Kabupaten Bantul merupakan kabupaten yang mempunyai prestasi cukup baik khususnya dalam fasilitasi FMA (Farmer Managed extension Activities) atau pengelolaan penyuluhan oleh petan. Pembelajaran FMA yang diawali pada tahun 2008 hingga 2011 di 60 desa dengan berbagai materi pembelajaran. Atas dasar latar belakang dan tujuan yang sama, maka para alumni pembelajaran FMA bermusyawarah dan mensepakati serta meyakini kelembagaan ekonomi yang sesuai pada kondisi saat ini adalah Koperasi. Adapun dua FMA di Kabupaten Bantul yang telah berkembang yaitu Koperasi "Agro Mirasa Boga Bantul Yogyakarta" (AMBOY) yang bergerak di bidang produksi dan pemasaran aneka olahan hasil pertanian, dengan sekretariat di Dusun Ponggok, Desa Sidomulyo Kecamatan Bambanglipuro, dan Koperasi Beras Sehat Makmur Bantul (KBSM) dengan orientasi usaha pengembangan produksi dan pemasaran Beras Sehat, bersekretariat di Dusun Gedongsari, Desa Wijirejo, Kecamatan Pandak.Koperasi Beras Sehat Makmur Bantul terdiri dari petani padi organik dari 14 desa. Kegiatan pembelajaran akan berjalan selama 51 kali pertemuan dengan peserta dari Pengurus dan Pengelola koperasi BSM Bantul dan pada pembelajaran tertentu melibatkan anggota serta mitra usaha maupun calon mitra usaha. Tim Fasilitator antara lain dari Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta, Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi Kab. Bantul, Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluhan Kab. Bantul serta praktisi. Koperasi AMBOY terdiri dari petani 35 desa dan memulai kegiatan pembelajaran selama 41 kali pertemuan. Peserta pembelajaran adalah perwakilan wilayah (anggota dan pengurus koperasi) dengan nara sumber dari Dinas Perindustrian dan Koperasi Kab. Bantul, Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluhan Kab. Bantul, Dinas Pertanian dan Kehutanan Kab. Bantul, Dinas Kesehatan Kab. Bantul, BPSDMP Yogyakarta, BPTP Yogyakarta, BBPOM di Yogyakarta, mitra usaha, Lembaga MUI, praktisi, UPN "Veteran" Yogyakarta, konsultan keuangan dan pajak, serta pakar pemasaran dan strategi penjualan. Koperasi AMBOY dan Koperasi BSM didirikan dengan harapan dapat meningkatkan wawasan tentang agribisnis dalam kelembagaan yang kuat serta meningkatkan jaringan usaha yang lebih luas sehingga pada akhirnya menjadikan para pelaku usaha yaitu petani, dapat berkembang sekaligus juga meningkatkan taraf hidup masyarakat.