Loading...

Perompesan Jagung : Trik Sederhana Agar Panen Melimpah

Perompesan Jagung : Trik Sederhana Agar Panen Melimpah

Perompesan Jagung : Trik Sederhana Agar Panen Melimpah

Perompesan jagung adalah salah satu teknik pemeliharaan tanaman yang krusial untuk meningkatkan kualitas biji dan mempercepat masa panen. Secara sederhana, perompesan adalah kegiatan membuang atau merontokkan daun jagung yang sudah tidak produktif lagi.

Definisi Perompesan : 

Perompesan adalah tindakan pemangkasan daun-daun bagian bawah tanaman jagung (biasanya di bawah tongkol) setelah fase pengisian biji selesai. Tujuannya bukan untuk menyiksa tanaman, melainkan untuk mengalihkan energi tanaman agar fokus sepenuhnya pada pematangan biji.

Manfaat Utama Perompesan :

Melakukan perompesan yang tepat memberikan beberapa keuntungan bagi petani:

  1. Mempercepat Pengeringan : Dengan berkurangnya daun, sirkulasi udara di sekitar tongkol menjadi lebih baik dan sinar matahari dapat langsung mengenai tongkol. Ini mempercepat proses pengeringan biji di pohon.
  2. Mengurangi Kelembapan : Area bawah yang rimbun cenderung lembap dan menjadi sarang penyakit atau jamur. Perompesan membantu menjaga sanitasi lahan.
  3. Optimalisasi Nutrisi : Daun bagian bawah yang sudah menguning biasanya sudah tidak melakukan fotosintesis secara efektif, namun tetap menyerap nutrisi. Dengan membuangnya, nutrisi dialirkan langsung ke tongkol.
  4. Penyediaan Pakan Ternak : Daun hasil perompesan yang masih hijau (meski sudah tua) merupakan sumber hijauan pakan ternak (HMT) yang sangat baik.

Waktu yang Tepat (Timing) :

Ini adalah aspek paling kritis. Jangan melakukan perompesan terlalu dini.

  • Indikator Fisik : Lakukan saat jagung telah mencapai kematangan fisiologis. Cirinya adalah munculnya "lapisan hitam" (black layer) pada pangkal biji jagung.
  • Usia Tanaman : Biasanya dilakukan pada usia 80–90 hari setelah tanam (HST), tergantung varietasnya.
  • Kondisi Daun : Daun bagian bawah sudah mulai menguning dan mengering secara alami.

Peringatan : Jika dilakukan terlalu cepat (saat biji masih dalam fase pengisian susu), maka biji akan menjadi keriput, kecil, dan bobot jemur akan merosot tajam.

Teknik dan Cara Perompesan :

Ada aturan tidak tertulis agar tanaman tetap sehat selama proses ini:

  • Daun yang Dibuang : Fokus pada daun-daun yang berada di bawah posisi tongkol.
  • Daun yang Dipertahankan : Sisakan minimal 2 sampai 3 helai daun di atas tongkol. Daun-daun atas ini masih berperan dalam proses akhir pematangan.
  • Metode : Bisa dilakukan dengan tangan (dipetik) atau menggunakan sabit tajam agar tidak merusak batang utama.
  • Kebersihan : Daun hasil rompesan sebaiknya segera dibawa keluar dari lahan jika tujuannya untuk pakan, atau dihamparkan sebagai mulsa jika ingin menambah unsur organik tanah.

Ringkasan Keunggulan 

Tanpa Perompesan :

  • Aspek Sirkulasi Udara Terhambat, Lembap
  • Risiko Jamur Tinggi 
  • Kadar Air Biji Menurun Perlahan
  • Pemanfaatan Lahan Sulit Untuk Tumpang Sari Akhir

Dengan Perompesan :

  • Aspek Sirkulasi Udara Lancar, Kering
  • Risiko Jamur Rendah
  • Kadar Air Biji Menurun Lebih Cepat
  • Pemanfaatan Lahan Bisa Untuk Menanam Tanaman Berikutnya Lebih Awal