Loading...

PERKUAT PEMAHAMAN PMK DAN LSD, PENYULUH PERTANIAN KABUPATEN GIANYAR IKUTI KIE

PERKUAT PEMAHAMAN PMK DAN LSD, PENYULUH PERTANIAN KABUPATEN GIANYAR IKUTI KIE
Bertempat di Hotel Grand Palace Denpasar, pada hari Selasa, 22 Agustus 2023, Penyuluh Pertanian Kabupaten Gianyar mengikuti kegiatan Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Hewan Menular di Provinsi Bali. Kegiatan ini diikuti oleh PPL PNS, PNS PPPK, THL-TBPP serta petugas dari Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan. Peserta sebanyak 107 berasal dari Kabupaten Gianyar, Klungkung dan Jembrana. Sementara dari Kabupaten Gianyar sebanyak 33 peserta yang terdiri dari satu orang petugas di Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan, 18 orang PPL PNS dan 14 orang PPL PPPK. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali. Adapun tujuan dari kegiatan ini adalah upaya meningkatkan kapasitas dan pemahaman petugas dalam penguatan Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Hewan Menular di Provinsi Bali. Kegiatan ini rencananya akan dilaksanakan selama empat hari, mulai hari Selasa, 22 Agustus 2023 sampai Jumat, 25 Agustus 2023. Dengan peserta berasal dari kabupaten yang berbeda setiap hari. Kabupaten Gianyar berkesempatan mendapat kegiatan hari pertama yaitu Selasa, 22 Agustus 2023. Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali, I Wayan Sunada hadir secara langsung untuk membuka acara dan memberikan sambutan. Dalam sambutannya, Sunada menekankan agar Penyuluh Pertanian ikut secara aktif dan terlibat langsung dalam kegiatan pencegahan maupun penanganan PMK (Penyakit Mulut dan Kuku) pada ternak sapi. Baik dalam bentuk sosialisasi kepada petani dan peternak tentang PMK maupun membantu petugas dari kesehatan hewan dalam upaya pengendalian PMK. Selain PMK, sekarang perlu diwaspadai adanya penyakit LSD (lumpy skin disease). Yaitu cacar sapi/ kerbau, yang disebabkan oleh virus yang utamanya menyerang hewan sapi. Penyakit ini dicirikan dengan adanya benjolan pada kulit sapi. Meski di Bali belum ada serangan LSD pada sapi atau kerbau, namun perlu kewaspadaan pada semua petugas, karena serangan LSD ini sudah terjadi di Jawa Timur. Penyampaian Materi Narasumber yang dihadirkan pada kesempatan kali ini adalah orang-orang yang berkompeten di bidang peternakan dan kesehatan hewan. Mereka adalah Kepala Dinas Pertanian dan Kesehatan Hewan Provinsi Bali, Akademisi dari Universitas Udayana baik dari Fakultas Ilmu Komunikasi, Fakultas Peternakan dan Fakultas Kesehatan Hewan. Materi pertama disampaikan oleh I Wayan Sunada. Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali ini menyampaikan tentang Kebijakan dan Evaluasi Penanganan PMK di Provinsi Bali. Materi kedua, Penyusunan Strategi Komunikasi Vaksinasi PMK dan Pencegahan LSD yang disampaikan oleh Tito Edi Priandono, S.Kom., M.Kom. Dosen di Fakultas Komunikasi Udayana Denpasar ini memaparkan tentang teknik-teknik, strategi dan cara-cara berkomunikasi yang efektif dan efisien. Materi ini dirasa pas sekali bagi peserta yang sebagian besar adalah Penyuluh Pertanian dimana mereka tidak bisa lepas dari komunikasi baik secara langsung maupun tidak langsung dengan petani atau peternak. Materi ketiga, Penerapan Kesehatan Hewan dalam Penanganan PMK, disampaikan oleh dosen dari Fakultas Peternakan Udayana Denpasar. Materi ini disampaikan selepas acara ISHOMA. Adapun materi yang keempat atau terakhir dari KIE ini mengambil topik Manajemen Pemeliharaan Ternak dalam upaya pencegahan PMK yang disampaikan oleh salah satu dosen dari Fakultas Kesehatan Hewan Udayana Denpasar. Materi ini disampaikan selepas coffe break. Sesi Diskusi dan Tanya Jawab Penyampaian materi oleh narasumber mendapat sambutan cukup antusias dari para peserta. Terbukti dengan beberapa pertanyaan yang dilontarkan kepada para narasumber. Selain pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan oleh peserta, ada juga yang menyampaikan pengalaman mereka di lapangan saat membantu pelaksanaan pengendalian PMK. Ada juga yang menyampaikan keluhan tentang kurang dilibatkannya penyuluh oleh bidang yang menangani peternakan dan kesehatan hewan dalam pengendalian PMK. Antusias peserta untuk diskusi dan menyampaikan beberapa pertanyaan serta keluh kesah kepada narasumber harus terputus karena waktu pelaksanaan yang terbatas. Waktu yang sudah sore, sudah terasa lelah dan perjalanan jauh ke tempat asal, membatasi acara kali ini. Diharapkan dengan adanya kegiatan KIE ini, peserta mendapat bekal pengetahuan dan wawasan terkait PMK dan LSD yang nantinya bisa diterapkan di lapangan atau disampaikan kepada para petani dan peternak di wilayah binaan masing-masing. Selepas penyampaian kesimpulan hasil kegiatan KIE ini oleh panitia, dilanjutkan dengan administrasi, sesi foto bersama dan pamitan. Pertanian Maju, Mandiri dan Modern! Salam! Oleh: Kikin Yuswono, S.P. Penyuluh Pertanian Muda Kecamatan Tampaksiring Kabupaten Gianyar