Pendahuluan Pemerintah senantiasa berupaya untuk meningkatkan produktivitas padi seiring dengan kebutuhan pangan nasional. Salah satu masalah yang dihadapi dalam peningkatan produksi padi adalah kelangkaan tenaga kerja tanam. Oleh karena itu Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian telah mengembangkan alat tanam padi Indojarwo Transplanter. Kunci utama keberhasilan menanam padi dengan menggunakan alat tanam tersebut adalah penyiapan bibit. Bibit padi perlu dipersiapkan secara khusus dengan membuat persemaian memakai dapog (kotak persemaian). Persiapan Tanah Tanah digunakan untuk media pertumbuhan tanaman di persemaian. Tanah dianjurkan berasal dari lahan sawah bagian atas (top soil). Tanah kering digemburkan dan dibersihkan dari rumput-rumputan atau sisa-sisa jerami.Tanah kemudian diayak untuk mendapatkan tanah yang berukuran seragam dan bertekstur lembut serta terbebas dari benda-benda keras yang dapat merusak alat tanam.Selanjutnya tanah dicampur dengan pupuk organik/pupuk kandang dengan perbandingan 1:1. Persiapan Benih Salah satu faktor penting yang menentukan hasil suatu tanaman adalah benih. Benih bersama sarana produksi lainnya seperti pupuk, air, cahaya, iklim menentukan hasil tanaman. Meskipun tersedia sarana produksi lain yang cukup, tetapi jika menggunakan benih bermutu rendah maka hasilnya akan rendah. Oleh karena itu gunakan benih bermutu. 1. Ciri-ciri Benih BermutuVarietas asliBenih Bernas dan seragamBersih (tidak tercampur dengan biji gulma atau biji tanaman lain)Daya kecambah dan vigor tinggi, sehingga jika ditanam di sawah dapat tumbuh dengan baikSehat 2. Keuntungan Menggunakan Benih BermutuBenih tumbuh dengan cepat dan serempakBila disemaikan, akan menghasilakan bibit yang tegar dan sehatJika ditanam-pindah dapat tumbuh lebih cepatPertanaman lebih serempak dan populasi tanaman optimum, sehingga akan mendapatkan hasil yang tinggi. 3. Pemilahan Benih Benih dengan berat jenis yang lebih tinggi , mempunyai daya kecambah yang lebih tinggi, pertumbuhan di lapang lebih cepat dan seragam. Pemilahan benih dapat dilakukan dengan berbagai cara, misalnya dengan menggunakan larutan garam.Siapkan ember atau panci dengan ukuran minimal cukup untuk 3 volume benihMasukkan air ke dalam ember atau panci dengan ukuran kira-kira 2 kali volume benihMasukkan telur bebek ke dalam ember atau panci Masukkan garam dapur sedikit demi sedikit dan diaduk sampai rataJika telur bebek belum mengapung, maka perlu ditambah garam dapur lagiPemberian garam dapur dianggap cukup, jika posisi telur mengapung pada permukaan larutan garam dengan posisi berbaringMasukkan benih padi yang akan diuji ke dalam ember atau panci yang berisi larutan garamAduk benih padi selama kurang lebih 1 menitKemudian pisahkan benih yang mengambang dengan yang tenggelam Benih yang tenggelam adalah benih bermutu dan bernasBenih ini merupakan benih yang terpilih untuk dijadikan bibit Benih yang terpilih ini kemudian dicuci dengan air bersihKemudian benih tersebut direndam selama 24 jam, kemudian ditiriskan.Untuk daerah yang terserang hama penggerek batang, disarankan untuk memberikan perlakuan benih dengan pestisida berbahan aktif fipronil.Perlakuan pestisida ini juga dapat membantu pengendalian keong mas di areal persemaian/ pertanaman awal. Selanjutnya benih diperam selama 24 jam. Setelah diperam akan terlihat adanya bintik putih pada lembaga tetapi belum tumbuh akar. Hal ini merupakan tanda benih siap untuk disemaikan dalam dapog. Pembuatan Dapog/Kotak PersemaianSiapkan kotak persemaian dari bahan kayu reng atau bilahan bambuukuran kotak persemaian panjang, lebar, dan tebal atau tinggi berturut-turut 58 cm, 18 cm, dan 2,5 cm.untuk lahan seluas 1 ha membutuhkan sekitar 175 s.d. 185 buah kotak persemaian kotak persemaian diberi alas plastik.untuk mengatur drainase, alas plastik dibuat lubang dengan ukuran diameter 0,2-0,3 cm dan jarak antar lubang 2x2 cm atau 2x3 cm. Tanah yang telah dicampur dengan pupuk kandang tadi dimasukkan ke dalam dapog setebal 2 cmKemudian disiram air secukupnya sampai lembabSetelah itu taburkan benih padi yang terpilih sebanyak kurang lebih 60 s.d. 70 gram per kotak, sehingga dalam 1 ha membutuhkan benih sekitar 13 kg.Jika tidak ada timbangan dapat pula menggunakan ukuran bekas gelas air mineral Pertanaman lebih serempak dan populasi tanaman optimum, sehingga akan mendapatkan hasil yang tinggi. 