Loading...

PERKARANGAN KELUARGA MENGHEMAT PENGELUARAN DAPUR

PERKARANGAN KELUARGA MENGHEMAT PENGELUARAN DAPUR

Peristiwa bencana alam yang terjadi saat ini, berpengaruh pada kelancaran distribusi pangan, terbatasnya akses fisik dan ekonomi terhadap pangan, dan lainnya yang dapat menganggu ketahanan pangan individu, keluarga masyarakat kepulauan meranti.

Meskipun  demikian, Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian (Kementan) sudah mempunyai solusinya, salah satunya melalui kegiatan Pekarang Pangan Lestari (P2L). "Program ini kami kembangkan untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga. Kami mengajak masyarakat memamfaatkan pekarangan dengan menanam aneka tanaman.P2L dikembangkan dengan tujuan meningkatkan ketersediaan, akses dan pemanfaatan pangan bagi keluarga. Melalui P2L bisa dihasilkan pangan beragam, bergizi seimbang dan aman, sekaligus untuk peningkatan pendapatan keluarga.  

Untuk mencapai tujuan tersebut, P2L dilakukan melalui pemberdayaan kelompok masyarakat,yaitu kegiatan budidaya berbagai jenis tanaman dengan memanfaatkan pekarangan di sekitar rumah, atau lahan kosong yang tidak produktif melalui  pengembangan rumah  bibit, demplot, pertanaman, dan pascapanen serta pemasaran.Kelompok wanita tani Dahlia Desa Maini Darul Aman telah menerapkan kegiatan perkarangan keluarga ini sejak tahun 2019 hingga saat ini. Perkarangan keluarga atau dikenal dengan P2L, yang beranggotakan 15 orang aktif. Perkarangan kelurga menggunakan sistem polibag dengan menanam tanaman cabai, tomat dan seledri.

Tanaman cabai adalah tanaman yang banyak ditanam dan digemari oleh ibuk wanita tani Dahlia saat ini. Selain harga beli yang tinggi disebabkan karena rasa pedas.Ada kandungan antioksidan untuk kesehatan. Selain tanaman cabai juga menanam sayur kangkung, selain digemari masyarakat sekitar juga memiliki umur panen yang pendek.Dengan adanya perkarangan keluarga dapat mengurangi pengeluaran keluarga dan tidak merasa tertekan dengan harga pasar saat ini akibat pandemi bencana alam.