tajam sepanjang ± 2 cm. Daun entres dipotong ½ sampai ¾ bagiannya sehingga masih tersisa ¼ bagiannya.3. Batang bawah yang digunakan berumur 1,5 “ 2 bulan (sambung dini) dipotong 3 “ 5 cm dari leher akar, kemudian dibelah menjadi dua bagian sama besar dengan panjang 1 “ 2 cm.4. Satukan dua bagian tanaman ini dengan cara entres disisipkan pada batang bawah lalu sambungannya diikat/dibalut dengan plastik lentur atau selotip. Sambungan kemudian disungkup dengan kantong plastik es.5. Plastik sungkup dan ikatan sambungan dapat dibuka setelah 21 hari, keberhasilan sambung pucuk ditandai dengan batang masih tetap berwarna hijau, tidak busuk dan tidak berwarna coklat/hitam. b. Okulasi/tempel Okulasi adalah salah satu cara meningkatkan mutu tumbuhan dengan cara menempelkan sepotong kulit pohon yg bermata tunas dari batang atas pada suatu irisan dari kulit pohon lain dari batang bawah sehingga tumbuh bersatu menjadi tanaman yang baru. Tahapan pelaksanaannya adalah :1. Pembuatan "jendela" pada batang bawah. Disiapkan batang bawang kemudian iris kulit (3 “ 5 cm ) pada batang bawah 20 cm dari permukaan tanah. Kulit hasil irisan dikelupas kebawah, lalu dipotong dua per tiga bagian.2. Pengambilan mata tunas dari entres.Untuk batang atas yang digunakan adalah entres yang diambil dari cabang batang atas yang mempunyai mata tunas. Mata tunas kemudian disayat dengan menyertakan sedikit kayunya dengan ukuran sayatan 2 cm di atas dan dibawah mata tunas, lalu kayunya dilepaskan secara hati hati.3. Penyisipan dan pengikatan mata tunas pada batang bawah.Mata tunas entres ditempelkan atau disisipkan pada sayatan batang bawah secara hati hati, kemudian diikat/dibalut dengan tali plastik lentur. Setelah mata entres tertempel, batang bawah pada jarak ± 10 cm diatas tempat penempelan disayat 2/3 bagian, kemudian dipatahkan sehingga terkulai (menggantung). c. Sambung sisip Sambung sisip adalah proses menghasilkan dahan baru dengan cara menyambungkan dahan muda yang secara teknik menyerupai okulasi. Secara praktek sambung sisip lebih mudah dari proses okulasi karena tanpa melakukan pencongkelan mata tunas. Tahapan pelaksanaannya adalah :1. Siapkan batang bawah, lalu kulit dengan menyertakan kayunya diiris sekaligus sepanjang 4 - 5 cm, potong setengah bagiannya.2. Batang atas (entres) disiapkan buang semua daunnya, kemudian lancipkan kedua sisi pangkal entres sepajang 3 “ 4 cm. Sisipkan entres pada batang bawah yang telah diiris, lalu ikat dengan plastik lentur secara perlahan dan rapat.3. Umur ± 3 minggu, ikatan plastik dibuka namun bagian terbawah dibiarkan terikat hingga bibit berumur ± 3 bulan. d. Sambung pucuk 1-2 mata Sambung pucuk 1 “ 2 mata pada prinsipnya sama teknik penyambungannya dengan sambung dini. Menggunakan batang bawah yang berasal dari biji pilihan yang berumur 1,5 “ 2 bulan dan batang atas dari entres. Yang membedakannya adalah pada sambung pucuk 1-2 mata, entres yang digunakan dengan 1 “ 2 mata saja. e. U-Grafting U-grafting prinsipnya sama dengan teknik penyambungan lainnya, hanya saja pada U-grafting batang bawah yang digunakan sudah melewati umur (sudah keras). Tahapan pelaksanaanya yaitu pada batang bawah yang telah melewati umur dibuatkan jendela untuk menyisipkan entres dengan cara iris kulit (3 “ 5 cm) pada batang bawah 20 cm dari permukaan tanah. Setelah entres disisipkan maka dilakukan penyungkupan. Penyungkupan dapat dilakukan secara individu maupun kelompok. Pemeliharaan bibit durian Pemeliharaan bibit pada tanaman durian meliputi penyiraman, pemupukan dan pengendalian hama/penyakit. Penyiraman dilakukan secukupnya 2 kali sehari tergantung dari kelembaban tanah. Untuk pemupukan bisa digunakan pupuk NPK atau pupuk daun. Pupuk NPK jika diberikan secara butiran dengan dosis 3 g/tanaman dengan interval 2 bulan sekali, sedangkan jika diberikan dalam bentuk cair dosisnya adalah 15 g/10 liter air diberikan dengan interval waktu 1 bulan sekali. Untuk penggunaan pupuk daun takaran yang digunakan adalah 2 g/liter air dengan interval 2 minggu sekali. Untuk pengamatan hama/penyakit dilakukan secara rutin, apabila ditemukan gejala serangan OPT dapat dikendalikan dengan pestisida dengan jenis dan dosis sesuai anjuran. Pengendalian dilakukan pada pagi atau sore hari sesuai dengan masa aktif OPT. Penanaman di lapangan Agar mendapatkan durian yang berkualitas maka bibit yang akan ditanam di lapangan harus tersertifikasi, sehat, kualitas terjamin, dan pertumbuhan seragam. Bibit siap ditanam ke lapangan jika sambungan telah bertaut sempurna, tinggi benih lebih dari 100 cm, diameter batang lebih dari 12 mm, dan umur bibit telah berumur lebih dari 1 tahun dalam polybag. Menyusun materi penyuluhan pertanian dalam bentuk bahan website Judul : Perbenihan Durian Ditulis Oleh : Ria Maya, S.P. (BPTP Kep. Bangka Belitung)Sumber Bacaan : - Budidaya Durian (Balai Penelitian Tanaman Buah Tropika Solok, Sumatera Barat) - Durian Namlung (BPTP Bangka Belitung)Sumber Gambar : Koleksi BPTP Bangka Belitung.