Loading...

PERSEMAIAN DAN PEMBIBITAN TANAMAN MENDUKUNG SISTEM PANGAN REGENERATIF

PERSEMAIAN DAN PEMBIBITAN TANAMAN MENDUKUNG SISTEM PANGAN REGENERATIF
dengan pendekatan Ekonomi Sirkular. Mengacu pada Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2019, terutama pasal 13, Indonesia berkomitmen mengembangkan Sistem Budidaya Pertanian Berkelanjutan yang bertujuan untuk 1) Meningkatkan dan memperluas penganekaragaman hasil pertanian, guna memenuhi kebutuhan pangan, sandang, papan, kesehatan, industri dalam negeri, dan memperbesar ekspor secara berkelanjutan; 2) Meningkatkan pendapatan dan taraf hidup petani; dan 3) Mendorong perluasan dan pemerataan kesempatan berusaha dan kesempatan kerja, terutama pada petani kecil. Oleh karena itu, penerapan sebuah sistem pertanian yang didasari oleh sistem Ekonomi Sirkular sangat tepat dalam menunjang tujuan konservasi yang diharapkan dari Undang-undang tersebut. Sistem budidaya pertanian regeneratif adalah sistem budidaya pertanian yang dikembangkan dalam konsep Ekonomi Sirkular. Dalam UU No. 22 Tahun 2019 Pasal 13 disebutkan bahwa “Pemanfaatan Lahan untuk keperluan budi daya Pertanian dilakukan dengan pendekatan pengelolaan agroekosistem berdasarkan prinsip Pertanian konservasi.” Pertanian regeneratif adalah model pertanian yang mengintegrasikan pertanian konservasi dan pengelolaan agroekosistem. berdasarkan prinsip pertanian konservasi.” Dalam budidaya pertanian, tahap persemaian dan pembibitan menjadi sangat penting sehingga perlu perlakukan yang baik dan benar. Persemaian dan Pembibitan Pertama kita perlu memahami bahwa benih adalah embrio “tidur”; bakal kehidupan, tanaman yang sedang istirahat, di mana proses kehidupan di dalamnya berlangsung lebih lambat. Benih mempertahankan aktivitas metabolisme dengan mengkonsumsi energi yang sangat sedikit dari endosperm, dengan perlindungan kulit dalam dan kulit luar, seperti selimut. Dalam benih memuat kode-kode yang diperlukan sebagai instruksi untuk membentuk tanaman baru sekaligus menyimpan cadangan makanan seperti karbohidrat, lemak, protein dan mineral-mineral yang diperlukan bagi benih tidur tersebut untuk bangun dan tumbuh. Persemaian Menggunakan Papan Benih Ukuran papan yang biasa digunakan, adalah ukuran agar kita mudah bekerja menggunakan papan tersebut, baik dimensi maupun beratnya. Ukurannya adalah tinggi atau kedalaman 7.5 sentimeter, lebar 35 sentimeter dan panjang 50-60 sentimeter. Lapisan bawah haruslah kuat karena menahan beban tanah media tanam. Dan terdapat lubang atau saluran drainase setiap 5 milimeter. Ketinggian atau kedalaman media tanam sangatlah penting. Karena apabila terlalu rendah, maka akar tanaman akan menyentuh bagian bawah, dan pertumbuhan terhambat, cepat tua dan lemah. Petani menyebutnya sebagai bibit yang “cepat pikun”. Untuk mencegah penyakit akibat virus atau jamur, atau penyebab lain, usahakan papan tersebut tetap bersih dan kering, dari persemaian ke persemaian berikutnya. Hamparkan daun-daunan kira-kira 0.5 sentimeter mulsa daun pada bagian bawah papan. Lapisan ini untuk mencegah hilangnya tanah. Letakkan kerikil kecil pada dasar wadah semai, kira-kira merata 2 cm, sebelum memasukkan campuran media tanam lainnya di atasnya. Ini akan memperbaiki drainase air. Lapisan dari kulit telur juga dapat dapat ditambahkan untuk tambahan kalsium pada tanah (beberapa tanaman seperti tomat, kol, dan kale menyukai kalsium). Kemudian isi papan dengan campuran tanah yang lembab (lihat campuran media tanam persemaian), dan kemudian ratakan tanah dengan kayu atau penggaris panjang. Metode Persemaian Sebarkan bibit secara merata pada permukaan tanah media tanam. Kita juga bisa membuat garis pada tanah menggunakan ranting untuk menandai dan melubangi garis penanaman bibit. Ukuran biji atau benih bervariasi, oleh karena itu atur jarak antar benih dengan seksama. Beberapa tanaman bumbu atau bibit bunga sangat kecil, memerlukan kehati-hatian