Harga kakao dunia yang terus membaik dalam dekade terakhir ini menjadikan kakao sebagai komoditi primadona. Jenis kakao yang banyak dibudidayakan di perkebunan rakyat di Indonesia adalah Kakao Criollo (choiced cacao) dan Kakao Forastero (bulk cacao). Untuk mewujudkan kakao sebagai primadona, maka produksinya harus terus ditingkatkan melalui berbagai program diantaranya program intensifikasi tanaman. Intensifikasi kakao dapat dilakukan dengan pemeliharaan tanaman yang baik melalui pemangkasan tanaman. Secara umum tujuan pemangkasan tanaman kakao adalah untuk : 1) Membentuk kerangka pertumbuhan tanaman yang baik; 2) Mengatur agar sinar matahari masuk ke dalam tajuk secara merata, sehingga daun lebih produktif dalam menghasilkan makanan; 3) Meningkatkan kemampuan tanaman menghasikan buah; 4) Mendorong tanaman membentuk daun baru sehingga mampu menghasilkan makanan yang lebih banyak; 5) Membuang bagian tanaman yang tidak dikehendaki (cabang sakit, atau patah, tunas air); 6) Mengurangi resiko serangan hama dan penyakit. Ada beberapa jenis pemangkasan pada tanaman kakao yaitu ;1) pemangkas-an tanaman yang berasal dari semai; 2) pemangkasan tanaman yang berasal dari okulasi; 3) pemangkasan untuk tanaman pelindung. Pemangkasan tanaman kakao asal semai. Pemangkasan pada tanaman ini dilakukan dengan tiga tahap yaitu : (1) pemangkasan bentuk; dilakukan pada tanaman yang belum menghasilkan (TBM), pada saat tanaman berumur 8 bulan yaitu dengan membuang cabang-cabang yang lemah hingga tinggal 3-4 cabang saja karena yang dibutuhkan adalah cabang yang simetris terhadap batang utama, kukuh dan sehat, pertumbuhan tanaman menyebar merata dan mengarah ke atas. Selanjutnya dua minggu sekali, dilakukan pemangkasan terhadap tunas-tunas air (chupon) dengan cara memotong tepat di pangkal batang utama; (2) pemangkasan pemeliharaan, dilakukan secara bertahap setelah pemangkasan bentuk yaitu pada saat tanaman berumur 18 - 36 bulan, cabang sekunder pada jarak 30-60 cm dari jorquette (letak tumbuhnya cabang-cabang primer) dibuang, kemudian cabang sekunder berikutnya diperjarang letaknya satu sama lain dengan cara membuang sebagian cabang sekunder; dan (3) pangkas produksi, dilakukan untuk membuang cabang-cabang tanaman yang tidak produktif (seperti : cabang yang tumbuhnya ke arah dalam/ menggantung, cabang kering, cabang yang terserang hama dan penyakit, cabang yang pertumbuhannya saling melintang/ tindih yang membuat tajuk pohon terlalu rimbun), pemangkasan ini dilakukan dengan selang waktu 4 (empat) bulan sekali, Dengan pemangkasan produksi, diharapkan produksi tanaman kakao meningkat karena cabang-cabang yang tidak produktif berkurang, sehingga mengurangi kelembaban dan menambah intensitas sinar matahari bagi daun. Pemangkasan tanaman asal okulasi. Seperti pada tanaman asal semai, pemangkasan pada tanaman ini juga dilakukan pemangkasan bentuk, pemangkasan pemeliharaan dan pemangkasan produksi. Pemangkasan bentuk pada tanaman asal okulasi sedikit berbeda dengan tanaman yang berasal dari semai dimana pertumbuhan cabang-cabangnya keatas (orthotrop), pertumbuhan tanaman asal okulasi cenderung kesamping (plagiotrop), maka untuk mengatur pertumbuhannya, dapat dilakukan dengan 2 (dua) cara yaitu : (1) Memberi tajar agar arah pertumbuhan tunas pokok ke atas, selanjutnya cabang-cabang yang tumbuh ke samping diatur selang-seling (zig-zag) dan tidak dekat permukaan tanah (> 50 cm). Diupayakan cabang-cabang yang dipelihara, arah pertumbuhannya ke atas; dan 2) Membiarkan tunas tanaman tumbuh bebas selama kurang lebih 1 (satu) tahun. Setelah rimbun baru dipilih cabang-cabang yang arah pertumbuhannya cenderung ke atas; untuk pemangkasan pemeliharaan dan pangkas produksi, dilakukan seperti cara pemangkasan pada tanaman asal semai. Pemangkasan tanaman/ pohon pelindung. Ada dua macam pohon pelindung yaitu : 1) pohon pelindung sementara; dan 2) pohon pelindung tetap. Pemangkasan pada pohon pelindung sementara. Pohon pelindung sementara, perlu dipangkas (tidak lebih tinggi dari 2,5 m) agar tidak menutupi tanaman kakao dalam mendapatkan sinar matahari. Rotasi pemangkasan 1 (satu) tahun sekali yaitu pada awal musim hujan, pohon dipangkas sampai ketinggian 50 cm. Setelah tajuk tanaman kakao saling menutup dan tanaman pelindung tetap sudah berfungsi dengan baik, maka tanaman pelindung sementara dapat dibongkar. Sisa-sisa pangkasan diletakkan di pinggiran tanaman kakao agar dapat menekan pertumbuhan gulma dan sekaligus sebagai sumber hara. Pemangkasan pada pohon pelindung tetap. Pohon pelindung tetap dipangkas agar dapat berfungsi dalam jangka waktu lama. Pemangkasan dilaksanakan terhadap cabang-cabang yang tumbuh rendah dan lemah, dengan cabang terendah berjarak 1 - 1,5 m di atas puncak tajuk tanaman kakao. Rotasi pangkasan dilakukan 1 (satu) tahun sekali pada awal musim hujan. Untuk pohon pelindung tetap yang mempunyai dua cabang utama sejak awal pertumbuhan, dibiarkan tumbuh sampai berumur satu tahun. Setelah itu salah satu cabang harus dipotong agar tidak memberikan naungan yang terlalu gelap bagi tanaman kakao. Sri Puji Rahayu (Penyuluh Pertanian) Sumber : 1. Petunjuk Teknis Budidaya Kakao, 1995, Direktorat Jenderal Perkebunan, Departemen Pertanian; 2.Tumpal, HS Siregar, Slamet Riyadi, Laeli Nuraeni, 2002, Budidaya, Pengolahan dan Pemasaran Cokelat, Penebar Swadaya.