Setelah dimateri sebelumnya saya berbicara tentang jenis Krisan dan cara mendapatkan tanaman indukan. Sekarang saya akan menjelaskan tentang perlakuan yang diperlukan terhadap benih. Setelah pucuk sepanjang ±7 cm dirompes sebagian daunnya hingga tersisa 2-3 daun dewasa, lalu pangkal stek dicelupkan dalam larutan ZPT untuk pengakaran (Rootone F, Root Up). Stek lalu diakarkan pada media pengakaran (sekam bakar atau sekam bakar + humus bambu halus). Selama pengakaran, stek diberi perlakuan hari panjang dan dijaga kelembapan lingkungan tumbuhnya. Dan media tanam yang digunakan harus gembur, memiliki aerasi yang baik, dan mampu menahan air. Terdapat berbagai macam pilihan media tanam, misalnya gambut +serbuk sabut kelapa+sekam bakar = 1:1:1, sekam bakar + humus bambu halus + kompos + tanah = 1:1:1:1, sekam bakar + gambut = 2:1. Pilihlah media yang ringan, mudah didapat, dan harganya terjangkau. Penanaman krisan pot yang dijual di pasaran biasanya ditanam dalam pot plastik berdiameter 15 cm atau 17 cm. untuk pot berdiameter 15 cm, ditanam 5-6 stek, bergantung pada jenis Krisan yang ditanam. Jika varietas yang ditanam memiliki tajuk kecil maka jumlah stek yang ditanam dalam satu pot lebih banyak agar tanaman terlihat rimbun. Formasi ditanam 5-6 stek, bergantung pada jenis Krisan yang ditanam. Jika varietas yang ditanam memiliki tajuk kecil maka jumlah stek yang ditanam dalam satu pot lebih banyak agar tanaman terlihat rimbun. Formasi tanam adalah 1 + 4 (1 stek ditanam di tengah, 4 stek dipinggir). Jika lebih dari 5 stek, formasi tetap 1 stek di tengah pot dan yang lain di pinggir pot. Pinching adalah membuang titik tumbuh di bagian ujung (terminal) dengan menyisakan 4-5 daun dibawahnya. Tujuannya untuk merangsang pertumbuhan tunas lateral. Dari satu stek yang telah di-pinching akan tumbuh 3-4 tunas lateral. Pinching dilakukan 5-10 hari setelah tanam (5-7 hari untuk krisan potong, 8-10 hari untuk krisan pot), sesuai kondisi tanaman. Untuk mengatur tinggi tanaman agar sesuai dengan kriteria tanaman agar sesuai dengan kriteria tanaman pot, perlu disemprotkan ZPT paclobutrazol atau alar. Dosis dan konsentrasi ZPT berbeda untuk setiap varietas. Penyemprotan pertama dilakukan 1 minggu setelah tanaman memasuki hari pendek dengan dosis 1 cc/l atau 1 g/l. Jika pucuk tanaman telah memperlihatkan warna hijau tua, pemberian ZPT dihentikan. Pemberian hari panjang dilakukan dengan penyinaran selama 4 jam atau lebih setiap malam dengan menggunakan lampu essensial 18 watt atau lampu pijar 100 watt. Lama periode pemberian hari panjang disesuaikan dengan kondisi tanaman. Jika tanaman telah memiliki tunas lateral sepanjang 2-3 cm, pemberian hari panjang dihentikan, umumnya essensial 18 watt atau lampu pijar 100 watt. Lama periode pemberian hari panjang disesuaikan dengan kondisi tanaman. Jika tanaman telah memiliki tunas lateral sepanjang 2-3 cm, pemberian hari panjang dihentikan, umurnya sekitar 7-14 hari setelah tanam di pot. Penyiraman dapat dilakukan dengan merendam pot, tetesan atau menyiram tajuk tanaman. Pada vase vegetatif, tanaman diberi pupuk dengan kandungan N tinggi (Growmore 32-10-10, Rosasol, Bioleaf), dan pada fase generatif tanaman diberi pupuk P dan K tinggi. Pengendalian hama dan penyakit dilakukan sesuai dengan kondisi tanaman. Untuk pencegahan dapat disemprotkan pestisida anjuran seminggu sekali. Disbudding dilakukan berdasarkan jumlah bunga dalam satu tunas/cabang, terdapat dua tipe krisan pot, yaitu tipe standar dan tipe spray. Untuk tipe standar; pada satu tunas/cabang dipelihara satu bunga, yaitu bunga terminal. Oleh karena itu perlu dilakukan disbudding, yaitu pembuangan kuncup-kuncup bunga lateral. Untuk tipe spray, pada satu tunas/cabang dipelihara 3-6 bunga sehingga dilakukan pembuangan kuncup bunga terminal dan kuncup-kuncup bunga lateral yang terletak di bawah. Pembuangan kuncup-kuncup bunga ini dilakukan saat kuncup bunga masih kecil agar penampilan tanaman bagus. Untuk panen, krisan pot tipe spray dipanen saat bunga telah mekar 60-70% . Sementara untuk krisan pot tipe bunga standar, panen dilakukan saat bunga telah mekar. Krisan pot dikemas dengan menggunakan plastik transparan atau kertas. Penulis : Nety Sumber : Berbagai Sumber