Jakarta, (19/06/2024) Dalam rangka memperkuat integritas dan mendorong kinerja, Pusat Penyuluhan Pertanian (Pusluhtan), Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP) menyelenggarakan pembinaan anti korupsi bagi seluruh pegawai lingkup Pusluhtan. Kepala Pusluhtan, Bustanul Arifin Caya, membuka acara yang dilaksanakan secara hybrid. Dalam arahannya, Bustanul mengatakan Pertemuan ini sangat penting untuk memberikan motivasi, dorongan perbaikan agar kinerja ke depan makin lebih baik. Pertemuan juga dimaksudkan untuk menguatkan Integritas sebagai PNS Pusluh, sebagai PNS BPPSDMP, dan sebagai PNS Kementan”. Selanjutnya dikatakan materi yang disampaikan oleh narasumber harus kita patuhi dan laksanakan, dan kita harus cepat, cermat, cerdas dan sesuai target dalam bekerja. Bekerja harus bermanfaat, bukan saja untuk Kementan juga untuk Pembangunan pertanian di daerah, terlebih sebagai pembina penyuluh. Penyuluh tidak hanya melaksanakan transfer inovasi, juga harus bisa memfasillitasi program kementan di pusat, provinsi, dan kabupaten, termasuk program strategis (optimasi lahan, pompanisasi, dan tumpang sisip di area perkebunan). Sebagai narasumber, Teguh Ujianto, Auditor Utama Inspektorat Jenderal Kementerian Pertanian. Materi yang disampaikan terkait pencegahan tindak korupsi. Teguh menyampaikan, sosialisasi anti korupsi harus sering dilakukan untuk selalu mengingatkan kepada pegawai agar tidak melakukan korupsi. Beberapa faktor penyebab korupsi adanya hubungan, arogansi, kapabilitas, tekanan dari internal maupun eksternal, dan adanya peluang yang disebabkan lemahnya sistem. Lebih lanjut dikatakan korupsi berdampak pada kemiskinan, kerusakan alam, biaya ekonomi tinggi. Jenis-jenis korupsi dapat berupa kerugian keuangan negara, penggelapan dalam jabatan, perbuatan curang, pemerasan, gratifikasi, suap menyuap, benturan kepentingan, maupun tindak pidana lain yang berhubungan dengan korupsi. Untuk itu Teguh memberikan 9 nilai anti korupsi, yaitu jujur, mandiri, tanggungjawa, berani, sederhana, kerja keras, adil, disiplin, dan peduli. Seluruh peserta antusias menyimak materi yang dipaparkan. Diharapkan dengan meningkatnya pemahaman pegawai, tidak akan terjadi korupsi Pusluhtan. (Edp)