3. Pemilahan Benih Benih dengan berat jenis yang lebih tinggi , mempunyai daya kecambah yang lebih tinggi, pertumbuhan di lapang lebih cepat dan seragam. Pemilahan benih dapat dilakukan dengan berbagai cara, misalnya dengan menggunakan larutan garam.Siapkan ember atau panci dengan ukuran minimal cukup untuk 3 volume benihMasukkan air ke dalam ember atau panci dengan ukuran kira-kira 2 kali volume benihMasukkan telur bebek ke dalam ember atau panci Masukkan garam dapur sedikit demi sedikit dan diaduk sampai rataJika telur bebek belum mengapung, maka perlu ditambah garam dapur lagiPemberian garam dapur dianggap cukup, jika posisi telur mengapung pada permukaan larutan garam dengan posisi berbaringMasukkan benih padi yang akan diuji ke dalam ember atau panci yang berisi larutan garamAduk benih padi selama kurang lebih 1 menitKemudian pisahkan benih yang mengambang dengan yang tenggelam Benih yang tenggelam adalah benih bermutu dan bernas Benih ini merupakan benih yang terpilih untuk dijadikan bibit Benih yang terpilih ini kemudian dicuci dengan air bersihKemudian benih tersebut direndam selama 24 jam, kemudian ditiriskan.Untuk daerah yang terserang hama penggerek batang, disarankan untuk memberikan perlakuan benih dengan pestisida berbahan aktif fipronil.Perlakuan pestisida ini juga dapat membantu pengendalian keong mas di areal persemaian/ pertanaman awal. Selanjutnya benih diperam selama 24 jam. Setelah diperam akan terlihat adanya bintik putih pada lembaga tetapi belum tumbuh akar. Hal ini merupakan tanda benih siap untuk disemaikan dalam dapog. Pembuatan Dapog/Kotak PersemaianSiapkan kotak persemaian dari bahan kayu reng atau bilahan bambuukuran kotak persemaian panjang, lebar, dan tebal atau tinggi berturut-turut 58 cm, 18 cm, dan 2,5 cm.untuk lahan seluas 1 ha membutuhkan sekitar 175 s.d. 185 buah kotak persemaian kotak persemaian diberi alas plastik.untuk mengatur drainase, alas plastik dibuat lubang dengan ukuran diameter 0,2-0,3 cm dan jarak antar lubang 2x2 cm atau 2x3 cm. Penyemaian Benih Tanah yang telah dicampur dengan pupuk kandang tadi dimasukkan ke dalam dapog setebal 2 cmKemudian disiram air secukupnya sampai lembabSetelah itu taburkan benih padi yang terpilih sebanyak kurang lebih 60 s.d. 70 gram per kotak, sehingga dalam 1 ha membutuhkan benih sekitar 13 kg.Jika tidak ada timbangan dapat pula menggunakan ukuran bekas gelas air mineral "aqua" ukuran 240 ml. Adapun caranya, benih padi dimasukkan ke dalam gelas sebanyak kurang lebih setengah volume gelas. Selanjutnya benih ditutup kembali dengan tanah secara merata setebal 0,3-0,5 cm.Untuk menghindari percikan hujan atau sinar matahari secara langsung sebaiknya dapog ditutup dengan daun kelapa atau daun pisang.Penutup dapog (daun kelapa/pisang) dibuka apabila benih telah tumbuh (umur bibit 3-4 hari) Pemeliharaan Bibit Penyiraman dilakukan sejak bibit berumur 4 hari sampai bibit siap tanamPenyiraman dilakukan secara merata , terutama pada bagian pinggir dapog setiap 1-2 hari sekali pada waktu pagi.Penyiraman sampai air menembus pada bagian bawah dapog.Apabila bibit berwarna kuning dapat dipupuk dengan Phonska 1 gram/dapog. Pupuk dilarutkan dalam 500 ml air kemudian disiramkan secara merata. Setelah itu disiram kembali dengan air bersih (dibilas) untuk mencegah pupuk tertinggal di daun. Pencabutan Bibit Bibit padi siap ditanam dengan menggunakan Indojarwo transplanter pada umur 15-17 HSS (hari setelah semai). Bibit dicabut dari dapog dengan cara digulung. (Bambang Wijayanto dan Kiswanto)