Pembukuan adalah suatu proses pencatatan yang dilakukan secara teratur untuk mengumpulkan data dan informasi keuangan yang meliputi harta, kewajiban, modal, penghasilan dan biaya serta harga perolehan dan penyerahan barang atau jasa, yang ditutup dengan menyusun laporan keuangan berupa neraca dan laporan laba rugi untuk periode tahun tersebut. Semua bisnis membutuhkan sebuah pembukuan dalam menjalankan bisnis, termasuk juga bisnis usahatani (Tohir, 1983). Salah satu kompetensi yang penting untuk dimiliki petani adalah kemampuan dalam melakukan pencatatan usahatani. Menurut Septiadi et al. (2021) manajemen pencatatan usahatani merupakan salah satu bentuk teknologi dalam usahatani dalam memonitoring kondisi keuangan usahatani. Penerapan manajemen pencatatan usahatani dapat memberikan informasi apakah usahatani yang dilakukan petani mengalami keuntungan, titik impas atau kerugian Ada beberapa manfaat penting dari aktivitas pembukuan keuangan bagi suatu bisnis yaitu: 1) Mengetahui besarnya keuntungan atau kerugian usahatani; 2) Mengetahui transaksi apa saja yang telah dilakukan oleh petani; 3) Untuk menilai tingkat kemajuan usahatani. Seringkali disebutkan bahwa penggunaan pencatatan usahatani mampu mengontrol pengelolaan kegiatan usahatani. Melalui pembukuan usahatani, petani mampu mengidentifikasi kelemahan dari seluruh kegiatan usahatani, mulai dari perencanaan dan pelaksanaan usahatani sampai kegiatan panen dan pasca panen. Perbaikan manajemen usahatani melalui penerapan kegiatan pembukuan diharapkan memperbaiki aspek perencanaan dan dapat meningkatkan produktisi usahatani pada musim tanam berikutnya. Bagi petani, pembukuan dan analisis usahatani dapat dijadikan dasar untuk melakukan permohonan pinjaman modal usahatani kepada pihak-pihak penyedia modal usahatani seperti: Bank, BUMN dan lembaga lainnya. Oleh karena itu maka kelembagaan tani sangat disarankan untuk menerapkan pembukuan atau membenahi pembukuan. Berikut beberapa jenis pembukuan yang harus dibenahi oleh kelompok tani dalam mengembangkan usaha:1. Buku Kas: a. Mencatat semua transaksi keuangan, baik pemasukan maupun pengeluaran, b. Mencatat tanggal transaksi, uraian singkat, dan jumlah uang, c. Menghitung saldo kas secara berkala.2. Buku Inventaris: a. Mencatat semua aset yang dimiliki kelompok tani, seperti peralatan, mesin, dan ternak. b. Mencatat tanggal pembelian, nilai aset, dan kondisi aset. c.Melakukan inventarisasi aset secara berkala.3. Buku Catatan Hasil Panen:a. Mencatat hasil panen setiap anggota kelompok tani.b.Mencatat jenis tanaman, tanggal panen, dan jumlah hasil panen.c. Menghitung total hasil panen dan pendapatan kelompok tani.4. Buku Catatan Kegiatan: a. Mencatat semua kegiatan yang dilakukan kelompok tani, seperti rapat, pelatihan, dan penyuluhan. b.Mencatat tanggal kegiatan, uraian singkat, dan hasil kegiatan.5. Buku Notulen Rapat: a.Mencatat hasil rapat kelompok tani, termasuk keputusan yang diambil dan rencana aksi.b.Mencatat tanggal rapat, peserta rapat, dan poin-poin penting yang dibahas. 6. Buku Rencana Kerja: a. Mencatat rencana kegiatan kelompok tani untuk jangka pendek dan jangka panjang. b.Menjelaskan tujuan kegiatan, target yang ingin dicapai, dan sumber daya yang dibutuhkan. 7. Buku Laporan Keuangan:a.Menyajikan ringkasan keuangan kelompok tani, termasuk pendapatan, pengeluaran, dan laba rugi.b.Disusun secara berkala, seperti bulanan, triwulanan, dan tahunan. Tips Membenahi Pembukuan Kelompok Tani: a.Gunakan buku pembukuan yang sesuai dengan kebutuhan kelompok tani, b.Catat semua transaksi keuangan dengan rapi dan teliti. c. Lakukan pembukuan secara berkala dan konsisten,c.Libatkan anggota kelompok tani dalam proses pembukuan. d.Lakukan pelatihan pembukuan bagi anggota kelompok tani. e.Gunakan aplikasi pembukuan untuk memudahkan proses pencatatan. Dengan pembukuan yang baik maka akan dapat : a.Meningkatkan transparansi dan akuntabilitas keuangan kelompok tani. b.Memudahkan dalam melakukan perencanaan dan pengambilan keputusan.c. Membantu dalam mengelola keuangan kelompok tani dengan lebih efektif.d. Meningkatkan kepercayaan anggota kelompok tani terhadap pengurus.e.Mempermudah dalam mendapatkan bantuan dari pemerintah dan lembaga donor.YuliaTS yuliatrisedyowati@gmail.com Pustaka: https://jppipa.unram.ac.id/index.php/jpmpi/article Tohir, K. 1983. Seuntai Pengetahuan Tentang Usaha Tani Indonesia. Bina Aksara. Jakarta Septiadi, D., Rosmilawati, R., Usman, A., Tanaya, I. G. L. P., & Hidayati, A. 2021. Peningkatan Kapasitas Petani Melalui Pelatihan Pembukuan Usahatani di Desa Otak Rarangan Kecamatan Wanasaba Kabupaten Lombok Timur. Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA, 4(3).