Loading...

Peringati Hari Santri Poktan Kenongo Mukti Bersama Ansor Adakan Ngaji Tani Organik

Peringati Hari Santri Poktan Kenongo Mukti Bersama Ansor  Adakan Ngaji Tani Organik
Peringatan Hari Santri Nasional 2019 yang jatuh pada 22 Oktober kemarin disambut antusias oleh masyarakat Indonesia. khususnya para santri Tani Yang Berada di Kecamatan Kalibaru- Banyuwangi. Peringatan hari Santri harus kita sambut dengan gegap gempita dan semangat berkarya Ujar ketua Poktan Kenongo Mukti, Imam Sunardi G, Kelompok tani bersama dengan ansor ikut menyemarakkan Hari Santri dengan menggelar pelatihan dan ngaji tani organik di Kalibaru, Banyuwangi, Jawa Timur. Ngaji Tani Organik juga diisi dengan pelatihan pembuatan agen pengendali hayati. Agen pengendali hayati terbukti mampu menekan perkembangan hama dan penyakit serta menghidupkan kembali ekosistem alam. Agens Hayati adalah setiap organisme yang meliputi spesies, sub spesies, atau varietas dari semua jenis serangga, nematode, protozoa, cendawan, bakteri, virus, mikoplasma, serta organisme lain yang dalam semua tahap perkembangannya dapat dipergunakan untuk keperluan pengendalian OPT. Penggunaan agensia hayati menjadi salah satu metode yang ampuh untuk mengatasi serangan hama dan penyakit di lahan pertanian. Agensia hayati ini bisa berasal dari golongan jamur, bakteri, virus ataupun protozoa. Beberapa contoh agensia hayati yang sering digunakan oleh petani adalah Tricoderma, Beauveria bassiana dan Metarhizium anisopliae. “Peserta pelatihan dan ngaji tani organik ini adalah sahabat Ansor yang kesehariaanya sebagai petani. Menurut Bakuh, ada sekitar 70 petani yang mengikuti kegiatan tersebut. Dia sengaja menggelar kegiatan di Kelompok Tani Kenongo Mukti, Kalibaru agar para peserta bisa dengan mudah praktik lapangan. Bakuh menambahkan, Ngaji Tani Organik diharapkan bisa memberi wawasan baru serta menambah keterampilan bagi para petani. “Saya berharap Sahabat Ansor yang kesehariannya sabagai petani mempunyai ketrampilan bertani organik sekaligus ada regulasi pemasaran produk organik yang dikeluarkan oleh pemerintah Banyuwangi. Kedepannya petani organik mempunyai kepastian pasar untuk memasarkan produk pertanian organiknya,” tutur pria yang biasa disapa Profesor ini (Bakuh Fiar). Ngaji Tani Organik tersebut dibuka oleh H. Susiyanto mewakili Komisi 2 DPRD Kabupaten Banyuwangi. Nampak pula hadir Anggota FPKB DPRD Banyuwangi, Husnan Abadi, Kepala Desa Kajarharjo, Tinneke, Pengurus MWCNU Kalibaru dan PAC Ansor Kalibaru serta PPL dan POPT Dinas Pertanian Banyuwangi, Istikandi, Budiono, SP. By: Team BPP Kalibaru Editor: Resqi Eko Wahyu, S.ST (Petugas Pendamping Penyuluhan Pertanian)