Loading...

Perkuat Budidaya Sagu, Kementan Ri Salurkan Bantuan 7,5 Ton Pupuk Organik Ke Poktan Sagu Jaya

Perkuat Budidaya Sagu, Kementan Ri Salurkan Bantuan 7,5 Ton Pupuk Organik Ke Poktan Sagu Jaya

 Kementerian Pertanian melalui Dirjen Perkebunan menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung sektor pertanian berkelanjutan. Komitmen ini diwujudkan dengan penyaluran bantuan 7,5 ton pupuk organik kepada Kelompok Tani (Poktan) Sagu Jaya di Desa Renak Dungun Kecamatan Pulau Merbau Kabupaten Kepulauan Meranti. Bantuan tersebut merupakan kelanjutan dari bantuan bibit sagu yang sebelumnya sudah di terima.  

Penyaluran Bantuan

Bantuan ini di distribusikan hingga sampai ke kelompok tani melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kab. Kepulauan Meranti. Penyaluran pupuk organik tersebut dilakukan pada tanggal 2 Desember 2025 ke Poktan Sagu Jaya Desa Renak Dungun, yang di hadiri oleh Staf Bidang Perkebunan DKPP, Koordinator BPP Kec. Pulau Merbau dan langsung diterima oleh Pengurus Kelompok Tani Sagu Jaya. 

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian yang di wakil oleh Bapak Joni (Staf Bidang Perkebunan) menjelaskan bahwa bantuan ini merupakan bagian dari program bantuan perluasan tanaman sagu, yang mana pupuk organic ini berguna untuk peningkatan kesuburan lahan, terutama pada budidaya sagu yang membutuhkan nutrisi tanah spesifik. "Kami menyadari bahwa harga pupuk kimia sering menjadi beban bagi petani. Dengan 7,5 ton pupuk organik ini, kami berharap Poktan Sagu Jaya dapat mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia, memperbaiki struktur tanah, sekaligus menekan biaya produksi. Sagu adalah masa depan pangan kita, dan kualitasnya harus kita jaga," ujar Joni.

Strategi Pertanian Organik

Ketua Poktan Sagu Jaya, Bapak Edy Kurniawan menyambut baik bantuan yang mereka terima. Menurutnya, lahan sagu mereka sangat membutuhkan input organik untuk mengembalikan kesuburan tanah yang mungkin telah menurun."Bantuan ini sangat kami nantikan. Budidaya sagu kami selama ini terkendala oleh kondisi tanah yang makin masam. Pupuk organik ini akan menjadi solusi tepat untuk program perluasan tanaman sagu dan memastikan bahwa pati sagu yang dihasilkan lebih sehat dan berkualitas tinggi," kata Edy. Ia menambahkan, kelompok tani kini siap menerapkan metode pertanian yang lebih organik dan ramah lingkungan sesuai dengan arahan dari penyuluh pertanian. 

Sasaran Jangka Panjang

Bantuan ini tidak hanya berorientasi pada hasil panen jangka pendek, tetapi juga merupakan strategi jangka panjang pemerintah untuk mempromosikan pertanian berkelanjutan di kawasan tersebut. Selain penyaluran pupuk, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan melalui Penyuluh Pertanian Setempat juga memberikan pelatihan teknis kepada anggota Poktan Sagu Jaya mengenai aplikasi dosis pupuk organik yang tepat dan teknik pengelolaan hama terpadu. Diharapkan, inisiatif ini dapat direplikasi oleh kelompok tani lain, menjadikan Desa Renak Dungun sebagai sentra budidaya sagu organik yang menjadi percontohan bagi daerah lain.