Pendahuluan Kopi Robusta (Coffea canephora) merupakan jenis kopi yang banyak dibudidayakan di Indonesia dibandingkan kopi Arabika, hampir 90 % dari areal pertanaman kopi Indonesia terdiri atas kopi Robusta. Kopi ini mempunyai keunggulan karena lebih tahan penyakit karat daun, syarat tumbuh dan pemeliharaannya yang ringan. Namun permasalahannya adalah produktivitas kopi robusta di Indonesia masih sangat rendah, hal ini disebabkan belum digunakannya bahan tanam unggul yang sesuai dengan agroekosistem tempat tumbuh kopi robusta. Kopi robusta merupakan tanaman penyerbuk silang (cross pollination) sehingga biji yang dihasilkan akan memiliki sifat-sifat yang berbeda dengan pohon induknya. Untuk mempertahankan sifat-sifat yang dimiliki pohon induknya, teknis perbanyakan yang dianjurkan dilakukan secara vegetatif melalui setek (setek satu ruas dengan sepasang daun). Umumnya petani di Indonesia masih menggunakan bahan tanam dari biji berasal dari pohon yang memiliki buah lebat atau bahkan dari benih sapuan. Keuntungan benih setek satu ruas dengan sepasang daun dibandingkan benih semaian yaitu :1. Menjamin kemurnian klon. 2. Umur siap tanam relative pendek (9-12 bulan) sejak perakaran. 3. Perakaran cukup banyak dan memiliki akar tunggang pengganti yang tidak kalah kokoh dengan akar tunggang asal biji. 4. Mempunyai sifat genetis sama dengan pohon induknya. 5. Mutu yang dihasilkan seragam. 6. Prekositas (masa berbuah awal) relative pendek (1-2 tahun). Sumber Benih Sumber benih atau bahan entres yang digunakan berasal dari kebun entres yang telah ditetapkan oleh Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian. Beberapa klon kebun sumber benih dihasilkan oleh dua kebun sumber benih yaitu dari Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Jember dan Balai Penelitian Tanaman Industri dan Penyegar (Balitri) Sukabumi antara lain klon : BP 42, BP 234, BP 288, BP, 308, BP 358, BP 409, BP 436, BP 534, BP 920, BP 936, BP 939, SA 203, SA 237. Pembuatan Tempat Penyetekan Setek kopi robusta disemaikan dalam bedengan yang disungkup dengan plastik, tujuan penyetekan dibedengan ini untuk merangsang pembentukan akar setek. Media penyetakan berupa campuran tanah, pasir dan pupuk kandang dengan perbandingan 1 : 1 : 1, dengan ketebalan medium 20 - 25 cm. Bedengan dibuat memanjang dengan ukuran lebar 1,25 m dan panjang 5-10 m. Bedengan dibuatkan sungkup plastik transparan dengan tinggi kerangka sungkup ± 60 cm di atas permukaan bedengan. Kemudian bedengan penyetekan diberi naungan dari paranet dengan tinggi tiang penaung 2 m dan dengan intensitas cahaya yang masuk ± 60-70 %. Pelaksanaan penyetekan Proses penyetekan yaitu dengan menggunakan entres dengan umur berkisar antara 3 - 6 bulan yang ditandai dengan entres yang masih hijau dan lentur tidak terlalu muda ataupun tua. Entres kopi yang diambil adalah pada ruas 2 - 4 dari pucuk. Pemotongan bahan setek dipotong menjadi satu ruas dengan panjang 6 - 8 cm dimana sepasang daun yang dikupir (dipotong sebagian belaian daunnya), bagian pangkal setek dipotong miring satu arah. Perlakuan tambahan sebelum ditanam setek bisa direndam dalam larutan zat perangsang akar selama 1 menit untuk mempercepat tumbuhnya akar. Setek ditanam dengan cara menancapkan setek ke dalam media tumbuh sehingga daunnya menyentuh permukaan media dengan