Loading...

PERSEMAIAN KERING PADI

PERSEMAIAN KERING PADI
PENDAHULUAN Pembenihan atau persemaian merupakan langkah awal dalam teknik budidaya padi, dimana keberhasilan kegiatan persemaian ini akan menentukan keberhasilan budidaya padi pada tahapan berikutnya, jika persemaian gagal secara otomatis budidaya padi tidak dapat dilanjutkan sebab berkaitan dengan ketersediaan bahan tanam. Wilayah Provinsi Lampung kadang mengalami musim kemarau yang cukup panjang. Pada situasi musim kemarau seperti ini perlu upaya yang lebih intensif untuk menggerakkan sumber daya yang ada, agar produksi padi tetap stabil. Pemerintah daerah Lampung telah menetapkan Program Sekampung Sistem untuk memenuhi kebutuhan air bagi lahan pertanaman padi di wilayah Lampung tengah, Lampung Timur dan Kota Metro. Untuk mendukung kesuksesan program tersebut diperlukan teknologi yang tepat guna dan effisien, salah satunya adalah teknologi semai kering. Persemaian kering yaitu persemaian yang menggunakan wadah berupa kotak/ besek/wonca/pipiti. Penggunaan wadah ini dimaksudkan untuk memudahkan pengangkutan dan penyeleksian benih. Untuk lahan seluas satu hektar dibutuhkan wadah persemaian ukuran 20 cm x 20 cm, sebanyak 400—500 buah. KEUNGGULAN PERSEMAIAN KERING Dapat dilakukan di luar areal produksi, Hemat kebutuhan benih (±10 kg/ha), Hemat lahan dan air, Mengurangi risiko kegagalan karena banjir, serangan OPT, pertumbuhan bibit lebih cepat. Dapat mengikuti percepatan musim tanam. BAHAN YANG DIPERLUKAN ADALAH : Benih Padi Pupuk Kandang Tanah Garam dan telur ( 1 butir) Gembor Timbangan Plastik Rumput/Jerami Ember Saringan (mesh 0,5 cm) Skop Paranet (2,0 m x7,0m) Kotak Persemaian PROSES PENYEMAIAN Perlakuan Benih Benih yang akan disemai, rendam selama 1 hari 1 malam, lalu di peram selama 2 x 24 jam. Benih yang siap sebar ditandai dengan keluarnya akar-akar kecil. Persiapan Tanah untuk persemaian, Campur tanah dengan pupuk Organik dengan perbandingan 2 : 1. Untuk mengetahui pupuk organik atau pupuk kandang yang sudah jadi bisa dilakukan dengan cara sederhana. Ambil segenggam pupuk, masukkan dalam baskom berisi air, aduk sampai rata. Diamkan beberapa menit sampai mengendap. Pupuk kandang yang sudah jadi akan mengendap sempurna dan air akan tetap bening. Persiapan Media Tanam. Plastik yang digunakan harus plastik yang tidak cacat atau tidak tembus air. Bisa Plastik biasa, bisa juga plastik hitam. Semua bisa digunakan asal tidak cacat dan tidak tembus air. Hamparkan plastik di tempat datar. Sebarkan campuran tanah tadi merata di seluruh permukaan plastik dengan ketebalan 2 cm. Sebar Benih, Siapkan benih siap sebar yang sudah diperam 2 x 24 jam . Sebarkan di permukaan tanah dengan kepadatan 0,6 - 0,7 Kg/m2 media. Setelah tersebar merata, lalu tutup persemaian dengan potongan rumput alang-alang tipis tipis. Lalu siram. Setelah disiram, lalu tutup lagi dengan potongan alang-alang agak tebal lalu disiram lagi. selama benih tumbuh kurang dari 2 cm, penyiraman dilakukan 2 x sehari (melihat kondisi cuaca) setiap pagi dan sore. Pengambilan penutup rumput dilakukan 4 hari setelah penyebaran benih (biasanya benih telah tumbuh sekitar 2 cm). Setelah tutup diambil, maka penyiraman dilakukan 1 hari sekali pada waktu sore (melihat kondisi cuaca). Bibit Siap ditanam umur terpendek 9 hari atau umur maksimal 16 hari. Pengambilan Bibit; Bibit yang siap tanam cukup diambil dengan cara digulung dan kemudian bisa langsung diangkut ke sawah. Penanaman di Lahan; Untuk penanaman di lahan cukup buka gulungan bibit tadi. Sobek atau pecah- pecah sesuai ukuran yang diperlukan. Taruh di sisi pematang atau di dalam petak sawah. Penempatan bibit ini dilahan untuk memudahkan tukang tanam mengambil bisa juga dengan cara dilemparkan. Dan dijamin bibit tidak akan rusak. Keunggulan lain hasil persemaian ini juga bisa dipakai untuk penanaman dengan mesin tanam. Penyusun : Nasriati Sumber : Balai Benih Padi dan Palawija, Jawa Barat.