Pesemaian Benih disemaikan pada bedeng pesemaian dengan media pasir dan serbuk gergaji dengan perbandingan 2 : 1. Beberapa hasil penelitian menunjukkan bahwa daya kecambah benih aren di atas 90%. Satu cara atau metode yang dapat dipakai untuk menghasilkan daya kecambah benih aren yang tinggi tersebut adalah benih yang telah dibersihkan dari daging buah langsung dibenamkan 1-2 cm ke dalam media pesemaian. Pada hari ke-30 setelah disemai, daya kecambah mencapai 50%. Benih yang telah berkecambah (ditandai seperti jaringan spons warna putih) selanjutnya membentuk apokol dengan panjang sekitar 12 cm dan dari apokol akan keluar akar dan tunas. Pembibitan Kecambah dengan tinggi 3-5 cm dapat dipindah ke tempat pembibitan (bedeng pembibitan ataupun polibag). Pemindahan ke pembibitan ini dilakukan sore hari untuk mencegah ter-jadinya penguapan yang tinggi. Polibag yang digunakan ber-ukuran tinggi 30 cm dan diameter 20 cm. Media tumbuh yang digunakan adalah campuran tanah dan pupuk kandang dengan perbandingan 1 : 2, dan polibag diisi media hingga 3/4 penuh. Pembibitan diberi naungan setinggi 1 m, karena bibit aren sangat peka terhadap sinar matahari langsung. Pemeliharaan bibit dilakukan terutama untuk memper-tahankan kelembaban media tumbuh. Selain itu, untuk menda-patkan pertumbuhan yang baik, bibit aren perlu dipupuk. Takaran dan jenis pupuk untuk bibit aren berbeda menurut umur bibit (Tabel 1). Cara pemupukan, yaitu dengan memasuk-kan pupuk ke dalam media tumbuh mengelilingi bibit dengan jarak sekitar 5 cm. Pemupukan dilakukan setiap 2 bulan. Selain pupuk buatan, digunaan pupuk organik kotoran sapi dengan takaran 300 g/bibit. Setelah bibit berumur 11-12 bulan, dipin-dahkan ke lokasi penanaman/kebun. Umur bibit (bulan) Urea (g/bibit) TSP (g/bibit) 2 10 5 4 10 10 6 20 15 8 25 20 Sumber : Agro Inovasi, Litbang