Loading...

Perontokan Padi Dengan Menggunakan Pedal Thresher

Perontokan  Padi  Dengan   Menggunakan Pedal Thresher
Agar padi setelah dipanen mendapatkan hasil yang maksimal perlu dilakukan penanganan yang baik terutama untuk merontokan butir padi agar lepas dari malainya. Guna menghindari pengurangan susut hasil (losses) panen padi yang besar (lebih dari 5%), kegiatan perontokan padi dapat dilakukan dengan menggunakan mesin perontok. Salah satu mesin perontok padi yang kita kenal adalah "pedal thresher". Pedal thresher adalah mesin perontok padi yang mempunyai konstruksi sederhana yang dapat dibuat sendiri oleh petani dan dapat dioperasikan hanya oleh satu orang. Pedal thresher bukan digolongkan sebagai alat mesin karena komponen alatnya sederhana. Alat ini dapat dibuat dari bahan-bahan bekas, sehingga menghemat biaya produksi. pedal thresher ini adalah : 1) menghemat tenaga (1 orang) dan waktu; 2) mudah pengoperasiannya; 3) mengurangi susut panen; 4) kapasitas hasil 75 - 100 kg per jam. Komponen bahan pembuatan pedal thresher Meskipun cara bekerja pedal thresher tidak menggunakan tenaga penggerak enjin/ mesin, alat ini cukup efektif dan efisien, karena komponen bahannya cukup terjangkau di kalangan masyarakat pedesaan. Komponen bahan pedal thresher antara lain adalah : 1) sproket gir roda sepeda; 2) rantai roda sepeda; 3) ban dalam roda sepeda; 4) paku panjang 8 mm; 5) kayu reng dan paku untuk reng; 6) plat seng atau triplek; 7) besi beton diameter 10-12 mm; dan 8) papan kayu. Merontokan padi dengan menggunakan pedal tresher dapat dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut : 1) menggelar terpal/ tenda yang berukuran 8m x 8m di lahan sawah sebagai alas penampung hasil perontokan padi; 2) pedal thresher diletakkan diatas terpal/tenda; 3) menggerakkan pedal thresher dengan cara menginjak pedal dengan kaki naik-turun, sehingga poros pemutar memutar silider alat perontok; 4) arahkan putaran silider perontok berlawanan dengan posisi operator (menjauh dari operator); 5) pegang tangkai jerami dan tekan bagian ujung padi yang ada butirannya pada gigi silinder perontok; 6) membersihkan gabah lalu dikumpulkan dan dimasukkan dalam karung; 7) membawa karung berisi padi kerumah petani atau ke penggilingan padi dengan alat transportasi (sepeda, pick up atau truk dll). Penanganan pasca panen dengan cara berkelompok lebih efisien Untuk mendapat hasil yang maksimal, penanganan pasca panen perlu mempertimbangkan aspek teknis dan ekonomis, sehingga perlu direncanakan dengan baik. Salah satu yang perlu dipertimbangkan dalam perencanaannya adalah, kegiatan pemanenan dan perontokan sebaiknya dilakukan secara berkelompok. Dalam satu kelompok terdiri dari 5-7 orang petani pemanen, dilengkapi dengan satu pedal thresher. Berdasarkan penelitian, kehilangan hasil panen pada sistim kelompok jauh lebih rendah dibandingkan dengan sistim keroyokan dan ceblokan. Sri Puji Rahayu (Penyuluh Pertanian) Sumber : Pedoman Penanganan Pasca Panen Tanaman Pangan, Ditjen PPHP