Salah satu jenis tanaman hias yang banyak ditanam di Indonesia yaitu tanaman pisang-pisangan atau pisang hias atau heliconia (Heliconia sp). Pemanfaatannya selain sebagai bunga potong, juga sebagai penghias tanam dan pagar, serta sebagai tanaman pot. Permintaan pasar yang meningkat akan heliconia direspon dengan meningkatnya luas area dan jumlah petani tanaman heliconia. Tentunya hal ini perlu diimbangi dengan pembinaan , agar peningkatan luas area dan jumlah petani tersebut dapat memberikan keuntungan yang maksimal tanpa merusak lingkungan sistem produksi. Sejalan dengan kegiatan peningkatan produksi, produktivitas dan mutu tanaman hias berkelanjutan periode tahun 2010 -2014, Kementerian Pertanian cq. Direktorat Jenderal Hortikultura menetapkan sasaran produksi heliconia tahun 2013 sebesar 7.327.302 tangkai dan 7.802.843 tangkai pada tahun 2014. Untuk menghasilkan produk heliconia yang bermutu dan berdaya saing, mutlak diperlukan penerapan budidaya yang baik dan benar (Good Agricultural Practices/GAP) yang berisi instruksi kerja atau Standar Operating Procedures (SOP) berbasis GAP. Penerapan SOP merupakan salah satu bentuk pembinaan yang efektif bagi petani guna peningkatan mutu produk. Dengan mengacu pada SOP, petani dapat berproduksi secara efektif dan efisien menghasilkan produk ramah lingkungan dan memudahkan pelacakan tahapan prosedur manakala terjadi tuntutan dari konsumen. Ruang lingkup SOP heliconia meliputi: 1). penetapan lokasi, 2). penyiapan lahan, 3). perbenihan, 4). penanaman, 5). pengairan, 6). penyulaman, 7). penyiangan, 8). pemupukan, 9). pemangkasan, 10). perlindungan tanaman, 11). panen, 12). pengumpulan dan pembersihan bunga, 13). sortasi dan grading, 14). pengemasan dan pengangkutan, dan 15). pencatatan. Di bawah ini diuraikan secara singkat mengenai SOP perbenihan sebagai bagian dari ruang lingkup SOP heliconia. Perbenihan Kegiatan perbenihan dimaksudkan untuk menjamin kepastian mutu benih yang baik dan benar agar menghasilkan produk bermutu dan tinggi serta diminati pasar. Adapun standar perbenihan heliconia, yaitu: 1. Benih bermutu, kultivarnya (varietas yang sudah dibudidayakan) diminati masyarakat; 2. Tanaman induk sehat, pertumbuhan subur dan cukup umur; 3. Benih dihasilkan dari perbanyakan vegetatif, yaitu: pemisahan anakan, pemotongan rimpang/rhizoma dan pembelahan rumpun. Ruang lingkup persiapan benih heliconia tersebut meliputi pemilihan kultivar dan prosedur perbanyakan benih. Setelah kultivar ditetapkan, lakukan tahapan prosedur perbanyakan benih sebagai berikut: Pemisahan anakan Pilih tanaman tua dan telah dipotong bunganya karena akan segera membentuk anakan; a. Gali tanah yang menutupi anakan dengan cangkul atau alat penggali yang lain; b. Jika rimpang/rhizoma anakan telah tampak, potong anakan dengan pisau, di dekat rimpang induknya; c. Angkat anakan yang telah terpisah dan letakkan di tempat yang teduh, agar daun tidak layu dan menggulung; d. Tutup kembali lubang bekas penggalian, lalu padatkan; e. Pindahkan anakan untuk segera ditanam; f. Lakukan penanaman di kebun atau disemaikan terlebih dahulu; g. Lakukan penanaman setelah anakan memiliki dua lembar daun yang membuka penuh, dengan ketinggian benih yang mencapai rata-rata 25 cm. 1. Pemotongan rimpang/rhizoma a. Pilih rimpang/rhizoma dari batang yang telah tua dan telah diambil bunganya; b. Pangkas batang yang terdapat di permukaan tanah hingga rata dengan permukaan tanah; c. Bongkar rimpang dengan cangkul atau garpu, lalu angkat bongkah rimpah dan bersihkan dari tanah dan perakaran yang melekat; d. Potong dan buang rimpang yang telah tua, membusuk dan mati; e. Potong rimpang terpilih yang berukuran besar dan potong menjadi beberapa bagian dengan panjang setiap bagian 5 -10 cm dan paling sedikit memiliki 1 - 2 ruas; f. Rendam rimpang dalam larutan fungisida atau bakterisida dengan dosis 2 gram/liter air, selama 3 - 5 menit sebelum ditanam, untuk mencegah masuknya jamur dan bakteri melalui luka bekas pemotongan; g. Tanam rimpang pada medium tanam yang poros yang dibuat dari campuran tanah, pasir dan pupuk organik dengan perbandingan 1 : 2 : 2, lalu siram setiap pagi dan sore hari; h. Bila rimpang yang ditanam telah bertunas, yaitu kira-kira setelah 2 - 3 minggu, pisahkan benih ke dalam polibag untuk siap digunakan sebagai bahan tanaman. 2. Pembelahan rumpun a. Lakukan pembelahan rumpun, jika tanaman sudah rimbun atau rumpun sudah terlalu padat; b. Belah rumpun dengan minimal satu batang induk dan satu mata (sucker); c. Buang bagian atas tanaman untuk mengurangi penguapan, lalu langsung tanam di kebun. 3. Pencatatan seluruh kegiatan Catat seluruh kegiatan yang dilakukan pada perbenihan tanaman Diana Prasastyawati, Mei 2013 Sumber: 1. Anonim. 2010. SOP Standar Operasional Prosedur Budidaya Heliconia. Jakarta: Direktorat Budidaya Tanaman Hias, Direktorat Jenderal Hortikultura, Kementerian Pertanian 2. Anonim. 2010. SOP Standar Operasional Prosedur Budidaya Heliconia. Jakarta: Direktorat Budidaya Tanaman Hias, Direktorat Jenderal Hortikultura, Kementerian Pertanian