PERLAKUAN BENIH PADI Disusun oleh Tim Cyber BPP Wonoasri Perlakukan benih dilakukan dengan tujuan untuk mematahkan masa dormansi benih dan pemilihan benih yang bernas supaya benih dapat tumbuh cepat, seragam dan sehat serta memerikan perlindungan awal terhadap serangan hama terutama pada stadia masa bibit (Jika diperlukan). a). Pematahan Dormansi Dormansi adalah suatu kondisi benih hidup tetapi tidak dapat berkecambah meskipun dikecambahkan dalam kondisi yang optimum untuk perkecambahan. Kondisi dorman biasanya terjadi pada benih-benih yang baru dipanen. Cara Pematahan Dormansi Pemanasan dalam oven pada suhu 50o C selama 3 – 5 hari; Pemanasana dalam oven pada suhu 50o C selama 2 hari, dilanjutkan perendaman dalam air selama 2 hari; Pemanasana dalam oven pada suhu 50o C selama 2 hari, dilanjutkan perendaman dalam larutan 3 KNO3 murni selama 2 hari; Perendaman dalam larutan pupuk KNO3 (3%) atau pupuk KN03 merah (30 gram Kno3 dalam 1 liter air ) selama 1-2 hari. Efektivitas metode pematahan dormansi dipengaruhi antara lain oleh; penyebab dormansi, persistensi dormansi dan intensitas dormansi. b). Melakukan Seed Treatment Seed Treatment dilakukan dengan maksud untuk memberi perlindungan awal terhadap benih agar pertanaman di pesemaian terhindar dari serangan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT). Daerah-daerah yang sering terserang hama Penggerek Batang, disarankan untuk melaksanakan perlakuan benih dengan pestisida berbahan aktif Fipronil dengan cara : Benih direndam dalam air selama 1 hari, kemudian ditiriskan dan dicampur dengan Regent 50 SC (bahan aktif Fipronil) dosis 12,5 cc/kg benih sebelum diperam. Perlakuan pestisida ini juga dapat membantu pengendalian Keong Mas di areal persemaian/pertanaman awal. Perlakuan benih meruapakan salah satu cara dalam upaya menaikkan hasil produksi. Pertumbuhan bibit padi dan hasil gabah yang dihasilkan sangat tergantung pada perlakuan benih. Tanpa adanya perlakuan benih dimungkinkan benih tidak bisa tumbuh maksimal bahkan tidak bisa tumbuh sama sekali.