Loading...

PERSEMAIAN BENIH

PERSEMAIAN BENIH
Penyemaian benih padi merupakan langkah awal penanaman padi. Karena itu perlu dilakukan persiapan yang matang agar dapat menghasilkan bibit padi berkualitas yang akan menentukan pertumbuhan padi di sawah. Untuk menghasilkan benih berkualitas harus menggunakan benih unggul bersetifikat. Penyemaian padi sawah dapat dilakukan dengan cara penyemaian tradisional dan penyemaian modern. PENYEMAIAN TRADISIONAL Langkah awal yang harus diperhatikan dalam penyemaian tradisional adalah menentukan pemilihan tanah yang akan digunakan untuk penyemaian benih padi dengan persyaratan yang direkomendasikan 1) Berlokasi ditanah yang subur, 2) 2) Lokasi penyemaian benih padi tidak terlindung dari pohon. Artinya benih padi akan mendapatkan sinar matahari dengan baik, 3) Lokasi penyemaian benih padi harus berada dekat dengan sumber air agar memudahkan dalam penyiraman, 4) Diusahakan lokasi penyemaian benih padi dekat dengan areal sawah yang ditanami padi agar memudahkan dalam pengawasan. Penyemaian tradional dapat dilakukan dengan 3 cara yaitu :1) Penyemaian kering, 2) Penyemaian Basah dan 3) Penyemaian Dapog. 1. Penyemaian keringPenyemaian kering cocok dilakukan di lokasi yang pengairannya terbatas. Lahan yang akan digunakan untuk penyemaian benih padi harus dalam keadaan kering dan dilakukan pengolahan tanah dahulu berupa kegiatan membajak, menggaru dan meratakan tanah. Selanjutnya dapat dilakukan pembuatan bedengan bedengan yang disiapkan untuk penyemaian benih padi dengan rekomendasi yang dianjurkan lebar bedengan 120 cm, Tinggi bedengan 20 cm, Panjang bedengan secukupnya dan lebar selokan 30 cm. Rekomendasi Luas persemaian harus mengacu pada perhitungan 1/20 Luas tanam padi. Artinya bila lahan sawah yang akan ditanami padi seluas 2 hektar maka diperlukan luas persemaian 1/20 x 2 hektar = 1.000 meter persegi. Setelah bedengan disiapkan tahapan berkutnya adalah melakukan penyebaran benih diatas bedengan dan selanjutnya lakukan penutupan benih yang sudah ditebarkan dengan tanah yang halus . Bila dilokasi bedengan penyemaian benih padi tersedia air yang cukup dapat dialirkan air kedalam selokan diantara bedengan dan berikan percikan air sedikit dalam bedengan 2 kali sehari. Namun bila tidak ada sumber air yang dekat persemaian penyiraman dapat dilakukan dengan menggunakan alat penyiraman atau ember 2. Penyemaian basahPenyemaian basah umum dilakukan oleh petani padi. yang dapat dilakukan dengan 2 cara. Cara yang pertama pilih lokasi yang akan digunakan untuk penyemaian basah tanah yang subur dan mempunyai sumber pengairan yang baik. Tahapan berikutnya adalah mengolah tanah yang akan digunakan untuk penyemaikan dengan cara membajak dan menggaru tanah agar dapat menghasilkan lumpur yang baik, Rekomendasi pengolahan tanah dianjurkan sedalam 15 “ 20 cm. Setelah pengolahan tanah selesai baru dapat dilakukan pembuatan bedengan dengan rekomendasi sesuai teknologi anjuran pada pembuatan bedengan pada penyemaian kering. Setelah bedengan siap baru dapat dilakukan penebaran benih dengan cara memilih benih padi yang berkecambah untuk ditaburkan pada bedengan. 3. Penyemaian DapogPenyemaian dengan model Dapog biasanya dilakukan pada daerah daerah yang tanahnya terbatas. Lahan penyemaian dapat dialihkan dihalaman pekarangan rumah dengan menggunakan lahan tanah maupun lantai rumah. Tahapan selanjutnya adalah membuat bedengan selebar 1 meter dan batasi pinggir bedengan dengan belahan batang pisang. Selanjutnya tutup bedengan dengan plastik atau daun pisang dan lakukan penaburan benih padi diatas lapisan plastik atau daun pisang. PENYEMAIAN MODERN Perkembangan teknologi memberikan warna pada pola perlakuan penyamian benih padi. Sekarang ini penyemaian padi tidak harus dilakukan dilahan sawah atau memanfaatkan lahan pekarangan rumah sebagai media tanam benih padi. Teknologi penyemaian padi terus berkembang sekarang ini penyemaian benih padi sudah lebih rapi dan tidak harus bersentuhan dengan tanah langsung. Penyemaian benih padi modern dapat dilakukan dengan dua cara. Cara pertama penyemaian benih padi tetap dilakukan dilahan sawah atau pekarangan rumah dengan menggunakan plastik dan penyemaian benih padi dengan kotak rigid tray. Penyemaian benih padi modern pertama dengan menggunakan plastik sebagai lahan media penyemaian. Bibit padi 1 hektar. membutuhkan plastik yang yang lebarnya 1,5 m dan panjang 60 m, Untuk mengatur drainase, plastik dibuat lubang dengan ukuran diameter 0,2-0,3 cm dan jarak antar lubang 2x2 cm atau 2x3 cm. Plastik diletakkan dilahan yang telah disiapkan untuk penyemaian dan diatas plastik dibuatkan pembatas dari kayu (cetakan) untuk mendapatkan ukuran persemaian per kotak seperti persemaian dalam kotak yaitu 58 x 28 cm. Selanjutnya pada alas plastik taburkan tanah dasar yang sudah diayak setebal 2 “ 2,5 cm. Setelah itu siram dengan air shower kemudian taburkan benih padi sebanyak 150-200 gram perkotak. Dan tutup kembali benih dengan tanah setebal 0,3-0,5 cm. Penyemaian moderen kedua dengan menggunakan kotak rigid tray yaitu tempat penyemaian benih padi dalam bentuk kotak dengan ukuran panjang 58 cm, lebar 28 cm dan tinggi 2 cm. Kotak tray penyemaian diisi tanah yang telah diayak setinggi 1,5 cm dan ratakan. Tabur benih padi sebanyak 150-200 gram setiap kotak dengan jumlah benih untuk padi non hibrida sebanyak 1,5 “ 3 bibit /cm2 dan padi hibrida 1-1,5 bibit/cm2, lalu tutup kembali dengan tanah yang telah diayak setebal 0,5 cm dan setelah itu siram dengan shower yang lembut supaya benih tidak berpindah dan permukaan tanah tetap. Penulis: Aidil Adha, A.Md Admin BPP Tanah Kampung