jarak tanam 5 -10 cm. Selanjutnya setelah setek tertanam dilakukan penutupan /disungkup dengan plastik. Setiap 1-2 hari sekali (tergantung kelembaban) setek disiram dengan menggunakan knapsack sprayer. Penyiraman dilakukan dengan cara membuka salah satu sisi sungkup dan setelah disiram segera ditutup kembali. Pada umur ± 3 bulan dilakukan penyesuaian dengan membuka sungkup secara bertahap. Umur ± 5 bulan setek sudah bisa dipindahkan ke tempat pembibitan dengan menggunakan kantong plastik/polibag. Penanaman setek berakar Polibag untuk benih asal setek dengan ukuran 20 x 30 cm. Media tanam terdiri dari media pasir, tanah, pupuk kandang dengan perbandingan 1 : 2 : 1. Sebelum dilakukan penanaman ke polibag, akar setek yang terlalu panjang dipotong dan disisakan sepanjang 5,0 - 7,5 cm. Tujuannya agar me¬ngurangi risiko akar bengkok dan mudah dalam pelaksanaan penanaman. Penanaman setek berakar dilakukan dengan cara memasukkan akar dan batang ke dalam media tanam di polibag, sampai daun terbawah hampir menyentuh media tanam, kemudian dipadatkan dengan jari tangan agar setek tidak tumbuh miring. Setelah setek di tanam dalam polibag kemudian dilakukan penyiraman agar media tanah mampat dan tidak ada rongga antara akar setek dengan media tanam. Pemeliharaan Pemeliharaan setek dalam polibag terdiri dari ; (1) penyiraman, (2) pemupukan, (3) pemotongan tunas dan (4) pengendalian hama dan penyakit. Penyiraman dilakukan sesuai de¬ngan kebutuhan. Pemupukan dilakukan sebanyak 3 kali yaitu, pada umur 1-2 bulan dosis pupuk urea 0.5 gr, SP 36 2.0 gr dan KCl 2.0 gr. Pada Umur 3 “ 4 bulan dengan dosis urea 1.0 gr dan setelah berumur 5 bulan keatas dosis urea 2.0 gr. Apabila tersedia pupuk urea tablet maka pemupukan dilakukan pada saat benih telah berumur dua bulan di polibag dengan cukup 1 tablet/pohon tiap tiga bulan sekali. Tunas akan tumbuh pada benih setek, biasanya berjumlah dua atau lebih. Agar pertumbuhannya baik, tunas tersebut cukup dipelihara satu saja, yaitu dipilih yang pertumbuhannya paling baik (sehat dan kekar), sedangkan tunas yang lain dipotong dengan menggunakan gunting setek. Pengendalian hama dan penyakit pada benih setek harus dilakukan sesuai dengan anjuran. Bibit setek siap tanam di kebun setelah berumur ± 7 bulan di pembibitan. Standar Mutu Benih Hasil Setek Benih kopi hasil setek dapat disebut sebagai benih siap salur jika telah memenuhi kriteria seperti yang terdapat pada tabel dibawah ini.Kriteria StandarUmur Tanaman Minimal 5 bulanTinggi Tanaman Minimal 15 cmDiameter Tanaman Minimal 0,8 cmJumlah Daun Minimal 4 pasang daun yang sudah mengembang penuhWarna Daun Daun Tua : HijauDaun Muda : Hijau Muda atau hijau kecoklatan (tergantung varietas)Kesehatan Bebas OPTUkuran polibeg Minimal 12 x 20 cm Menyusun materi penyuluhan pertanian dalam bentuk bahan website Judul : Perbenihan Kopi Robusta Ditulis Oleh : Ria Maya, S.P. (BPTP Kep. Bangka Belitung) Sumber Bacaan : - Petunjuk Teknis Produksi Benih Komoditas Strategis Perkebunan Tanaman Kopi Robusta (Balai Penelitian Tanaman Industri dan Penyegar, 2017) - Budidaya dan Pascapanen Kopi (Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Perkebunan, 2010 ) - Budidaya Tanaman Kopi untuk Adaptasi dan Mitigasi Perubahan Iklim (Perspektif Vol. 13 No. 1/ Juni 2014)Sumber Gambar : Koleksi BPTP Bangka Belitung.