Loading...

Perencanaan Perkandangan Yang Baik

Perencanaan Perkandangan Yang Baik
Kandang sebagai tempat tinggal hewan ternak dalam jangka waktu tertentu, menjadi sangat penting sebagai komponen utama yang pertama kali harus direncanakan mulai dari syarat, lokasi, fungsi, sistem dan konstruksi kandang. Ada dua fungsi kandang bagi ternak yaitu sebagai fungsi primer dan fungsi sekunder ; Fungsi primer yaitu secara makro, kandang untuk tempat tinggal dan berlindung dari cuaca dan gangguan predator. Secara mikro, kandang berfungsi menyediakan lingkungan yang nyaman agar ternak terhindar dari cekaman (stress). Fungsi sekunder yaitu fungsi kandang sebagai tempat bekerja bagi peternak untuk melakukan kegiatan pemeliharaan sehari-hari. Perencanaan pembuatan atau pendirian kandang harus dimulai dengan menjawab 5W1H ; What, apakah yang akan diusahakan. Why, mengapa komoditas itu dipilih, lihat peluang-peluang bisnis masing-masing komoditas. Where, di mana peternakan didirikan, di sini perlu pertimbangan aspek teknis d an non teknis, seperti lokasi, sumber air, transportasi, jarak dengan pasar, cuaca atau iklim, jauh dari pemukiman dan faktor social. When, kapan dilaksanakan. Who, siapa yang melaksanakan. How, bagaimana melaksanakannya. Syarat-syarat bangunan kandang yang baik : Dinding kandang dapat terbuat dari bahan yang dapat melindungi ternak dari cuaca, predator dan memiliki ventilasi udara keluar masuk serta mudah diperoleh. Arah kandang sebaiknya membujur timur barat. Atap kandang dirancang sesuai dengan fungsinya yaitu melindungi bangunan beserta isinya dari hujan, panas matahari dan udara dingin. Lantai kandang sebaiknya disemen kasar sehingga mudah dibersihkan dan dan akan mengurangi bahaya penyakit ternak. Selain bangunan kandang, di lokasi kandang juga perlu dibangun tempat pengolahan limbah ternak, baik itu limbah padat maupun cair. Hal ini selain dapat mengurangi dampak pencemaran lingkungan juga bisa menjadi pemasukan tambahan bagi peternak, seperti feses padat dan cair dapat dijadikan pupuk organik (kompos, bokashi, pupuk organic cair). Selain dijadikan pupuk untuk tanaman, kotoran ternak bisa diolah menjadi biogas yang dapat digunakan sebagai bahan bakar sebagai pengganti bahan bakar fosil, sehingga dampak pencemaran lingkungan bisa dikurangi. Penambahan bahan-bahan lain dalam menangulangi pencemaran lingkungan oleh usaha peternakan juga bisa dilakukan dengan penggunaan kapur sebagai penurun kesadahan, menetralkan keasaman, membersihkan lantai kandang, mengeringkan dan mengurangi bau dari kotoran ternak. Sumber : sianr Tani Edisi 11-17 Juni 2014 No.3561 Tahun XLIV Penulis : Fitri Rahayu, S.Pt