ketika menyemai. Kalau kita terlalu banyak memasukkan biji pada satu lubang, akan berakibat kurang baik. Demikian pula atur jarak agar tidak terlalu banyak biji disemai pada papan yang sama. Tanaman sayur jarak yang sesuai kira-kira adalah 6-12 milimeter antarbenih. Beberapa orang menyukai jarak yang lebih longgar, agar ketika berkecambah, daun-daunnya tidak saling bersentuhan. Penyemaian yang dekat juga membantu pembentukan semacam iklim mikro. Lapisi barisan biji yang akan disemai dengan media tanam. Setidaknya 5-10 milimeter. Siram perlahan, 2-3 kali, dan hati-hati, usahakan air merata di bagian papan. Kita bisa menggunakan semprotan atau kaleng yang dilubang kecil-kecil (1 mm atau kurang), sehingga air sedikit-sedikit menyiram media tanam. Ingat jangan sampai papan bibit menjadi kering, usahakan selalu basah dan lembab. Terakhir lapisi media tanam dengan mulsa tipis dari jerami untuk menjaga kelembaban. Menyemai Benih Benih yang berukuran kecil harus ditanam sekitar setengah ruas jari ke dalam campuran media tanam, dan paling mudah ditanam dalam alur baris. Kita dapat membuat alur baris dalam setengah buku jari di dalam campuran media tanam. Taburkan benih ke dalam alur dan tutupi benih dengan campuran media media tanam. Tekan campuran media tanam dengan papan yang membuat area tersebut kencang kembali. Benih yang berukuran besar harus ditanam sedalam sekitar satu ruas jari dan dapat ditanam secara individu atau di alur yang lebih dalam. Sayuran yang tumbuh lebih baik bila benih ditanam di persemaian adalah kubis, tomat, sayuran berdaun hijau, bayam, terong, paprika, bawang merah, cabai, ketimun, kacang polong, okra, selada, dan sawi. Beberapa sayuran lebih baik ditanam benih langsung ke bedengan (tidak disemai) di antaranya adalah labu, jagung, kacang-kacangan, kacang tanah, lobak, bunga matahari, luffa, labu, dan melon. Pastikan setiap benih yang langsung ditanam terlindung dari binatang seperti tikus, ayam dan lain-lain. Kebanyakan bibit pohon perlu ditanam di persemaian. Dalam beberapa situasi, pohon legum dan pepaya tumbuh lebih baik jika ditanam langsung ke tanah: misal pada teras hidup, pagar hidup, kacang gude (kacang bali), wijen, dan pepaya dalam sistem pohon campuran. Berilah label pada setiap jenis benih yang disemai dan tanaman. Tuliskan nama dan tanggal penanaman. Ini sangat penting untuk pembibitan besar dan pembibitan komunitas. Meningkatkan Keberhasilan Persemaian Kebanyakan benih sayuran dan benih pohon legum harus direndam semalaman sebelum ditanam; 18 jam adalah waktu terbaik. Ini akan menambah jumlah benih yang tumbuh dan bibit akan tumbuh lebih cepat. Beberapa biji pohon berkulit keras yang dapat direndam dalam air panas (tidak mendidih) terlebih dahulu, dan biarkan semalaman. Ini akan membantu melembutkan kulit luar dan bibit akan tumbuh lebih cepat. Caranya rebus 1 liter air dan biarkan dingin selama sepuluh menit, kemudian setelah sudah agak turun suhunya, masukkan. Cara lain agar biji berkulit keras tumbuh lebih cepat adalah dengan menggaruk kulitnya di atas semen atau amplas. Jangan menggores lapisan luar, cukup bagian permukaannya. Beberapa biji besar dengan cangkang sangat keras seperti kemiri, macadamia, dan cemara bisa dibuka dengan teknik pembakaran. Di persemaian, gali lubang dangkal (sedalam 5 cm), dan tempatkan benih di dalamnya. Tutupi lubang dengan pasir, taruh rumput kering di atasnya, dan bakar rumputnya. Setelah pembakaran selesai taburkan air ke pasir dan biji. Air menyebabkan cangkang pecah. Saat benih berkecambah dan berumur beberapa hari, keluarkan dan tanam kembali ke dalam media tanam. Kelapa – potong bagian atas dan bawah untuk membantu akar dan tunas tumbuh dengan mudah. Sumber:Modul Pelatihan Pertanian Regeneratif Berbasis Ekonomi Sirkular Kerjasama Kementrian Pertanian Badan Penyuluhan Dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian Yayasan Inisiatif Indonesia Biru Lestari (Waibi), LW.