Perlakuan Benih : SEleksi Benih Padi Menggunakan Larutan Garam
Pada kegiatan budidaya, langkah awal yang perlu dilakukan yaitu PERSIAPAN BENIH. Selain penggunaan benih unggul dan bersertifikat, tahapan lainnya yang perlu dilakukan adalah seleksi benih. Seleksi benih sangat penting dilakukan karena seringkali petani dihadapkan pada permasalahan kualitas benih yang kurang baik (banyak terdapat benih hampa/tidak utuh/kotoran) walaupun benih tersebut merupakan benih berlabel yang dibeli dari kios. Seleksi benih yang hanya menggunakan air memiliki kelemahan yaitu masih tenggelamnya benih yang tidak utuh. Oleh karena itu perlu dilakukan seleksi benih menggunakan media yang cara kerjanya lebih akurat yaitu menggunakan larutan garam. Seleksi benih padi menggunakan larutan garam bertujuan untuk mendapatkan benih yang utuh dan berukuran seragam, sehingga diharapkan saat ditanam akan menghasilkan tanaman yang sehat, pertumbuhan seragam, serta lebih tahan terhadap serangan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT). Prinsip penggunaan metode ini adalah penambahan garam untuk meningkatkan massa jenis air sehingga benih yang tidak utuh dan kotoran lainnya mengambang. Bahan yang dibutuhkan yaitu : benih padi, garam, telur ayam dan air bersih. Alat yang digunakan yaitu ember dan karung. Adapun langkah yang dilakukan yaitu : 1. Siapkan air bersih secukupnya ke dalam wadah. Cemplungkan telur ayam ke dalam air. Tambahkan garam sedikit demi sedikit dan diaduk hingga larut. Pemberian garam dilakukan hingga telur yang awalnya tenggelam menjadi mengapung. Keluarkan telur dari air. 2. Masukkan benih padi ke dalam larutan garam. Aduk perlahan-lahan dan diamkan beberapa saat. 3. Benih yang utuh akan tenggelam, sedangkan yang tidak utuh/hampa dan kotoran akan mengapung. Buang benih dan kotoran yang mengapung. 4. Tiriskan benih padi yang tenggelam dan bilas dengan air bersih. 5. Rendam dalam air selama 1x24 jam dan masukkan kemudian dalam karung. Peram benih selama 2x24 jam hingga berkecambah (kurang lebih panjang 1 cm). 6. Benih yang sudah berkecambah siap disebar. Perlakuan benih diatas terbukti mampu menghasilkan bibit padi yang seragam, sehat serta lebih adaptif, sehingga sangat penting dilakukan dalam rangkaian kegiatan PTT (Pengelolaan Tanaman Terpadu) padi. Penulis : DELLY HOS KAPILA, SP BPP Gapura