Loading...

Peristiwa Gugurnya Seorang Petani Milenial Pejuang Pangan Saat Cuaca Ekstrim, Petani Perlu Dibekali "Basic Safety Farming"

Peristiwa Gugurnya Seorang Petani Milenial Pejuang Pangan Saat Cuaca Ekstrim, Petani Perlu Dibekali "Basic Safety Farming"
Desa Tambalang Kecil adalah salah satu dari 33 desa yang ada di Kecamatan Sungai Pandan kabupaten Hulu Sungai Utara. desa dengan luas 1,15 KM2 ini memiliki potensi lahan rawa lebak yang sangat baik. di desa tersebut ada 3 kelompok tani yang mengusahakan komoditas unggulan Padi. selain itu, lahan dengan IP 300 tersebut biasanya juga ditanami palawija dan hortikultura seperti jagung manis, ubi alabio, cabai rawit, labu kuning, kacang panjang,terong, mentimun dan lain sebagainya. tanaman perkebunan seperti karet, rumbia dan kelapa dalam juga diusahakan oleh petani di desa ini. lokasi strategis yang berdekatan dengan polder Alabio dan Pasar Alabio makin mendukung usahatani yang dilakukan oleh masyarakat. saat ini di desa Tambalang Kecil sedang melaksanakan tanam Padi pada Musim Hujan. areal pertanaman seluas 3 ha terhampar menghijau dengan tanamam padi yang berbuah lebat. dikarenakan wilayah lain di kecamatan Sungai Pandan sebagian besar tanam pada musim Kemarau, sehingga di lahan ini rentan terjadi serangan hama seperti tikus, burung, kera, dan penyakit lainnya. para petani waspada dan setiap hari berjaga di lahan sawah setiap harinya dari pagi sampai sore menjelang malam. para petugas juga melaksanakan pendampingan secara intensif untuk mengamankan pertanaman tersebut. selain itu ada informasi agenda akan dilaksanakannya kegiatan Panen Raya oleh Instansi Dinas Pertanian dari kabupaten, Provinsi hingga Tingkat pusat. begitu menerima laporan banyak hama burung yang menyerang, petugas sigap memfasilitasi pemasangan kawat perak di sepanjang pertanaman Padi. para petani pun menggunakan berbagai cara seperti meniup terompet dan memakai senapan angin untuk mengendalikan serangan hama. pengumpanan terhadap serangan hama tikus juga telah dilaksanakan swadaya oleh kelompok tani dibantu petugas. kini tanaman Padi itu berbuah semakin lebat dan berisi. tanam dengan sistem jajar legowo menambah indah pemandangan sawah. tanamn refugia warna warni kadang dihinggapi kupu-kupu yang beterbangan. membuat siapa saja yang berada di sana merasa betah berlama-lama duduk di pondok yang ada di tengah sawah. pada hari itu, rabu 15 Februari 2023 seperti biasa tim penyuluh pertanian bersama POPT melakukan kunjungan dan monitoring pertanaman. agenda hari itu adalah demonstrasi cara pembuatan Biosaka. kegiatan ini dilaksanakan secara swadaya. diawali denagn doa bersama, walaupun dengan suguhan seadanya para petani mengikuti dengan antusias kegiatan tersebut dari awal sampai akhir. dipandu oleh petugas POPT dan PPL kegiatan berjalan dengan lancar. para petani memahami dan mau mengaplikasikan Biosaka tersebut dengan harapan tanaman Padi mereka akan tumbuh dengan lebih baik. terakhir petugas dan petani melakukan sesi foto bersama untuk dokumentasi kegiatan. Adzan Dzuhur berkumandan dan kegiatan berakhir. setelah selesai melaksanakan tugas para petugas kembali ke kantor di Balai Penyuluhan Pertanian kecamatan Sungai Pandan. sedangkan para petani beristirahat sejenak kembali ke rumahnya yang berada tidak jauh dari lahan sawahnya. setelah itu mereka kembali ke pondok sawahnya masing-masing untuk menjaga tanamannya dari hama burung yang terlihat semakin banyak berada di pohon-pohon sekitar persawahan. Namun menjelang sore, siapa sangka cuaca berubah begitu cepat langit mendung, awan menghitam, angin bertiup kencang , kilat dan petir menyambar-nyambar membuat nyali siapapun merasa gentar. hujan deras mengguyur seluruh wilayah kecamatan pada saat itu. dan tidak lama kemudian pada saat menjelang ashar petugas menerima kabar dari kelompok tani bahwa salah seorang petani yang mengikuti kegiatan pada pagi itu telah tewas tersambar petir saat berada di pondok tengah sawah. hal itu sungguh mengejutkan dan membuat kami yang mendengar turut berduka. membayangkan bisa saja salah satu dari kami yang saat itu berada disana yang menjadi korban. hal ini menjadi peringatan bagi semua untuk lebih mengutamakan keselamatan dalam bekerja. jika terjadi cuaca ekstrim seperti itu sebaiknya tinggalkan dulu untuk sementara pekerjaan dan mencari tempat yang lebih aman. Seorang Petani Milenial bernama AR(19) , tewas tersambar petir saat hujan deras. korban diketahui sedang berada di pondok yang ada di sawah milik orang tuanya. pada hari itu , AR yang baru lulus SMA sedang membantu ibunya di sawah. bermaksud menjaga tanaman padinya dari hama burung yang banyak berada di sekitar persawahan. korban diketahui memang seorang anak yang berbakti pada kedua orang tuanya yang berprofesi sebagai petani. sejak kecil jika ada waktu libur sekolah dia selalu ikut membantu orang tuanya di sawah. pada hari itu Bapak Muis (Ayah AR) sedang ada pekerjaan di tempat lain sehingga dia yang dengan setia menemani ibunya saat di sawah. ketika peristiwa itu terjadi sang ibu menyaksikan sendiri bagaimana kilat dengan cepat menyambar putra kesayangan satu-satunya yang dimiliki dan korban telah jatuh terlentang di samping pondok. tak kuasa menahan tangis sambil memeluk putranya sang ibu meminta pertolongan kepada para petani lainnya. korban sempat dilarikan ke Puskesmas terdekat namun dinyatakan telah meninggal dunia oleh petugas. hal ini juga menjadi pelajaran bagi kita semua bahwa sebaiknya para petani dan petugas juga dibekali bukan hanya dengan materi teknis budidaya dan teknologi terapan namun juga "Basic Safety Farming". karena tidak ada pangan seharga nyawa manusia. By. Widya Dewi, SP